Kudus, ANTARA JATENG - Sebanyak 190 pedagang berminat meramaikan malam tanpa kendaraan (car free night) yang segera digelar di Alun-Alun Kudus, Jawa Tengah, untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat menikmati malam hari tanpa polusi asap knalpot.

"Jumlah pedagang yang mendaftar sementara sebanyak 190 pedagang," kata Kepala Bidang Pedagang Kaki Lima Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus Sofyan Dhuhri di Kudus, Selasa.

Menurut dia, jumlah pedagang yang bisa didaftar disesuaikan dengan ketersediaan tempat untuk berjualan.

Rencananya, kata dia, untuk berjualan hanya disediakan di Jalan Ramelan, sedangkan di Jalan A. Yani disediakan untuk komunitas kendaraan roda dua maupun empat yang akan ikut meramaikan "car free night" tersebut.

Kalaupun jumlah pedagang yang berminat cukup banyak, katanya, akan dikoordinasikan kembali dengan sejumlah pihak terkait.

"Apakah akan diakomodir atau tidak. Jika diakomodir tentunya perlu disediakan tempat lagi," ujarnya.

Ia menganggap "car free night" tersebut juga menjadi ajang promosi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Kudus.

Kepala Dinas Perhubungan Kudus Didik Sugiharto menambahkan, jumlah pedagang yang mendaftar ke Dinas Perdagangan memang cukup banyak.

Pedagang pada "car free night", katanya, disediakan tempat jualan di jalur lambat di Jalan Ramelan, sedangkan Jalan A. Yani yang biasa digunakan berjualan pada "car free day" digunakan untuk komunitas kendaraan.

"Mereka merupakan pedagang baru dan bukan pedagang yang sebelumnya berjualan pada `car free day`," ujarnya.

Rencananya, kata dia, "car free night" akan dilanjutkan dengan "car free day", sehingga pedagang yang biasa berjualan pada pagi hari tetap bisa berjualan melayani masyarakat yang menikmati jalan-jalan atau olahraga di pagi hari.

Awalnya, kata dia, "car free night" dimulai pekan sebelumnya, namun karena cuacanya masih hujan akhirnya ditunda.

"Kami jadwalkan kembali pada awal April 2017, dengan catatan cuacanya memang mendukung," ujarnya.

Untuk tempat parkir pengunjung, katanya, disediakan di sejumlah titik untuk menampung masyarakat dari berbagai arah.


Pewarta : Akhmad Nazaruddin Lathif
Editor :
Copyright © ANTARA 2026