Maruarar: Presiden Jokowi Persatukan Bangsa
Sabtu, 19 Agustus 2017 9:15 WIB
HUT RI Di Istana Merdeka Presiden Joko Widodo (ketiga kiri) bersama mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (kedua kiri) beserta istri Ani Yudhoyono (kiri), mantan Presiden BJ Habibie (keempat kiri), mantan Presiden Megawati Soekarnoputri (ketiga ka
Jakarta, ANTARA JATENG - Ketua Umum DPP Taruna Merah Putih Marurar Sirait
mengatakan Presiden Joko Widodo berhasil mempersatukan bangsa dengan
kehadiran sejumlah presiden terdahulu pada peringatan HUT Ke-72
Kemerdekaan Republik Indonesia.
"Pertemuan presiden, wakil presiden, dan juga mantan presiden menjadi contoh yang baik yang ditunjukkan oleh para pemimpin negeri ini dan mereka merupakan negarawan sejati," kata Maruarar di Jakarta, Jumat.
Sejumlah mantan presiden yakni BJ Habibie, Megawati Soekarnoputri, dan Susilo Bambang Yudhoyono menghadiri peringatan HUT Ke-72 Kemerdekaan RI di Istana Negara, 17 Agustus.
Turut pula hadir Wakil Presiden Jusuf Kalla. Pemandangan tersebut, terbilang langka karena biasanya ada mantan presiden yang berhalangan hadir.
Marurar sirait menyambut baik dan senang kepada para pemimpin yang bisa memberikan contoh yang baik kepada masyarakat Indonesia.
"Presiden Jokowi mampu menjunjung tinggi dan memberi teladan serta contoh positif dan bisa membedakan kapan waktunya berkompetisi dan tidak," kata tokoh muda yang kerap menyuarakan keberagaman itu.
Menurut dia, hal itu menjadi contoh baik untuk bangsa. Ke depan, dia berharap bisa menjadi contoh bagi para politisi serta dapat menginsprasi.
Dia juga berharap rakyat Indonesia tetap menjaga kesatuan dan persatuan bangsa.
Menurut dia, perbedaan itu wajar dalam kehidupan ini, oleh karenanya belajar saling menghargai. Ada waktunya saling bersaing namun ada waktunya tersenyum, bersatu dan saling memaafkan.
Indonesia, katanya bukan milik satu orang, satu kelompok, satu partai, satu agama maupun satu etnis tapi Indonesia adalah milik kita bersama.
Dia juga mengajak segenap anak bangsa menciptakan suasana harmonis dalam berbangsa dan bernegara yang tentunya berdasarkan Pancasila.
"Pertemuan presiden, wakil presiden, dan juga mantan presiden menjadi contoh yang baik yang ditunjukkan oleh para pemimpin negeri ini dan mereka merupakan negarawan sejati," kata Maruarar di Jakarta, Jumat.
Sejumlah mantan presiden yakni BJ Habibie, Megawati Soekarnoputri, dan Susilo Bambang Yudhoyono menghadiri peringatan HUT Ke-72 Kemerdekaan RI di Istana Negara, 17 Agustus.
Turut pula hadir Wakil Presiden Jusuf Kalla. Pemandangan tersebut, terbilang langka karena biasanya ada mantan presiden yang berhalangan hadir.
Marurar sirait menyambut baik dan senang kepada para pemimpin yang bisa memberikan contoh yang baik kepada masyarakat Indonesia.
"Presiden Jokowi mampu menjunjung tinggi dan memberi teladan serta contoh positif dan bisa membedakan kapan waktunya berkompetisi dan tidak," kata tokoh muda yang kerap menyuarakan keberagaman itu.
Menurut dia, hal itu menjadi contoh baik untuk bangsa. Ke depan, dia berharap bisa menjadi contoh bagi para politisi serta dapat menginsprasi.
Dia juga berharap rakyat Indonesia tetap menjaga kesatuan dan persatuan bangsa.
Menurut dia, perbedaan itu wajar dalam kehidupan ini, oleh karenanya belajar saling menghargai. Ada waktunya saling bersaing namun ada waktunya tersenyum, bersatu dan saling memaafkan.
Indonesia, katanya bukan milik satu orang, satu kelompok, satu partai, satu agama maupun satu etnis tapi Indonesia adalah milik kita bersama.
Dia juga mengajak segenap anak bangsa menciptakan suasana harmonis dalam berbangsa dan bernegara yang tentunya berdasarkan Pancasila.
Pewarta : Indriani
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
KSP sebut Margono Djojohadikusumo layak dianugerahi gelar pahlawan nasional
08 November 2025 20:48 WIB
Terpopuler - NASIONAL
Lihat Juga
Dirut ANTARA dorong peran kantor berita sebagai rujukan cek fakta yang akurat dan terpercaya
13 February 2026 8:10 WIB
LKBN ANTARA paparkan peran strategis dan kontribusi lembaga untuk pemulihan bencana
12 February 2026 18:57 WIB
Danantara ambil alih seluruh kendali dan kewenangan proyek PLTSa Samarinda
12 February 2026 10:04 WIB
KPK tegaskan penetapan Yaqut sebagai tersangka kasus kuota haji sudah sesuai prosedur
11 February 2026 15:50 WIB
Presiden Prabowo terima lima pengusaha nasional, perkuat Indonesia Incorporated
11 February 2026 9:04 WIB