Adem Anyem, Warga Batang Diimbau Tetap Waspada Gejolak Pilkada
Selasa, 17 Januari 2017 14:51 WIB
ILUSTRASI (ANTARANews/ferly)
Batang, ANTARA JATENG - Pemerintah Kabupaten Batang, Jawa Tengah, mengimbau kepada warga untuk waspada terhadap kemungkinan terjadinya gejolak pada pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah 2017 meski saat ini kondisi daerah setempat masih aman.
Wakil Kepala Desk Pilkada Kabupaten Batang Agung Wisnu Barata di Batang, Rabu, mengatakan bahwa dinamika pilkada yang tetap kondusif patut diapresiasi dan tetap dijaga oleh semua pihak.
"Situasi kondusif harus tetap dijaga oleh semua pihak meski kondisi saat ini masih tetap aman," katanya.
Ia mengaku beberapa pihak memang sempat ada yang mengkhawatirkan konstelasi politik di daerah setempat yang saat ini terkesan tetap "adem ayem" itu.
Kendati demikian, kata dia, masyarakat kini sudah cerdas dalam berdemokrasi atau memilih calon pemimpin dan sikap pemilih terhadap kegiatan politik.
Ia mengatakan dengan kondisi seperti sekarang ini, masyarakat tidak terlena dan menjaga kebersamaan agar situasi tetap aman dan tenang.
"Upaya antisipasi jauh lebih baik daripada tidak sama sekali. Mari kita kawal agar proses demokrasi politik ini tetap terlaksana secara berkualitas dan martabat," katanya.
Agung yang juga Kepala Satuan Bangsa dan Politik Kabupaten Batang itu, menyebutkan ada tiga titik kerawanan dalam proses pilkada, yaitu potensi penyalahgunaan daftar pemilih tetap (DPT), potensi pengondisian pemilih di wilayah terisolasi, dan TPS di tempat domisili.
"Kami mengimbau pada warga meski kondisi masih aman, situasi harus tetap terjaga. Meski ada perbedaan memilih tetapi situasi harus tetap terjaga dan aman," katanya.
Wakil Kepala Desk Pilkada Kabupaten Batang Agung Wisnu Barata di Batang, Rabu, mengatakan bahwa dinamika pilkada yang tetap kondusif patut diapresiasi dan tetap dijaga oleh semua pihak.
"Situasi kondusif harus tetap dijaga oleh semua pihak meski kondisi saat ini masih tetap aman," katanya.
Ia mengaku beberapa pihak memang sempat ada yang mengkhawatirkan konstelasi politik di daerah setempat yang saat ini terkesan tetap "adem ayem" itu.
Kendati demikian, kata dia, masyarakat kini sudah cerdas dalam berdemokrasi atau memilih calon pemimpin dan sikap pemilih terhadap kegiatan politik.
Ia mengatakan dengan kondisi seperti sekarang ini, masyarakat tidak terlena dan menjaga kebersamaan agar situasi tetap aman dan tenang.
"Upaya antisipasi jauh lebih baik daripada tidak sama sekali. Mari kita kawal agar proses demokrasi politik ini tetap terlaksana secara berkualitas dan martabat," katanya.
Agung yang juga Kepala Satuan Bangsa dan Politik Kabupaten Batang itu, menyebutkan ada tiga titik kerawanan dalam proses pilkada, yaitu potensi penyalahgunaan daftar pemilih tetap (DPT), potensi pengondisian pemilih di wilayah terisolasi, dan TPS di tempat domisili.
"Kami mengimbau pada warga meski kondisi masih aman, situasi harus tetap terjaga. Meski ada perbedaan memilih tetapi situasi harus tetap terjaga dan aman," katanya.
Pewarta : Kutnadi
Editor : Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Jokowi bocorkan topik pembicaraan dengan Presiden Prabowo beberapa waktu lalu
30 January 2026 14:56 WIB
Wagub Jateng: Pimpinan daerah terapkan pakta integritas pelayanan masyarakat
21 January 2026 19:10 WIB
Terpopuler - Politik dan Hankam
Lihat Juga
Jokowi bocorkan topik pembicaraan dengan Presiden Prabowo beberapa waktu lalu
30 January 2026 14:56 WIB
Wagub Jateng: Pimpinan daerah terapkan pakta integritas pelayanan masyarakat
21 January 2026 19:10 WIB