Semarang (Antaranews Jateng) - Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang mengundang Ustadz Abdul Somad untuk mengisi tabligh akbar karena menilainya sebagai sosok ulama yang berwawasan kebangsaan bagus dan bukan ulama radikal.
     
"Unissula sudah melakukan proses pengkajian untuk mengundang Ustadz Abdul Somad sebagai penceramah selama enam bulan terakhir," kata Ketua Panitia "Tabligh Akbar Bersama Ustadz Abdul Somad" Unissula Winanto di Semarang, Jumat.
     
Pengajar Fakultas Hukum (FH) Unissula itu menjelaskan hasil pengamatan dari Unissula menyimpulkan Ustadz Abdul Somad sebagai sosok ulama yang memiliki pandangan dan wawasan yang sangat luas, termasuk wawasan kebangsaannya.
     
Bahkan, kata dia, belum lama ini Ustadz Abdul Somad juga diundang untuk mengisi pengajian di Masjid Istiqlal Jakarta yang dihadiri oleh Wakapolri Komjen Pol Syafruddin dan Ibu Wakil Presiden RI Mufidah Jusuf Kalla.
     
"Beliau juga pernah diundang mengisi pengajian di Mabes TNI Angkatan Darat. Kemarin, pengajian di Gubug, Grobogan. Tidak seperti yang dituduhkan oleh sebagian masyarakat bahwa beliau adalah penyebar ajaran radikal," katanya.
     
Tabligh akbar yang digelar Unissula pada 30 Juli 2018 juga mengangkat tema "Islam Rahmatan lil Alamin, Antara Multikulturalisme, Keislaman dan Keindonesiaan" dalam rangka memberikan pencerahan kepada umat.
     
"Kenapa kami pilih Ustadz Abdul Somad? Ya, karena beliau sosok ulama yang memiliki pandangan dan wawasan yang sangat luas. Di lingkungan pemerintahan saja diterima. Artinya, kapasitasnya cukup memadai," kata Winanto.
     
Mengenai adanya penolakan pengajian yanng rencananya menghadirkan ulama asal Riau itu, kata dia, Unissula menilainya sebagai bagian dari upaya menyiapkan kegiatan secara lebih baik dan kontrol untuk melakukan upaya lebih baik.
     
"Kami sudah dipertemukan dengan beberapa elemen dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) oleh kepolisian. Dari ormas Patriot Garuda Nusantara (PGN) memang tidak hadir, tetapi lainnya hadir. Sudah dilakukan 'tabayun'," katanya.
     
Dari pihak kepolisian, kata Winanto, juga akan melakukan "backup" penuh terhadap keamanan penyelenggaraan kegiatan tabligh akbar itu, baik dari kepolisian sektor maupun Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Semarang.
     
Sebelumnya, sejumlah organisasi kemasyarakatan dan kepemudaan di Kota Semarang menolak pelaksanaan pengajian yang rencananya menghadirkan Ustadz Abdul Somad di Kota Atlas pada 30 dan 31 Juli 2018, salah satunya di Unissula.
     
Penolakan yang disampaikan oleh perwakilan ormas PGN, FKPPI, Laskar Merah Putih, dan Banser NU Kota Semarang yang lebih disebabkan sosok Ustadz Abdul Somad yang terkait dengan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).
     
"Ada keterlibatan eksanggota HTI dalam pelaksanaan kegiatan ini. Ada gerakan masif yang dilakukan orang-orang yang tidak legawa HTI dibubarkan," kata Ketua Umum PGN Iwan Cahyono.
     
Jika pihak kepolisian memang memberi izin atas terselenggaranya kegiatan tabligh akbar tersebut, ia meminta jaminan kepolisian bahwa tidak akan terjadi hal-hal yang berkaitan dengan pemikiran radikal.

 

Pewarta : Zuhdiar Laeis
Editor : Hari Atmoko
Copyright © ANTARA 2024