Menristekdikti Maksimalkan Program Bidik Misi
Sabtu, 17 September 2016 17:34 WIB
Menristekdikti, Mohamad Nasir (ANTARA FOTO/Yusran Uccang)
Pontianak Antara Jateng - Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tingi (Menristekdikti) RI, Mohamad Nasir mengatakan, pihaknya akan memaksimalkan program Bidik Misi untuk membantu mahasiswa berprestasi namun tidak mampu, agar bisa terus menyelesaikan kuliahnya.
"Memang, program Bidik Misi untuk orang miskin untuk kuliah sudah ada sejak tahun 2010, namun kita berusaha untuk memaksimalkannya sejak tahun 2014 lalu dan ini akan terus kita maksimalkan, agar semakin banyak mahasiswa berprestasi yang dapat melanjutkan kuliahnya hingga selesai," kata Mohammad Nasir, saat berkunjung ke Untan Pontianak, Sabtu.
Dia menjelaskan, Beasiswa Bidikmisi adalah bantuan biaya pendidikan dari pemerintah Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bagi calon mahasiswa tidak mampu secara ekonomi dan memiliki potensi akademik, baik untuk menempuh pendidikan di perguruan tinggi pada program studi unggulan sampai lulus tepat waktu.
Tujuan diselenggarakannya Beasiswa Bidikmisi untuk meningkatkan akses dan kesempatan belajar di perguruan tinggi bagi peserta didik yang tidak mampu secara ekonomi dan berpotensi akademik baik, memberi bantuan biaya pendidikan kepada calon/mahasiswa yang memenuhi kriteria untuk menempuh pendidikan program Diploma atau Sarjana sampai selesai dan tepat waktu.
Program itu juga diarahkan untuk meningkatkan prestasi mahasiswa, baik pada bidang kurikuler, no-kurikuler maupun ekstra kurikuler, menimbulkan dampak iring bagi mahasiswa dan calon mahasiswa lain untuk selalu meningkatkan prestasi dan kompetif.
"Kita harapkan, program ini bisa melahirkan lulusan yang mandiri, produktif dan memiliki kepedulian sosial, sehingga mampu berperan dalam upaya pemutusan mata rantai kemiskinan dan pemberdayaan masyarakat," tuturnya.
Sedangkan sasaran program Bidikmisi adalah lulusan satuan pendidikan SMA/SMK/MA/MAK atau bentuk lain yang sederajat tyang tidak mampu secara ekonomi namun memiliki potensi akademik yang baik.
"Untuk beasiswa sudah kami lepas sekitar 300 ribu, dan sekarang semakin meningkat, nanti ke depan akan ditingkatkan lagi sesuai dengan anggaran yang ada," katanya.
Menurutnya, jika negara ingin memutus mata rantai kemiskinan melalui proses pendidikan tinggi.
"Harapannya dengan pendidikan tinggi anak-anak Indonesia akan mampu meningkatkan inovasi, kreasi untuk membangun negeri ini dengan ilmu pengetahuan dan teknologi," kata Mohammad Nasir.
"Memang, program Bidik Misi untuk orang miskin untuk kuliah sudah ada sejak tahun 2010, namun kita berusaha untuk memaksimalkannya sejak tahun 2014 lalu dan ini akan terus kita maksimalkan, agar semakin banyak mahasiswa berprestasi yang dapat melanjutkan kuliahnya hingga selesai," kata Mohammad Nasir, saat berkunjung ke Untan Pontianak, Sabtu.
Dia menjelaskan, Beasiswa Bidikmisi adalah bantuan biaya pendidikan dari pemerintah Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bagi calon mahasiswa tidak mampu secara ekonomi dan memiliki potensi akademik, baik untuk menempuh pendidikan di perguruan tinggi pada program studi unggulan sampai lulus tepat waktu.
Tujuan diselenggarakannya Beasiswa Bidikmisi untuk meningkatkan akses dan kesempatan belajar di perguruan tinggi bagi peserta didik yang tidak mampu secara ekonomi dan berpotensi akademik baik, memberi bantuan biaya pendidikan kepada calon/mahasiswa yang memenuhi kriteria untuk menempuh pendidikan program Diploma atau Sarjana sampai selesai dan tepat waktu.
Program itu juga diarahkan untuk meningkatkan prestasi mahasiswa, baik pada bidang kurikuler, no-kurikuler maupun ekstra kurikuler, menimbulkan dampak iring bagi mahasiswa dan calon mahasiswa lain untuk selalu meningkatkan prestasi dan kompetif.
"Kita harapkan, program ini bisa melahirkan lulusan yang mandiri, produktif dan memiliki kepedulian sosial, sehingga mampu berperan dalam upaya pemutusan mata rantai kemiskinan dan pemberdayaan masyarakat," tuturnya.
Sedangkan sasaran program Bidikmisi adalah lulusan satuan pendidikan SMA/SMK/MA/MAK atau bentuk lain yang sederajat tyang tidak mampu secara ekonomi namun memiliki potensi akademik yang baik.
"Untuk beasiswa sudah kami lepas sekitar 300 ribu, dan sekarang semakin meningkat, nanti ke depan akan ditingkatkan lagi sesuai dengan anggaran yang ada," katanya.
Menurutnya, jika negara ingin memutus mata rantai kemiskinan melalui proses pendidikan tinggi.
"Harapannya dengan pendidikan tinggi anak-anak Indonesia akan mampu meningkatkan inovasi, kreasi untuk membangun negeri ini dengan ilmu pengetahuan dan teknologi," kata Mohammad Nasir.
Pewarta : Antaranews
Editor : Totok Marwoto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
35 kantor berita Asia Pasifik membahas penanganan disinformasi di Moskow
23 September 2026 21:11 WIB
Perum LKBN ANTARA galang kerja sama dengan tiga media Rusia berskala global
23 September 2026 9:00 WIB
Tim SAR kembali sisir daratan Carita hingga Pantai Anyer cari jurnalis dan kru kapal yang hilang
17 September 2026 9:31 WIB
TNI AU sebut empat tersangka penganiaya AMF hingga tewas terancam dipecat
16 September 2026 12:51 WIB
Perum LKBN ANTARA perkuat peran sebagai "gateway" Indonesia ke Asia dan dunia
15 September 2026 11:14 WIB
Korban selamat kecelakaan laut KMP Virgo dirawat sejumlah RS di Banjarmasin
15 September 2026 10:46 WIB
Basarnas mencari 129 korban KM Virgo hingga 2.600 mil laut dari titik koordinat
14 September 2026 14:40 WIB
Terpopuler - Pendidikan
Lihat Juga
Menristekdikti: Program "Sarjana masuk desa" Berikan Inovasi Pertanian dan Peternakan
31 January 2017 15:33 WIB, 2017
Pagelaran Wayang Kulit, PDIP Ingin Masyarakat Jakarta Junjung Tinggi Kebhinekaan
29 January 2017 7:05 WIB, 2017
Presiden ingin Sekolah Wajibkan Murid ikut Kegiatan Luar dalam Ekstrakulikuler
26 January 2017 12:50 WIB, 2017
Presiden: Kartu Indonesia Pintar yang akan Dibagikan pada 2017 Sebanyak 19 Juta
26 January 2017 12:02 WIB, 2017
Kemendikbud tidak hanya Menghabiskan Uang, tetapi bisa Menghasilkan Uang, Kata Muhajir
24 January 2017 11:23 WIB, 2017
Mendikbud: Pengalihan Penyelenggaraan SMA/SMK ke Provinsi Diperbaiki
17 January 2017 14:52 WIB, 2017
Nilai-Nilai Kebhinekaan perlu Dipelihara dan Dikembangkan seluruh Lembaga Pendidikan
17 January 2017 12:11 WIB, 2017
Menhub Ingin Pilot lulusan sarjana menambah Kedewasaan dan Wawasan Luas
13 January 2017 18:05 WIB, 2017