Indonesia kini Miliki 11 Cagar Budaya Biosfer
Minggu, 20 Maret 2016 15:31 WIB
Penetapan itu dilakukan pada sidang Dewan Koordinasi International (International Coordinating Council/ICC) Program MAB (Man and the Biosphere/Manusia dan Biosfer)) ke-28 di Kota Lima, Peru pada 18-20 Maret 2016.
Duta Besar/Wakil Delegasi Tetap RI untuk UNESCO yang berkedudukan di Paris TA Fauzi Soelaiman kepada ANTARA London, Minggu menyebutkan bahwa Cagar Biosfer Belambangan juga diakui sebagai salah satu anggota jaringan Cagar Biosfer Dunia oleh UNESCO.
Pada sidang itu Delegasi RI terdiri dari Ketua Komite Nasional Program MAB Indonesia Enny Sudarmonowati, Dubes/Wakil Delegasi Tetap RI untuk UNESCO T A Fauzi Soelaiman, Direktur Eksekutif Komite Nasional Program MAB Indonesia Y Purwanto dan unsur KBRI di Peru.
Enny Sudarmonowati menyatakan penetapan Cagar Biosfer Belambangan sebagai Cagar Biosfer kedua di Provinsi Jawa Timur membuktikan bahwa komitmen dan kesadaran pemerintah daerah semakin meningkat dan memandang perlunya konservasi sekaligus pembangunan berkelanjutan.
Fenomena ini juga terjadi di pemerintah daerah lainnya sehingga diharapkan dalam waktu dekat Indonesia akan menambah jumlah cagar biosfer lagi.
Cagar Biosfer Belambangan meliputi kawasan seluas 678.947,36 ha yang terbagi ke dalam tiga zona yaitu area inti seluas 127.855,62 ha yang meliputi empat kawasan konservasi terdiri atas tiga Taman Nasional (TN Alas Purwo, TN Baluran, dan TN Meru Betiri) dan satu Cagar Alam Kawah Ijen, zona penyangga seluas 230.277,4 ha dan area transisi 320.814.34 ha.
Menurut TA Fauzi Soelaiman, salah satu poin yang dapat dicatat sebagai nilai positif dari cagar bisofer ini adalah adanya sinergi dan kerja sama antar pemangku kepentingan di cagar biosfer tersebut Seperti Pengelola Kawasan Konservasi (Balai Taman Nasional dan PHKA), Pemerintah Daerah Provinsi dan Pemda Kabupaten dan Kota, masyarakat lokal, LSM dan sektor swasta.
Kerjasama tersebut diharapkan dapat menjadi contoh bagi pengelolaan cagar biosfer lainnya, ujarnya.
Tahun ini UNESCO mengukuhkan 20 Cagar Biosfer bBaru dan salah satunya adalah Cagar Biosfer Belambangan.
Dengan penambahan cagar biosfer baru tersebut, maka jumlah cagar biosfer di dunia berjumlah 669 yang tersebar di 120 negara.
Dengan ditetapkannya Cagar Biosfer Belambangan, maka sekarang Indonesia memiliki 11 cagar biosfer meliputi Cagar Biosfer Cibodas (1977), CB Komodo (1977), CB Lore Lindu (1977), CB Tanjung Putting (1977), CB Pulau Siberut (1981), CB Gunung Leuser (1981), CB Giam Siak Kecil-Bukit Batu (2009), CB Wakatobi (2012), CB Bromo Tengger Semeru-Arjuno (2015), CB Taka Bonerate-Kepulauan Selayar (2015), dan CB Belambangan (2016).
Duta Besar/Wakil Delegasi Tetap RI untuk UNESCO yang berkedudukan di Paris TA Fauzi Soelaiman kepada ANTARA London, Minggu menyebutkan bahwa Cagar Biosfer Belambangan juga diakui sebagai salah satu anggota jaringan Cagar Biosfer Dunia oleh UNESCO.
Pada sidang itu Delegasi RI terdiri dari Ketua Komite Nasional Program MAB Indonesia Enny Sudarmonowati, Dubes/Wakil Delegasi Tetap RI untuk UNESCO T A Fauzi Soelaiman, Direktur Eksekutif Komite Nasional Program MAB Indonesia Y Purwanto dan unsur KBRI di Peru.
Enny Sudarmonowati menyatakan penetapan Cagar Biosfer Belambangan sebagai Cagar Biosfer kedua di Provinsi Jawa Timur membuktikan bahwa komitmen dan kesadaran pemerintah daerah semakin meningkat dan memandang perlunya konservasi sekaligus pembangunan berkelanjutan.
Fenomena ini juga terjadi di pemerintah daerah lainnya sehingga diharapkan dalam waktu dekat Indonesia akan menambah jumlah cagar biosfer lagi.
Cagar Biosfer Belambangan meliputi kawasan seluas 678.947,36 ha yang terbagi ke dalam tiga zona yaitu area inti seluas 127.855,62 ha yang meliputi empat kawasan konservasi terdiri atas tiga Taman Nasional (TN Alas Purwo, TN Baluran, dan TN Meru Betiri) dan satu Cagar Alam Kawah Ijen, zona penyangga seluas 230.277,4 ha dan area transisi 320.814.34 ha.
Menurut TA Fauzi Soelaiman, salah satu poin yang dapat dicatat sebagai nilai positif dari cagar bisofer ini adalah adanya sinergi dan kerja sama antar pemangku kepentingan di cagar biosfer tersebut Seperti Pengelola Kawasan Konservasi (Balai Taman Nasional dan PHKA), Pemerintah Daerah Provinsi dan Pemda Kabupaten dan Kota, masyarakat lokal, LSM dan sektor swasta.
Kerjasama tersebut diharapkan dapat menjadi contoh bagi pengelolaan cagar biosfer lainnya, ujarnya.
Tahun ini UNESCO mengukuhkan 20 Cagar Biosfer bBaru dan salah satunya adalah Cagar Biosfer Belambangan.
Dengan penambahan cagar biosfer baru tersebut, maka jumlah cagar biosfer di dunia berjumlah 669 yang tersebar di 120 negara.
Dengan ditetapkannya Cagar Biosfer Belambangan, maka sekarang Indonesia memiliki 11 cagar biosfer meliputi Cagar Biosfer Cibodas (1977), CB Komodo (1977), CB Lore Lindu (1977), CB Tanjung Putting (1977), CB Pulau Siberut (1981), CB Gunung Leuser (1981), CB Giam Siak Kecil-Bukit Batu (2009), CB Wakatobi (2012), CB Bromo Tengger Semeru-Arjuno (2015), CB Taka Bonerate-Kepulauan Selayar (2015), dan CB Belambangan (2016).
Pewarta : Antaranews
Editor : Totok Marwoto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Layanan kemoterapi di RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus kini bisa diakses pasien JKN-KIS
09 December 2025 13:36 WIB
Perbaikan jalan provinsi Kendal–Temanggung, 95 persen ruas di Jateng kini berstatus mantap
01 December 2025 14:49 WIB
KSBN sebagai jembatan antara warisan budaya masa lalu dan inovasi seni masa kini
18 November 2025 8:56 WIB
Terpopuler - Umum
Lihat Juga
Kak Seto Minta Dinsos Awasi Panti agar tidak Terjadi Tindak Kekerasan
31 January 2017 15:39 WIB, 2017
Ketinggian Air Bengawan Solo di Lamongan Siaga I , Daerah Hilir diminta Waspada
31 January 2017 11:31 WIB, 2017
Khofifah Bangga Lahir dari "Rahim" NU Dibesarkan dalam Tradisi Organisasi Islam
31 January 2017 11:22 WIB, 2017
Menlu: 24 Jenazah Korban Kapal sudah Ditemukan, Delapan Siap Dipulangkan
27 January 2017 18:48 WIB, 2017
Menlu Pastikan Endah Cakrawati menjadi Korban Pesawat Jatuh di Australia
27 January 2017 17:38 WIB, 2017