Dee Enggan Didikte Kritik dan Pujian dalam Berkarya
Sabtu, 7 Mei 2016 14:37 WIB
Dewi Lestari dalam "15 Tahun Supernova: Bintang Jatuh Hingga Embun Pagi" di Galeri Indonesia Kaya, Jakarta, Minggu (28/2/2016). (Image Dynamics)
Jakarta, Antara Jateng - Penulis Dewi Lestari Simangunsong atau akrab disapa Dee mengaku tak luput dari kritikan dan pujian dalam berkarya. Kendati begitu, dia enggan kedua hal itu mendiktenya dalam berkarta.
"Kritik atau pujian saya dengarkan, tetapi tidak saya masukkan ke dalam hati. Saya enggak mau didikte oleh kritik atau pujian," ujar Dee di sela penyelenggaraan ASEAN Literary Festival 2016, di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Sabtu.
Menurut perempuan yang beberapa waktu lalu menelurkan karya Inteligensi Embun Pagi itu, sebagai penulis, tugasnya hanya berkarya apapun yang disukai.
"Tugas saya berkarya, berkarya apa yang saya suka," kata perempuan yang gemar membaca komik Wiro Sableng itu.
Dee juga enggan ambil pusing mengaktegorikan diri sebagai penulis aliran mana. Dia secara sukarela membiarkan kritikus atau pengamat sastra yang menentukan ada di aliran mana Dee berada.
"Kalau saya bandingkan karya saya dengan sastrawan, Supernova enggak di sana. Kalau di Urban, karya saya enggak di sana juga. Saya enggak mau pusing apapun kategorinya. Masuk ke aliran mana, biarlah kritikus atau pengamat sastra yang menentukan," tutur dia.
"Kritik atau pujian saya dengarkan, tetapi tidak saya masukkan ke dalam hati. Saya enggak mau didikte oleh kritik atau pujian," ujar Dee di sela penyelenggaraan ASEAN Literary Festival 2016, di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Sabtu.
Menurut perempuan yang beberapa waktu lalu menelurkan karya Inteligensi Embun Pagi itu, sebagai penulis, tugasnya hanya berkarya apapun yang disukai.
"Tugas saya berkarya, berkarya apa yang saya suka," kata perempuan yang gemar membaca komik Wiro Sableng itu.
Dee juga enggan ambil pusing mengaktegorikan diri sebagai penulis aliran mana. Dia secara sukarela membiarkan kritikus atau pengamat sastra yang menentukan ada di aliran mana Dee berada.
"Kalau saya bandingkan karya saya dengan sastrawan, Supernova enggak di sana. Kalau di Urban, karya saya enggak di sana juga. Saya enggak mau pusing apapun kategorinya. Masuk ke aliran mana, biarlah kritikus atau pengamat sastra yang menentukan," tutur dia.
Pewarta : Antaranews
Editor : Totok Marwoto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Video Viral Kapolda Jateng enggan bersalaman dengan Andika Perkasa, Ini kata Kabidhumas
26 September 2024 10:39 WIB, 2024
Puan Maharani enggan komentari kritik kalangan kampus terhadap Jokowi
02 February 2024 15:08 WIB, 2024
Lanjutan Pro Liga 2023, Jakarta Pertamina Fastron enggan "gas pol" di Purwokerto
11 January 2023 22:01 WIB, 2023
Terpopuler - Musik, Film, dan TV
Lihat Juga
Mudji Massaid tak mau Komentar soal Kasus Reza Artamevia Terkait Narkoba
30 August 2016 15:32 WIB, 2016