Rupiah Menguat 27 Poin
Kamis, 28 Juli 2016 10:54 WIB
Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Kamis pagi, bergerak menguat sebesar 27 poin menjadi Rp13.102 dibandingkan sebelumnya di posisi Rp13.129 per dolar AS.(ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf/nz/16).
Jakarta, Antara Jateng - Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Kamis pagi, bergerak menguat sebesar 27 poin menjadi Rp13.102 dibandingkan sebelumnya di posisi Rp13.129 per dolar AS.
"Eforia pelaksanaan program amnesti pajak yang mulai redup kembali terangkat menyusul perombakan susunan Kabinet Kerja, kondisi itu membuka ruang penguatan rupiah terhadap dolar AS terbuka," kata Ekonom Samuel Sekuritas Rangga Cipta di Jakarta, Kamis.
Menurut dia, pengangkatan Sri Mulyani Indrawati sebagai Menteri Keuangan seolah meningkatkan peluang keberhasilan amnesti pajak sehingga mengangkat optimisme di pasar keuangan di dalam negeri.
"Di saat yang bersamaan, mayoritas kurs di kawasan Asia juga bergerak dalam area positif terhadap dolar AS," katanya.
Ia menambahkan bahwa fokus pasar selanjutnya juga tertuju pada data inflasi Juli 2016 dan pertumbuhan ekonomi kuartal II 2016 yang sedianya akan diumumkan dalam waktu dekat.
Analis pasar uang Bank Himpunan Saudara, Rully Nova mengatakan, minimnya sentimen positif dari eksternal membuat fokus pelaku pasar tertuju pada sentimen reshuffle Kabinet Kerja dan data ekonomi yang akan dirilis.
Ia optimistis susunan Kabinet Kerja saat ini akan dapat lebih mendorong tercapainya target-target pemerintah, salah satunya pertumbuhan ekonmi domestik menembus 5 persen.
"Eforia pelaksanaan program amnesti pajak yang mulai redup kembali terangkat menyusul perombakan susunan Kabinet Kerja, kondisi itu membuka ruang penguatan rupiah terhadap dolar AS terbuka," kata Ekonom Samuel Sekuritas Rangga Cipta di Jakarta, Kamis.
Menurut dia, pengangkatan Sri Mulyani Indrawati sebagai Menteri Keuangan seolah meningkatkan peluang keberhasilan amnesti pajak sehingga mengangkat optimisme di pasar keuangan di dalam negeri.
"Di saat yang bersamaan, mayoritas kurs di kawasan Asia juga bergerak dalam area positif terhadap dolar AS," katanya.
Ia menambahkan bahwa fokus pasar selanjutnya juga tertuju pada data inflasi Juli 2016 dan pertumbuhan ekonomi kuartal II 2016 yang sedianya akan diumumkan dalam waktu dekat.
Analis pasar uang Bank Himpunan Saudara, Rully Nova mengatakan, minimnya sentimen positif dari eksternal membuat fokus pelaku pasar tertuju pada sentimen reshuffle Kabinet Kerja dan data ekonomi yang akan dirilis.
Ia optimistis susunan Kabinet Kerja saat ini akan dapat lebih mendorong tercapainya target-target pemerintah, salah satunya pertumbuhan ekonmi domestik menembus 5 persen.
Pewarta : Zubi Mahrofi
Editor : Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Tim SAR kembali sisir daratan Carita hingga Pantai Anyer cari jurnalis dan kru kapal yang hilang
17 September 2026 9:31 WIB
TNI AU sebut empat tersangka penganiaya AMF hingga tewas terancam dipecat
16 September 2026 12:51 WIB
Perum LKBN ANTARA perkuat peran sebagai "gateway" Indonesia ke Asia dan dunia
15 September 2026 11:14 WIB
Korban selamat kecelakaan laut KMP Virgo dirawat sejumlah RS di Banjarmasin
15 September 2026 10:46 WIB
Basarnas mencari 129 korban KM Virgo hingga 2.600 mil laut dari titik koordinat
14 September 2026 14:40 WIB
Tiga kapal TNI AL dilibatkan untuk pencarian lima jurnalis di Selat Sunda
10 September 2026 11:32 WIB
KPK menduga ada tarif tertentu untuk promosi jabatan di lingkungan Pemkab Pemalang
10 September 2026 10:40 WIB