Magelang, Antara Jateng - Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata Pemerintah Kota Magelang, Jawa Tengah merumuskan cerita terkait dengan Gunung Tidar guna memperkuat aktivitas kepariwisataan di daerah itu.

"Sekarang ini banyak versi cerita tentang Gunung Tidar dibawa para pengunjung yang umumnya wisatawan ziarah," kata Kepala Seksi Sejarah dan Purbakala Disporabudpar Pemkot Magelang Sugeng Priyadi di Magelang, Jumat.

Gunung Tidar terletak di tengah Kota Magelang dan hingga saat ini cukup banyak kunjungan wisata, terutama wisata ziarah, pada hari-hari tertentu. Di tempat tersebut, terdapat tiga makam atau petilasan, masing-masing Syekh Subakir, Kiai Sepanjang, dan Kiai Semar.

Ia menjelaskan tentang pentingnya buku cerita Gunung Tidar yang akan dikeluarkan oleh Disporabudpar Pemkot Magelang, terutama untuk memberikan pengetahuan dan wawasan kepada generasi muda.

Dialog kebudayaan terkait dengan Gunung Tidar dilaksanakan beberapa waktu lalu, katanya, menjadi bagian dari proses perumusan cerita Gunung Tidar tersebut.

Selain itu, katanya, acara rembuk sejarah tentang Gunung Tidar dalam rangkaian pameran "Magelang Tempo Doeloe", 13-15 Mei 2016, di alun-alun setempat, juga dimanfaatkan instansi tersebut sebagai ajang mengumpulkan berbagai informasi lainnya terkait dengan cerita gunung itu.

"'Output-nya' buku legenda dan sejarah Gunung Tidar. Sekarang masih proses penyusunan rumusan, rencananya proses menjadi buku antara Oktober sampai Desember nanti, sehingga tahun depan bukunya sudah bisa disebarluaskan termasuk kepada peziarah," katanya.

Buku cerita Gunung Tidar yang akan dikeluarkan oleh pemkot setempat, ujarnya, juga menjadi acuan juru kunci objek wisata ziarah di Kota Magelang itu, dalam menyampaikan informasi tentang gunung tersebut kepada masyarakat luas dan wisatawan.

Pada kesempatan itu, ia mencontohkan tentang sejumlah versi cerita Gunung Tidar yang diperoleh selama ini, antara lain terkait dengan makam Kiai Sepanjang atau kuburan senjatanya, makam Kiai Semar atau tempat moksa sosok itu, dan petilasan atau makam Syekh Subakir.

Selain itu, katanya, tentang Gunung Tidar sebagai tempat Syekh Subakir perang tanding melawan jin penunggunya dan terkait dengan nama "Tidar" sebagai sebutan dari "ati udhar" (hati yang terurai) atau "mukti kedadar" (tempat mencapai sukses).

"Melalui rumusan cerita yang akan dikeluarkan Disporabudpar itu, hal-hal yang berbau mistis tentang Gunung Tidar akan diberi penjelasan yang masuk akal, bukan disimpangkan. Untuk itu kami perlu menghimpun banyak informasi terlebih dahulu," katanya.

Pewarta : M Hari Atmoko
Editor : Mahmudah
Copyright © ANTARA 2024