Kerusuhan Berbau SARA di Tanjungbalai, Sembilan Rumah Ibadah Dirusak
Sabtu, 30 Juli 2016 14:36 WIB
Ilustrasi (ANTARA News/hanmus)
Medan, Antara Jateng - Polisi menangkap tujuh warga yang kedapatan menjarah selagi kerusuhan berbau berbau SARA di Kota Tanjungbalai Jumat malam tadi.
Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Rina Sari Ginting mengatakan ketujuh orang ketahuan mengambil barang milik warga lain ketika kerusuhan berlangsung sejak Jumat malam hingga Sabtu dini hari tadi.
Ketujuh penjarah iamankan ke Mapolres Tanjungbalai untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, termasuk menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.
Rina Sari belum menyebutkan identitas dan langkah lanjut kepada tujuh penjarah, namun polisi terus menyiagakan personel di berbagai lokasi untuk mengantisipasi kerusuhan susulan atau tindak kejahatan lain yang merugikan masyarakat.
Polisi mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terprovokasi agar kerusuhan berbau SARA itu tidak berlanjut.
Polidi dan pemerintah aderah setempat telah menyepakati pertemuan membahas kerusuhan berbau SARA ini yang melibatkan tokoh agama, tokoh masyarakat, pimpinan etnis, dan Majelis Ulama Indonesia Kota Tanjungbalai.
Sebelumnya, terjadi kerusuhan berbau SARA di Kota Tanjungbalai yang diduga karena keberatan seorang atas volume azan dari sebuah mesjid.
Tanpa diduga, informasi itu cepat menyebar dan berujung pada kerusuhan berbau SARA. Peristiwa itu menyebabkan sembilan rumah ibadah milik umat Buddha dirusak massa.
Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Rina Sari Ginting mengatakan ketujuh orang ketahuan mengambil barang milik warga lain ketika kerusuhan berlangsung sejak Jumat malam hingga Sabtu dini hari tadi.
Ketujuh penjarah iamankan ke Mapolres Tanjungbalai untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, termasuk menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.
Rina Sari belum menyebutkan identitas dan langkah lanjut kepada tujuh penjarah, namun polisi terus menyiagakan personel di berbagai lokasi untuk mengantisipasi kerusuhan susulan atau tindak kejahatan lain yang merugikan masyarakat.
Polisi mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terprovokasi agar kerusuhan berbau SARA itu tidak berlanjut.
Polidi dan pemerintah aderah setempat telah menyepakati pertemuan membahas kerusuhan berbau SARA ini yang melibatkan tokoh agama, tokoh masyarakat, pimpinan etnis, dan Majelis Ulama Indonesia Kota Tanjungbalai.
Sebelumnya, terjadi kerusuhan berbau SARA di Kota Tanjungbalai yang diduga karena keberatan seorang atas volume azan dari sebuah mesjid.
Tanpa diduga, informasi itu cepat menyebar dan berujung pada kerusuhan berbau SARA. Peristiwa itu menyebabkan sembilan rumah ibadah milik umat Buddha dirusak massa.
Pewarta : Antaranews
Editor : Totok Marwoto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Hukum dan Kriminal
Lihat Juga
"Garis Bawahi Ya Hanya kamaludin yang Minta Uang,Patrialis tidak Pernah," kata Basuki
01 February 2017 18:16 WIB, 2017
Pengacara Minta Penyidik Menyelidiki Laporan agar Membongkar Kasus Rekayasa Antasari
01 February 2017 16:25 WIB, 2017