Mendikbud Enggan Bicarakan Moratorium UN
Sabtu, 26 November 2016 16:42 WIB
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy. (ANTARA /Puspa Perwitasari )
Malang Antara Jateng - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Prof Dr Muhadjir Effendi enggan membicarakan soal moratorium atau penghentian sementara Ujian Nasional (UN) SD hingga SMA/SMK yang bakal ditiadakan pada 2017.
Mantan rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) itu hanya tersenyum ketika dicecar pertanyaan seputar pernyataannya soal moratorium UN oleh sejumlah wartawan usai menghadiri wisuda diploma, sarjana, magister, dan pascasarjana di kampus III UMM, Sabtu.
Muhadjir hanya mengatakan bahwa pelaksanaan moratorium UN tinggal menunggu persetujuan presiden dan saat ini pengajuan program moratorium tersebut sudah ada di Kementerian Sekretaris Negara (Sesneg).
"Pokoknya nanti lah, ibarat pengantin kalau terlalu banyak diekspos bisa "gendruwoen" (hantu yang diibaratkan berbadan besar dan berbulu panjang)," ujarnya.
Menanggapi pernyataan Mendikbud soal pengajuan moratorium UN yang sudah diajukan ke Sesneg, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prof Pratikno yang berada di samping Mendikbud mengatakan kalau sudah ada pengajuan akan diproses. "Kalau sudah ada di meja saya, pasti akan kami proses," tegasnya.
Hanya saja, ketika dikejar lebih jauh dan detail soal moratorium UN tersebut, Mendikbud dan Mensesneg yang berada dalam satu mobil dan akan menuju ke kampus I UMM di Jalan Bandung langsung berlalu meninggalkan kerumunan wartawan yang menunggu jawaban kedua menteri tersebut.
Sebelumnya Muhadjir menyatakan Kemendikbud akan menghapus UN tahun 2017 demi melaksanakan putusan Mahkamah Agung (MA). Muhadjir juga mengaku sudah dipanggil Presiden Joko Widodo sebelum jumatan. "Prinsipnya beliau sudah menyetujui, tinggal menunggu instruksi presiden (Inpres)," kata Muhadjir dalam siaran pers di Jakarta Jumat (25/11).
Meski dihapus, kata Mendikbud, tetap akan ada ujian akhir bagi siswa yang dilakukan oleh pemerintah setempat. Ujian akhir bagi siswa sekolah didesentralisasi. Pelaksanaan ujian akhir bagi siswa SMA-SMK dan sederajat diserahkan ke pemerintah provinsi.
Untuk jenjang SMP dan SD sederajat diserahkan ke pemerintah kabupaten/kota.
Mantan rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) itu hanya tersenyum ketika dicecar pertanyaan seputar pernyataannya soal moratorium UN oleh sejumlah wartawan usai menghadiri wisuda diploma, sarjana, magister, dan pascasarjana di kampus III UMM, Sabtu.
Muhadjir hanya mengatakan bahwa pelaksanaan moratorium UN tinggal menunggu persetujuan presiden dan saat ini pengajuan program moratorium tersebut sudah ada di Kementerian Sekretaris Negara (Sesneg).
"Pokoknya nanti lah, ibarat pengantin kalau terlalu banyak diekspos bisa "gendruwoen" (hantu yang diibaratkan berbadan besar dan berbulu panjang)," ujarnya.
Menanggapi pernyataan Mendikbud soal pengajuan moratorium UN yang sudah diajukan ke Sesneg, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prof Pratikno yang berada di samping Mendikbud mengatakan kalau sudah ada pengajuan akan diproses. "Kalau sudah ada di meja saya, pasti akan kami proses," tegasnya.
Hanya saja, ketika dikejar lebih jauh dan detail soal moratorium UN tersebut, Mendikbud dan Mensesneg yang berada dalam satu mobil dan akan menuju ke kampus I UMM di Jalan Bandung langsung berlalu meninggalkan kerumunan wartawan yang menunggu jawaban kedua menteri tersebut.
Sebelumnya Muhadjir menyatakan Kemendikbud akan menghapus UN tahun 2017 demi melaksanakan putusan Mahkamah Agung (MA). Muhadjir juga mengaku sudah dipanggil Presiden Joko Widodo sebelum jumatan. "Prinsipnya beliau sudah menyetujui, tinggal menunggu instruksi presiden (Inpres)," kata Muhadjir dalam siaran pers di Jakarta Jumat (25/11).
Meski dihapus, kata Mendikbud, tetap akan ada ujian akhir bagi siswa yang dilakukan oleh pemerintah setempat. Ujian akhir bagi siswa sekolah didesentralisasi. Pelaksanaan ujian akhir bagi siswa SMA-SMK dan sederajat diserahkan ke pemerintah provinsi.
Untuk jenjang SMP dan SD sederajat diserahkan ke pemerintah kabupaten/kota.
Pewarta : Antaranews
Editor : Totok Marwoto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
35 kantor berita Asia Pasifik membahas penanganan disinformasi di Moskow
23 September 2026 21:11 WIB
Perum LKBN ANTARA galang kerja sama dengan tiga media Rusia berskala global
23 September 2026 9:00 WIB
Tim SAR kembali sisir daratan Carita hingga Pantai Anyer cari jurnalis dan kru kapal yang hilang
17 September 2026 9:31 WIB
TNI AU sebut empat tersangka penganiaya AMF hingga tewas terancam dipecat
16 September 2026 12:51 WIB
Perum LKBN ANTARA perkuat peran sebagai "gateway" Indonesia ke Asia dan dunia
15 September 2026 11:14 WIB
Korban selamat kecelakaan laut KMP Virgo dirawat sejumlah RS di Banjarmasin
15 September 2026 10:46 WIB
Basarnas mencari 129 korban KM Virgo hingga 2.600 mil laut dari titik koordinat
14 September 2026 14:40 WIB
Terpopuler - Pendidikan
Lihat Juga
Menristekdikti: Program "Sarjana masuk desa" Berikan Inovasi Pertanian dan Peternakan
31 January 2017 15:33 WIB, 2017
Pagelaran Wayang Kulit, PDIP Ingin Masyarakat Jakarta Junjung Tinggi Kebhinekaan
29 January 2017 7:05 WIB, 2017
Presiden ingin Sekolah Wajibkan Murid ikut Kegiatan Luar dalam Ekstrakulikuler
26 January 2017 12:50 WIB, 2017
Presiden: Kartu Indonesia Pintar yang akan Dibagikan pada 2017 Sebanyak 19 Juta
26 January 2017 12:02 WIB, 2017
Kemendikbud tidak hanya Menghabiskan Uang, tetapi bisa Menghasilkan Uang, Kata Muhajir
24 January 2017 11:23 WIB, 2017
Mendikbud: Pengalihan Penyelenggaraan SMA/SMK ke Provinsi Diperbaiki
17 January 2017 14:52 WIB, 2017
Nilai-Nilai Kebhinekaan perlu Dipelihara dan Dikembangkan seluruh Lembaga Pendidikan
17 January 2017 12:11 WIB, 2017
Menhub Ingin Pilot lulusan sarjana menambah Kedewasaan dan Wawasan Luas
13 January 2017 18:05 WIB, 2017