Batang, ANTARA JATENG - Perseroan Terbatas Bhimasena Power Indonesia (BPI) sebagai pengembang proyek pembangkit listrik tenaga uap di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, berkomitmen mengembangkan program Perpustakaan Seru di sejumlah desa terdampak.
Direktur Operasional BPI Shiroki Yamashita di Batang, Rabu, mengatakan bahwa pengembangan Perpustakaan Seru di sejumlah desa terdampak itu mendapatkan apresiasi positif dari Yayasan Coca Cola Foundation Indonesia (CCFI).
"Kami menyampaikan terima kasih atas apresiasi dan penghargaan dari CCFI. Kami akan terus berkomitmen mengembangkan program perpustakaan desa berbasis teknologi informasi dan komunikasi, seperti yang sudah dilaksanakan selama ini," katanya.
Yamashita mengatakan bahwa program Perpustakaan Seru adalah program perpustakaan desa yang menjadi sebuah terobosan yang memungkinkan masyarakat untuk mengakses ilmu pengetahuan.
Kondisi itu, kata dia, tentu akan sangat berguna karena memungkinkan masyarakat menghadapi persoalan yang muncul sehari-hari dan mencari solusinya lewat buku atau teknologi informasi yang bisa ditemukan di perpustakaan.
Sejak 2015, BPI telah mereplikasi Program Perpustakaan Seru di sepuluh desa terdampak, yaitu Karanggeneng, Ujungnegoro, Ponowareng, Wonokerso, Kenconorejo, Tulis, Simbangjati, Beji, Wringingintung, dan Bakalan.
BPI melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility) bidang pendidikan mendukung setiap kegiatan tahapan program di masing-masing perpusdes, seperti kegiatan sosialisasi, pelatihan pengembangan perpustakaan, pelatihan dasar komputer internet, pengadaan seperangkat komputer, dan donasi buku bacaan.
"Program kemitraan ini bertujuan menjadikan perpustakaan pusat belajar dan kegiatan masyarakat yang inovatif berbasis teknologi informasi dan komunikasi. Tentunya dengan adanya fasilitas ini, kami berharap dapat memberikan peningkatan kualitas hidup masyarakat desa," katanya.
Direktur Operasional BPI Shiroki Yamashita di Batang, Rabu, mengatakan bahwa pengembangan Perpustakaan Seru di sejumlah desa terdampak itu mendapatkan apresiasi positif dari Yayasan Coca Cola Foundation Indonesia (CCFI).
"Kami menyampaikan terima kasih atas apresiasi dan penghargaan dari CCFI. Kami akan terus berkomitmen mengembangkan program perpustakaan desa berbasis teknologi informasi dan komunikasi, seperti yang sudah dilaksanakan selama ini," katanya.
Yamashita mengatakan bahwa program Perpustakaan Seru adalah program perpustakaan desa yang menjadi sebuah terobosan yang memungkinkan masyarakat untuk mengakses ilmu pengetahuan.
Kondisi itu, kata dia, tentu akan sangat berguna karena memungkinkan masyarakat menghadapi persoalan yang muncul sehari-hari dan mencari solusinya lewat buku atau teknologi informasi yang bisa ditemukan di perpustakaan.
Sejak 2015, BPI telah mereplikasi Program Perpustakaan Seru di sepuluh desa terdampak, yaitu Karanggeneng, Ujungnegoro, Ponowareng, Wonokerso, Kenconorejo, Tulis, Simbangjati, Beji, Wringingintung, dan Bakalan.
BPI melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility) bidang pendidikan mendukung setiap kegiatan tahapan program di masing-masing perpusdes, seperti kegiatan sosialisasi, pelatihan pengembangan perpustakaan, pelatihan dasar komputer internet, pengadaan seperangkat komputer, dan donasi buku bacaan.
"Program kemitraan ini bertujuan menjadikan perpustakaan pusat belajar dan kegiatan masyarakat yang inovatif berbasis teknologi informasi dan komunikasi. Tentunya dengan adanya fasilitas ini, kami berharap dapat memberikan peningkatan kualitas hidup masyarakat desa," katanya.