Rupiah Menguat 30 Poin
Senin, 4 April 2016 11:39 WIB
Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Senin pagi bergerak menguat sebesar 30 poin menjadi Rp13.148 dibandingkan sebelumnya di posisi Rp13.178 per dolar AS. (ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf/nz/16).
"Nilai tukar rupiah menguat sejalan dengan penguatan mayoritas kurs di kawasan Asia terhadap dolar AS. Ruang penguatan rupiah diperkirakan masih tersedia didukung baik oleh faktor eksternal serta domestik," kata ekonom Samuel Sekuritas Rangga Cipta di Jakarta, Senin.
Dari domestik, ia mengemukakan bahwa angka cadangan devisa yang sedianya akan diumumkan pada pekan ini diperirakan naik. Pada pertengahan April 2016 ini juga akan diumumkan data neraca perdagangan yang diproyeksikan membaik, beserta pengumuman tingkat suku bunga acuan Bank Indonesia (BI rate).
"Dengan ekspektasi inflasi yang stabil, ruang pemangkasan BI rate di tahun ini masih cukup tersedia," katanya.
Ia menambahkan bahwa penguatan rupiah terhadap dolar AS juga sejalan dengan penurunan imbal hasil surat utang negara (SUN) di mana tenor 10 tahun sudah mencapai 7,5 persen. Menurunnya imbal hasil itu menandakan berkurangnya risiko di Indonesia.
Ia mengatakan bahwa data tenaga kerja Amerika Serikat pada Maret 2016 terlihat sedikit mengecewakan sehingga kembali menambah peluang bank sentral AS (Fed rate) belum akan menaikan suku bunganya pada pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) di akhir April 2016.
Kendati demikian, lanjut dia, penguatan mata uang rupiah itu masih dibatasi oleh harga minyak dunia yang kembali terdepresiasi. Terpantau, Harga minyak mentah jenis WTI Crude pada Senin (4/4) pagi ini berada di level 36,41 dolar AS per barel, menurun 1,03 persen. Sementara minyak mentah jenis Brent Crude di posisi 38,37 dolar AS per barel, melemah 0,78 persen.
Dari domestik, ia mengemukakan bahwa angka cadangan devisa yang sedianya akan diumumkan pada pekan ini diperirakan naik. Pada pertengahan April 2016 ini juga akan diumumkan data neraca perdagangan yang diproyeksikan membaik, beserta pengumuman tingkat suku bunga acuan Bank Indonesia (BI rate).
"Dengan ekspektasi inflasi yang stabil, ruang pemangkasan BI rate di tahun ini masih cukup tersedia," katanya.
Ia menambahkan bahwa penguatan rupiah terhadap dolar AS juga sejalan dengan penurunan imbal hasil surat utang negara (SUN) di mana tenor 10 tahun sudah mencapai 7,5 persen. Menurunnya imbal hasil itu menandakan berkurangnya risiko di Indonesia.
Ia mengatakan bahwa data tenaga kerja Amerika Serikat pada Maret 2016 terlihat sedikit mengecewakan sehingga kembali menambah peluang bank sentral AS (Fed rate) belum akan menaikan suku bunganya pada pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) di akhir April 2016.
Kendati demikian, lanjut dia, penguatan mata uang rupiah itu masih dibatasi oleh harga minyak dunia yang kembali terdepresiasi. Terpantau, Harga minyak mentah jenis WTI Crude pada Senin (4/4) pagi ini berada di level 36,41 dolar AS per barel, menurun 1,03 persen. Sementara minyak mentah jenis Brent Crude di posisi 38,37 dolar AS per barel, melemah 0,78 persen.
Pewarta : Zubi Mahrofi
Editor : Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Tim SAR kembali sisir daratan Carita hingga Pantai Anyer cari jurnalis dan kru kapal yang hilang
17 September 2026 9:31 WIB
TNI AU sebut empat tersangka penganiaya AMF hingga tewas terancam dipecat
16 September 2026 12:51 WIB
Perum LKBN ANTARA perkuat peran sebagai "gateway" Indonesia ke Asia dan dunia
15 September 2026 11:14 WIB
Korban selamat kecelakaan laut KMP Virgo dirawat sejumlah RS di Banjarmasin
15 September 2026 10:46 WIB
Basarnas mencari 129 korban KM Virgo hingga 2.600 mil laut dari titik koordinat
14 September 2026 14:40 WIB
Tiga kapal TNI AL dilibatkan untuk pencarian lima jurnalis di Selat Sunda
10 September 2026 11:32 WIB
KPK menduga ada tarif tertentu untuk promosi jabatan di lingkungan Pemkab Pemalang
10 September 2026 10:40 WIB