Bisnis "E-Commerce" Semakin Marak
Minggu, 17 April 2016 18:54 WIB
ilustrasi
Semarang, Antara Jateng - Perusahaan penjualan Indonetwork menyatakan bisnis "e-commerce" atau perdagangan melalui jaringan internet terus tumbuh positif seiring dengan tingginya jumlah pengguna teknologi digital.
"Secara umum bisnis 'e-commerce' di Indonesia masih kurang dari 1 persen dari pangsa pasar ritel yang ada," kata Co-founder Indonetwork Ryn Hermawan di Semarang, Minggu.
Melihat realitas tersebut, artinya dari sisi peluang, bisnis "e-commerce" ini masih cukup besar. Oleh karena itu, pihaknya berharap pelaku usaha menangkap peluang tersebut.
Jenis sistem penjualan yang ditawarkan oleh bisnis "e-commerce", kata dia, bermacam-macam, di antaranya penjualan dari produsen ke konsumen dan penjualan dari konsumen ke konsumen.
"Kalau kami sifatnya mencarikan pasar produk-produk dari pelaku UKM. Dalam hal ini tidak hanya dalam bentuk produk, tetapi juga jasa hingga tender," katanya.
Terkait dengan hal itu pihaknya menyatakan bisnis "e-commerce" sangat menjanjikan. Bahkan, pertumbuhan rata-rata untuk perusahaan "e-commerce" yang sudah cukup besar sangat memuaskan.
"Ukurannya bukan lagi pertumbuhan dari tahun ke tahun, melainkan sudah dari bulan ke bulan. Untuk pertumbuhan perusahaan yang sudah cukup besar dari awal tahun hingga akhir tahun, bisa sampai tujuh kali lipat," katanya.
Sementara itu, peluang pasar bisnis "e-commerce" tersebut juga dilirik oleh perusahaan asing. Bahkan, sudah ada akuisisi perusahaan asing dengan lokal untuk menjaring pasar yang lebih luas lagi.
"Bisnis ini sudah mulai menggeliat dari 2012 hingga saat ini. Indonesia sendiri merupakan pasar yang menarik bagi perusahaan asing," katanya.
Oleh karena itu, pihaknya berharap pertumbuhan dan peluang ini tidak hanya dapat ditangkap oleh perusahaan asing yang ingin memasarkan barang ke Indonesia, tetapi juga pelaku usaha lokal.
Ia menekankan bahwa pelaku usaha dalam negeri harus berani memperluas jangkauan pasar tidak hanya ke pasar domestik, tetapi juga luar negeri.
"Secara umum bisnis 'e-commerce' di Indonesia masih kurang dari 1 persen dari pangsa pasar ritel yang ada," kata Co-founder Indonetwork Ryn Hermawan di Semarang, Minggu.
Melihat realitas tersebut, artinya dari sisi peluang, bisnis "e-commerce" ini masih cukup besar. Oleh karena itu, pihaknya berharap pelaku usaha menangkap peluang tersebut.
Jenis sistem penjualan yang ditawarkan oleh bisnis "e-commerce", kata dia, bermacam-macam, di antaranya penjualan dari produsen ke konsumen dan penjualan dari konsumen ke konsumen.
"Kalau kami sifatnya mencarikan pasar produk-produk dari pelaku UKM. Dalam hal ini tidak hanya dalam bentuk produk, tetapi juga jasa hingga tender," katanya.
Terkait dengan hal itu pihaknya menyatakan bisnis "e-commerce" sangat menjanjikan. Bahkan, pertumbuhan rata-rata untuk perusahaan "e-commerce" yang sudah cukup besar sangat memuaskan.
"Ukurannya bukan lagi pertumbuhan dari tahun ke tahun, melainkan sudah dari bulan ke bulan. Untuk pertumbuhan perusahaan yang sudah cukup besar dari awal tahun hingga akhir tahun, bisa sampai tujuh kali lipat," katanya.
Sementara itu, peluang pasar bisnis "e-commerce" tersebut juga dilirik oleh perusahaan asing. Bahkan, sudah ada akuisisi perusahaan asing dengan lokal untuk menjaring pasar yang lebih luas lagi.
"Bisnis ini sudah mulai menggeliat dari 2012 hingga saat ini. Indonesia sendiri merupakan pasar yang menarik bagi perusahaan asing," katanya.
Oleh karena itu, pihaknya berharap pertumbuhan dan peluang ini tidak hanya dapat ditangkap oleh perusahaan asing yang ingin memasarkan barang ke Indonesia, tetapi juga pelaku usaha lokal.
Ia menekankan bahwa pelaku usaha dalam negeri harus berani memperluas jangkauan pasar tidak hanya ke pasar domestik, tetapi juga luar negeri.
Pewarta : Aris Wasita
Editor : hernawan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Objek Wisata Geologi Oro-oro Kesongo Blora kembali mengalami semburkan lumpur
07 August 2026 20:22 WIB
Terpopuler - Makro
Lihat Juga
Pertamina hentikan operasional SPBU Jenderal Sudirman di Kudus karena belum penuhi SOP
05 August 2026 20:05 WIB
Sinergi Bank bjb - Pemkot Bogor hadirkan kepastian masa depan bagi Ketua RT-RW-LPM
27 July 2026 10:29 WIB
BRI sukses tekan Cost of Fund dan perkuat profitabilitas di bawah supervisi Danantara
08 July 2026 22:39 WIB