Rupiah Melemah Menjadi Rp13.653 per Dolar AS
Rabu, 25 Mei 2016 10:49 WIB
Kurs rupiah dalam transaksi antarbank di Jakarta pada Rabu pagi Rp13.653 per dolar AS.(ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma)
Jakarta, Antara Jateng - Nilai tukar rupiah dalam transaksi antarbank di Jakarta pada Rabu pagi turun 15 poin menjadi Rp13.653 per dolar AS.
Ekonom Samuel Sekuritas Rangga Cipta mengatakan data penjualan rumah baru Amerika Serikat yang pada April tercatat membaik mendorong kenaikan nilai tukar dolar AS terhadap mayoritas mata uang dunia, termasuk rupiah.
"Dolar AS kembali mendapatkan momentum penguatannya pasca rilis data penjualan rumah baru AS periode April yang membaik, naik ke 619.000 dari 511.000 ribu," kata Rangga.
Kenaikan nilai tukar dolar AS, menurut dia, juga seiring dengan kenaikan imbal hasil obligasi Amerika Serikat tenor 10 tahun yang cukup menarik minat investor untuk masuk ke Amerika Serikat.
"Dengan dolar AS yang kembali menguat terhadap mayoritas mata uang dunia, rupiah berpeluang menjaga tekanan depresiasinya," katanya.
Kendati demikian, penetapan peringkat layak investasi oleh Fitch Ratings dapat memberikan sentimen positif sehingga membantu menahan tekanan tekanan terhadap rupiah.
Di samping itu, menurut dia, investor juga sedang menanti pengumuman peringkat oleh Standard & Poor's (S&P) dalam waktu dekat.
Kepala Riset NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada menambahkan bahwa pelemahan nilai tukar rupiah mulai terbatas karena para pelaku pasar uang merespons rilis Bank Indonesia terkait aliran dana asing yang meningkat sampai lima miliar dolar AS (year to date), meningkat dari 4,9 miliar dolar AS pada kuartal I 2016.
Di sisi lain, lanjut Reza, rencana pemerintah untuk memantau pelaksanaan Paket Kebijakan Ekonomi dengan membentuk satuan tugas serta pengumuman Fitch Rating yang mengafirmasi Indonesia di level investment grade akan menjadi sentimen positif bagi nilai tukar rupiah sehingga fluktuasinya terjaga.
Ekonom Samuel Sekuritas Rangga Cipta mengatakan data penjualan rumah baru Amerika Serikat yang pada April tercatat membaik mendorong kenaikan nilai tukar dolar AS terhadap mayoritas mata uang dunia, termasuk rupiah.
"Dolar AS kembali mendapatkan momentum penguatannya pasca rilis data penjualan rumah baru AS periode April yang membaik, naik ke 619.000 dari 511.000 ribu," kata Rangga.
Kenaikan nilai tukar dolar AS, menurut dia, juga seiring dengan kenaikan imbal hasil obligasi Amerika Serikat tenor 10 tahun yang cukup menarik minat investor untuk masuk ke Amerika Serikat.
"Dengan dolar AS yang kembali menguat terhadap mayoritas mata uang dunia, rupiah berpeluang menjaga tekanan depresiasinya," katanya.
Kendati demikian, penetapan peringkat layak investasi oleh Fitch Ratings dapat memberikan sentimen positif sehingga membantu menahan tekanan tekanan terhadap rupiah.
Di samping itu, menurut dia, investor juga sedang menanti pengumuman peringkat oleh Standard & Poor's (S&P) dalam waktu dekat.
Kepala Riset NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada menambahkan bahwa pelemahan nilai tukar rupiah mulai terbatas karena para pelaku pasar uang merespons rilis Bank Indonesia terkait aliran dana asing yang meningkat sampai lima miliar dolar AS (year to date), meningkat dari 4,9 miliar dolar AS pada kuartal I 2016.
Di sisi lain, lanjut Reza, rencana pemerintah untuk memantau pelaksanaan Paket Kebijakan Ekonomi dengan membentuk satuan tugas serta pengumuman Fitch Rating yang mengafirmasi Indonesia di level investment grade akan menjadi sentimen positif bagi nilai tukar rupiah sehingga fluktuasinya terjaga.
Pewarta : Zubi Mahrofi
Editor : Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Presiden Prabowo: Alokasi anggaran mitigasi bencana harus ditambah signifikan
07 September 2026 14:38 WIB
Menhub: Penutupan sementara 8 bandara diperpanjang hingga Senin pukul 09.00 WIB
07 September 2026 9:23 WIB
ANTARA melatih mahasiswa UKM Pers teknik penulisan standar kantor berita
05 September 2026 10:21 WIB
Presiden Prabowo menjelaskan kesamaan filosofi Odin v pole ne voin-gotong royong
04 September 2026 6:26 WIB
Prabowo: Pertumbuhan ekonomi harus angkat jutaan orang keluar dari kemiskinan
03 September 2026 16:48 WIB
Presiden Prabowo yakini pelayaran langsung perkuat konektivitas RI-Rusia
03 September 2026 16:45 WIB
Presiden Prabowo: FTA Indonesia-EAEU membuka akses ke 290 juta konsumen RI
03 September 2026 16:44 WIB