Boyolali, Antara Jateng - Pengolahan bunga mawar menjadi teh yang berkhasiat bagi kesehatan, oleh perajin di Boyolali, Jawa Tengah, ternyata juga meningkatkan nilai jual produk itu secara signifikan, kata seorang perajin, Hendrati Sri Kristianingsih (50).
"Nilai jualnya juga menjanjikan," kata Hendrati yang warga RT01/RW013 Singkil, Kabupaten Boyolali itu, di Boyolali, Senin.
Ia mengatakan bunga mawar banyak tumbuh di lereng Gunung Merapi, terutama di Musuk, Kabupaten Boyolali. Jika musim warga melakukan tradisi "Sadranan" dalam setiap tahun, harganya bisa mencapai Rp300 ribu per kg, tetapi pada hari-hari biasa sekitar Rp1.500/kg.
Bahkan, katanya, para petani bunga mawar jika tidak musim "Sadranan" atau orang berziarah ke makam, tidak mau memanen atau memetik bunga itu. Mereka membiarkan tanaman tersebut begitu saja hingga gugur di tanah.
Ia mengaku menemukan ide kreatif dengan memproses bunga mawar menjadi teh mawar agar nilai ekonominya semakin tinggi.
Teh mawar, katanya, ternyata diminati banyak masyarakat karena selain rasanya segar dan harum, juga banyak khasiatnya bagi kesehatan.
Ia mengaku mendapat informasi bahwa teh mawar sumber antioksidan dan mengandung vitamin E, D, C, B3, dan A, serta asal sitrat. Selain itu, teh mawar dapat melancarkan haid, menyembuhkan radang hati, dan menetralisasi racun dalam tubuh.
Selain itu, katanya, teh mawar memperkuat sistem kekebalan tubuh manusia sehingga bisa terhindar dari risiko serangan berbagai penyakit.
"Saya awalnya mencoba memproses bunga mawar menjadi teh, caranya sama dengan membuat daun di pabrik-pabrik," kata Hendrati.
Namun, kata dia, pembuatan teh mawar memang caranya hati-hati agar tidak gagal.
Ia menjelaskan tentang proses pembuatan teh mawar. Bunga mawar diambil kuntumnya kemudian dibiarkan layu selama dua hari, setelah itu diremas-remas agar layu. Setelah bunga itu kering, kemudian disangan agar aromanya muncul dan hieginis.
Teh yang sudah dingin kemudian dibungkus sesuai ukuran, sedangkan teh celup harus dilembutkan terlebih dahulu sebelum dibungkus.
Ia mengatakan harga produksi teh mawar Rp5.000 per bungkus isi 10 gram dan Rp15.000/bungkas isi 20 gram.
Hendrati juga mengaku telah memproduksi teh mawar celup yang lebih praktis dan dijual seharga Rp15.000/kardus isi 20 kemasan celup.
Ia mengatakan setiap tujuh kilogram bunga mawar basah bisa menjadi satu kilogram teh siap seduh.
"Nilai jualnya juga menjanjikan," kata Hendrati yang warga RT01/RW013 Singkil, Kabupaten Boyolali itu, di Boyolali, Senin.
Ia mengatakan bunga mawar banyak tumbuh di lereng Gunung Merapi, terutama di Musuk, Kabupaten Boyolali. Jika musim warga melakukan tradisi "Sadranan" dalam setiap tahun, harganya bisa mencapai Rp300 ribu per kg, tetapi pada hari-hari biasa sekitar Rp1.500/kg.
Bahkan, katanya, para petani bunga mawar jika tidak musim "Sadranan" atau orang berziarah ke makam, tidak mau memanen atau memetik bunga itu. Mereka membiarkan tanaman tersebut begitu saja hingga gugur di tanah.
Ia mengaku menemukan ide kreatif dengan memproses bunga mawar menjadi teh mawar agar nilai ekonominya semakin tinggi.
Teh mawar, katanya, ternyata diminati banyak masyarakat karena selain rasanya segar dan harum, juga banyak khasiatnya bagi kesehatan.
Ia mengaku mendapat informasi bahwa teh mawar sumber antioksidan dan mengandung vitamin E, D, C, B3, dan A, serta asal sitrat. Selain itu, teh mawar dapat melancarkan haid, menyembuhkan radang hati, dan menetralisasi racun dalam tubuh.
Selain itu, katanya, teh mawar memperkuat sistem kekebalan tubuh manusia sehingga bisa terhindar dari risiko serangan berbagai penyakit.
"Saya awalnya mencoba memproses bunga mawar menjadi teh, caranya sama dengan membuat daun di pabrik-pabrik," kata Hendrati.
Namun, kata dia, pembuatan teh mawar memang caranya hati-hati agar tidak gagal.
Ia menjelaskan tentang proses pembuatan teh mawar. Bunga mawar diambil kuntumnya kemudian dibiarkan layu selama dua hari, setelah itu diremas-remas agar layu. Setelah bunga itu kering, kemudian disangan agar aromanya muncul dan hieginis.
Teh yang sudah dingin kemudian dibungkus sesuai ukuran, sedangkan teh celup harus dilembutkan terlebih dahulu sebelum dibungkus.
Ia mengatakan harga produksi teh mawar Rp5.000 per bungkus isi 10 gram dan Rp15.000/bungkas isi 20 gram.
Hendrati juga mengaku telah memproduksi teh mawar celup yang lebih praktis dan dijual seharga Rp15.000/kardus isi 20 kemasan celup.
Ia mengatakan setiap tujuh kilogram bunga mawar basah bisa menjadi satu kilogram teh siap seduh.