MPR : Generasi Muda harus Waspadai Radikalisme
Senin, 9 Oktober 2017 10:36 WIB
Ketua Badan Sosialisasi Empat Pilar MPR, Ahmad Basarah ( ANTARA News/Try Reza Essra)
Jakarta, ANTARA JATENG - Generasi muda Indonesia saat ini menghadapi
tantangan berbagai macam paham termasuk di antaranya radikalisme
sehingga harus memiliki kekuatan untuk menangkal pemahaman negatif
tersebut, demikian menurut Ketua Badan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI
Ahmad Basarah.
Ia mengatakan, dikutip dari keterangan pers yang diterima di Jakarta, Senin, bahwa generasi muda menempati posisi yang strategis dalam pembangunan dan masa depan bangsa sehingga harus memiliki ketahanan dalam menghadapi berbagai macam pengaruh buruk.
"Bangsa Indonesia saat ini menghadapi dua gelombang persaingan ideologi dunia atau transnasional yaitu fundamentalisme pasar dan fundamentalisme agama," katanya saat menutup kegiatan sosialisasi empat pilar yang diikuti oleh anggota Resimen Mahasiswa di Lampung, Minggu (8/10) malam.
Basarah mengatakan di satu sisi ada generasi muda yang menjadi korban gaya hidup konsumtif dan hedonis yang ditawarkan kaum fundamentalis pasar, sementara di sisi lain kaum fundamentalis agama berhasil merekrut anak-anak muda Indonesia dan menjadi radikal.
"Untuk itulah MPR mensosialisasikan nilai-nilai empat pilar MPR RI ke seluruh penjuru Indonesia termausk kalangan pemuda dan pelajar agar mereka memiliki daya tahan ideologis menghadapi infiltrasi ideologi-ideologi asing," katanya.
Ia juga mengingatkan generasi muda agar berhati-hati dan waspada terhadap praktik memecah belah persatuan.
"Kita jangan salah menganalisa musuh bangsa. Musuh kita adalah kelompok yang hendak mengganti ideologi Pancasila dengan ideologi-ideologi lainnya sehingga sangat tidak tepat bila kita memusuhi saudara-saudara sebangsa hanya karena berbeda suku, agama, ras dan golongannya," katanya.
Basarah menambahkan,"salah satu ancaman terbesar terhadap generasi muda Indonesia adalah bentuk-bentuk gerakan radikalisme agama yang masuk ke lingkungan kampus dengan menawarkan paham-paham yang tidak sesuai dengan jiwa dan kepribadian bangsa."
Ahmad Basarah mengatakan seluruh elemen masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya penyebaran ideologi dan paham-paham yang tak sesuai tersebut.
"Pemudalah yang harus berada di depan, pemudalah yang memegang obor untuk mencegah paham-paham yang bertentangan dengan Pancasila agar tidak bisa masuk ke dalam kampus, " tegasnya.
Ia mengatakan, dikutip dari keterangan pers yang diterima di Jakarta, Senin, bahwa generasi muda menempati posisi yang strategis dalam pembangunan dan masa depan bangsa sehingga harus memiliki ketahanan dalam menghadapi berbagai macam pengaruh buruk.
"Bangsa Indonesia saat ini menghadapi dua gelombang persaingan ideologi dunia atau transnasional yaitu fundamentalisme pasar dan fundamentalisme agama," katanya saat menutup kegiatan sosialisasi empat pilar yang diikuti oleh anggota Resimen Mahasiswa di Lampung, Minggu (8/10) malam.
Basarah mengatakan di satu sisi ada generasi muda yang menjadi korban gaya hidup konsumtif dan hedonis yang ditawarkan kaum fundamentalis pasar, sementara di sisi lain kaum fundamentalis agama berhasil merekrut anak-anak muda Indonesia dan menjadi radikal.
"Untuk itulah MPR mensosialisasikan nilai-nilai empat pilar MPR RI ke seluruh penjuru Indonesia termausk kalangan pemuda dan pelajar agar mereka memiliki daya tahan ideologis menghadapi infiltrasi ideologi-ideologi asing," katanya.
Ia juga mengingatkan generasi muda agar berhati-hati dan waspada terhadap praktik memecah belah persatuan.
"Kita jangan salah menganalisa musuh bangsa. Musuh kita adalah kelompok yang hendak mengganti ideologi Pancasila dengan ideologi-ideologi lainnya sehingga sangat tidak tepat bila kita memusuhi saudara-saudara sebangsa hanya karena berbeda suku, agama, ras dan golongannya," katanya.
Basarah menambahkan,"salah satu ancaman terbesar terhadap generasi muda Indonesia adalah bentuk-bentuk gerakan radikalisme agama yang masuk ke lingkungan kampus dengan menawarkan paham-paham yang tidak sesuai dengan jiwa dan kepribadian bangsa."
Ahmad Basarah mengatakan seluruh elemen masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya penyebaran ideologi dan paham-paham yang tak sesuai tersebut.
"Pemudalah yang harus berada di depan, pemudalah yang memegang obor untuk mencegah paham-paham yang bertentangan dengan Pancasila agar tidak bisa masuk ke dalam kampus, " tegasnya.
Pewarta : Panca Hari Prabowo
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Tiga kapal TNI AL dilibatkan untuk pencarian lima jurnalis di Selat Sunda
10 September 2026 11:32 WIB
KPK menduga ada tarif tertentu untuk promosi jabatan di lingkungan Pemkab Pemalang
10 September 2026 10:40 WIB
Korps Marinir lintas negara mengasah kemampuan tempur di darat lewat SGS 2026
08 September 2026 15:56 WIB
Febrie Adriansyah diperiksa Tim 9 Kejagung terkait kasus korupsi dan TPPU
08 September 2026 10:55 WIB
Presiden Prabowo: Alokasi anggaran mitigasi bencana harus ditambah signifikan
07 September 2026 14:38 WIB
Menhub: Penutupan sementara 8 bandara diperpanjang hingga Senin pukul 09.00 WIB
07 September 2026 9:23 WIB
ANTARA melatih mahasiswa UKM Pers teknik penulisan standar kantor berita
05 September 2026 10:21 WIB
Terpopuler - NASIONAL
Lihat Juga
Tiga kapal TNI AL dilibatkan untuk pencarian lima jurnalis di Selat Sunda
10 September 2026 11:32 WIB
KPK menduga ada tarif tertentu untuk promosi jabatan di lingkungan Pemkab Pemalang
10 September 2026 10:40 WIB
Korps Marinir lintas negara mengasah kemampuan tempur di darat lewat SGS 2026
08 September 2026 15:56 WIB
Febrie Adriansyah diperiksa Tim 9 Kejagung terkait kasus korupsi dan TPPU
08 September 2026 10:55 WIB
Presiden Prabowo: Alokasi anggaran mitigasi bencana harus ditambah signifikan
07 September 2026 14:38 WIB
Menhub: Penutupan sementara 8 bandara diperpanjang hingga Senin pukul 09.00 WIB
07 September 2026 9:23 WIB
Presiden Prabowo menjelaskan kesamaan filosofi Odin v pole ne voin-gotong royong
04 September 2026 6:26 WIB