Paypro Dukung Program GNNT Pemerintah
Rabu, 15 November 2017 7:46 WIB
Chief Marketing Officer Paypro Adelheid Helena Bokau menunjukkan aplikasi pembayaran paypro(Foto: ANTARAJATENG.COM/Aris Wasita Widiastuti)
Solo, ANTARA JATENG - Perusahaan aplikasi pembayaran Paypro mendukung program gerakan nasional nontunai (GNNT) yang dicanangkan oleh pemerintah pusat.
"Melalui aplikasi ini kami memudahkan masyarakat melakukan pembayaran nontunai untuk kebutuhan apapun," kata Chief Marketing Officer Paypro Adelheid Helena Bokau di Solo, Rabu.
Ia mengatakan sebagai tahap awal, Paypro menyasar pada transportasi massal salah satunya bajaj di Jakarta.
"Jadi tujuan kami adalah membantu masyarakat yang merupakan `unbankable market` bisa menggunakan transaksi nontunai ini," katanya.
Menurut dia, bukan hal yang mudah untuk mengenalkan aplikasi dan menerapkan transaksi nontunai kepada masyarakat maupun pengemudi bajaj. Meski demikian, melalui tahapan edukasi saat ini sudah lebih dari 800 bajaj di Jakarta yang menggunakan aplikasi tersebut.
Melihat keberhasilan tersebut, pihaknya ingin menerapkan konsep serupa di kota lain salah satunya Kota Solo.
"Sasarannya kalau di Solo tidak fokus di transportasi umum, kami juga ingin menyasar pelaku usaha kecil. Belum lama ini kami sudah melakukan sosialisasi kepada para mahasiswa Universitas Sebelas Maret," katanya.
Adelheid mengatakan mahasiswa merupakan pasar yang cukup potensial mengingat saat ini banyak dari mereka yang mulai merintis usaha berbasis aplikasi dalam internet.
Sementara itu mengenai total transaksi, dikatakannya, saat ini sudah mencapai Rp180.000.000.000/bulan dengan 7.000.000 pengguna aplikasi Paypro.
"Harapan kami angka ini dapat terus meningkat seiring dengan upaya edukasi dan sosialisasi yang kami lakukan kepada masyarakat," katanya.
"Melalui aplikasi ini kami memudahkan masyarakat melakukan pembayaran nontunai untuk kebutuhan apapun," kata Chief Marketing Officer Paypro Adelheid Helena Bokau di Solo, Rabu.
Ia mengatakan sebagai tahap awal, Paypro menyasar pada transportasi massal salah satunya bajaj di Jakarta.
"Jadi tujuan kami adalah membantu masyarakat yang merupakan `unbankable market` bisa menggunakan transaksi nontunai ini," katanya.
Menurut dia, bukan hal yang mudah untuk mengenalkan aplikasi dan menerapkan transaksi nontunai kepada masyarakat maupun pengemudi bajaj. Meski demikian, melalui tahapan edukasi saat ini sudah lebih dari 800 bajaj di Jakarta yang menggunakan aplikasi tersebut.
Melihat keberhasilan tersebut, pihaknya ingin menerapkan konsep serupa di kota lain salah satunya Kota Solo.
"Sasarannya kalau di Solo tidak fokus di transportasi umum, kami juga ingin menyasar pelaku usaha kecil. Belum lama ini kami sudah melakukan sosialisasi kepada para mahasiswa Universitas Sebelas Maret," katanya.
Adelheid mengatakan mahasiswa merupakan pasar yang cukup potensial mengingat saat ini banyak dari mereka yang mulai merintis usaha berbasis aplikasi dalam internet.
Sementara itu mengenai total transaksi, dikatakannya, saat ini sudah mencapai Rp180.000.000.000/bulan dengan 7.000.000 pengguna aplikasi Paypro.
"Harapan kami angka ini dapat terus meningkat seiring dengan upaya edukasi dan sosialisasi yang kami lakukan kepada masyarakat," katanya.
Pewarta : Aris Wasita Widiastuti
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Wamenag tekankan tanggung jawab moral manusia atas kecerdasan buatan di ICIMS 2026 UMS
10 February 2026 17:55 WIB
Dosen UMS soroti risiko dan standar perlindungan data pada registrasi SIM berbasis face recognition
07 February 2026 18:58 WIB
Fitur Anti-Spam dan Anti-Scam Indosat cegah ratusan juta upaya penipuan digital
26 November 2025 22:28 WIB
Mahasiswa Sekolah Vokasi Undip juara melalui AISA, Sahabat Cerdas Petani Sawit
07 November 2025 13:21 WIB
Terpopuler - IT
Lihat Juga
Wamenag tekankan tanggung jawab moral manusia atas kecerdasan buatan di ICIMS 2026 UMS
10 February 2026 17:55 WIB
Dosen UMS soroti risiko dan standar perlindungan data pada registrasi SIM berbasis face recognition
07 February 2026 18:58 WIB
Fitur Anti-Spam dan Anti-Scam Indosat cegah ratusan juta upaya penipuan digital
26 November 2025 22:28 WIB
Indosat Ooredoo Hutchison buka kelas AI gratis, jawab kebutuhan talenta digital Indonesia
28 October 2025 15:04 WIB