Perhutani Temanggung Kelola 12 Objek Wisata
Kamis, 23 November 2017 20:44 WIB
WISATA UJI ADRENALIN
Temanggung, ANTARA JATENG - Perum Perhutani, Bagian Kesatuan Pemangku Hutan (BKPH) Temanggung bekerja sama dengan lembaga masyarakat desa hutan (LMDH) saat ini mengelola 12 jalur pendakian dan objek wisata.
Asisten Perhutani BKPH Temanggung Yudi Noviar di Temanggung, Kamis, mengatakan objek wisata yang dikelola adalah objek wisata alam.
Sejumlah objek wisata yang dikelola yakni pendakian Gunung Sumbing melalui Banaran, Pagergunung, Jambu, objek wisata Sidengkeng, Sedadap, Sindumoyo, Sidempul, Wana Wisata Jumprit, Umbul Jumprit, Puncak Sigandul dan pedakian Sindoro melalui Kledung.
Ia menuturkan untuk wisata pendakian paling ramai pada hari Sabtu dan Minggu, namun pada musim hujan ini cenderung berkurang.
Sedangkan pada libur Natal dan Tahun Baru biasanya wisata pendakian ramai karena banyak yang ingin menyambut tahun baru di atas gunung.
"Kami akan pantau kondisi, jika cuaca ekstrem dan tidak memungkinkan untuk pendakian jalur akan ditutup, karena bagaimanapun kami tetap mengutamakan keselamatan para pendaki," katanya.
Ia menuturkan jalur pendakian paling ramai yakni pendakian Gunung Sindoro melalui Kledung, karena lokasinya strategis berada di pinggir jalan raya Temanggung-Wonosobo.
"Kondisi tersebut memudahkan bagi pendaki dari luar kota, mereka bisa naik bus turun di Kledung bisa langsung naik gunung," katanya.
Ia menuturkan pengelolaan objek wisata bersama LMDH tersebut dengan sistem bagi hasil, 75 persen untuk LMDH dan 25 persen untuk Perhutani.
"Dari 25 persen bagian untuk perhutani, kami masih menanggung ongkos cetak tiket dan asuransi bagi pengunjung," katanya.
Asisten Perhutani BKPH Temanggung Yudi Noviar di Temanggung, Kamis, mengatakan objek wisata yang dikelola adalah objek wisata alam.
Sejumlah objek wisata yang dikelola yakni pendakian Gunung Sumbing melalui Banaran, Pagergunung, Jambu, objek wisata Sidengkeng, Sedadap, Sindumoyo, Sidempul, Wana Wisata Jumprit, Umbul Jumprit, Puncak Sigandul dan pedakian Sindoro melalui Kledung.
Ia menuturkan untuk wisata pendakian paling ramai pada hari Sabtu dan Minggu, namun pada musim hujan ini cenderung berkurang.
Sedangkan pada libur Natal dan Tahun Baru biasanya wisata pendakian ramai karena banyak yang ingin menyambut tahun baru di atas gunung.
"Kami akan pantau kondisi, jika cuaca ekstrem dan tidak memungkinkan untuk pendakian jalur akan ditutup, karena bagaimanapun kami tetap mengutamakan keselamatan para pendaki," katanya.
Ia menuturkan jalur pendakian paling ramai yakni pendakian Gunung Sindoro melalui Kledung, karena lokasinya strategis berada di pinggir jalan raya Temanggung-Wonosobo.
"Kondisi tersebut memudahkan bagi pendaki dari luar kota, mereka bisa naik bus turun di Kledung bisa langsung naik gunung," katanya.
Ia menuturkan pengelolaan objek wisata bersama LMDH tersebut dengan sistem bagi hasil, 75 persen untuk LMDH dan 25 persen untuk Perhutani.
"Dari 25 persen bagian untuk perhutani, kami masih menanggung ongkos cetak tiket dan asuransi bagi pengunjung," katanya.
Pewarta : Heru Suyitno
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Perhutani bantu 4.000 bibit tanaman buah untuk warga Desa Congkrang Temanggung
06 November 2025 12:57 WIB
DPRD Blora apresiasi Perhutani gaet investor kembangkan Goa Terawang Eco Park
17 February 2025 7:01 WIB, 2025
Lahan Perhutani di lereng Gunung Telomoyo di Kabupaten Semarang terbakar
19 September 2024 5:23 WIB, 2024
Terpopuler - Makro
Lihat Juga
Presiden tegaskan perlunya transformasi ekonomi nasional berdasarkan Pancasila
01 June 2026 11:53 WIB
Kinerja keuangan kokoh, likuiditas dan permodalan BRI terjaga di level memadai
29 May 2026 17:19 WIB