"Sedang kita siapkan berbagai arsip tentang Borobudur agar Candi Borobudur mendapat pengakuan sebagai 'Memory of The World'. Maret sampai April kami sedang menyiapkan dokumen-dokumen pengusulannya, 'dateline-nya' Mei sudah masuk ke UNESCO," kata Kepala Balai Konservasi Borobudur Marsis Sutopo didampingi Kepala Seksi Layanan Konservasi Iskandar M Siregar di Borobudur, Senin.
Pada 1991, Candi Borobudur yang dibangun sekitar abad ke-8 pada masa pemerintahan Dinasti Syailendra itu mendapat sertifikat UNESCO sebagai Warisan Dunia, sedangkan hingga saat ini UNESCO memberikan status "Memory of The World" kepada empat peninggalan di Indonesia, yakni Babad Diponegoro, Kitab La Galigo, Arsip Konferensi Asia Afrika, dan Arsip VOC.
Ia menyebutkan berbagai arsip tentang Candi Borobudur yang sedang disiapkan itu, antara lain gambar dan peta kalkir berjumlah 6.043 lembar, foto pemugaran Candi Borobudur berjumlah 71.851 lembar, klise foto yang disebut sebagai "negatif kaca" 7.024 keping, negatif film 65.741 frame, foto slide 13.512 frame, film roll enam film.
Ia mengatakan sidang penentuan status "Memory of The World" oleh UNESCO pada Desember 2017.
Pada kesempatan itu, Marsis juga mengatakan bahwa tiga dokumen lainnya dari Indonesia yang diusulkan pada 2016 untuk mendapatkan sertifikat tersebut dari UNESCO, yakni arsip rekonstruksi Aceh pascatsunami 2004, arsip Gerakan Non-Blok, dan Cerita Panji dari Jawa Timur.
"Untuk dokumen-dokumen tentang Candi Borobudur sejak penanganan pada masa Belanda hingga restorasi pada 1973-1993 ada di Studio Restorasi di Kompleks Balai Konservasi Borobudur," katanya.
Ia mengatakan rencana tersebut sebagai bagian dari peringatan 25 tahun Candi Borobudur mendapatkan sertifikat "Warisan Dunia" dari UNESCO yang jatuh pada 13 Desember 2016.
Berbagai kegiatan disiapkan Balai Konservasi Borobudur terkait dengan peringatan tersebut, antara lain pameran konservasi Borobudur, lokakarya cagar budaya, bazar produk industri kerajinan masyarakat kawasan Candi Borobudur, dan seminar Candi Borobudur.
Pada 1991, Candi Borobudur yang dibangun sekitar abad ke-8 pada masa pemerintahan Dinasti Syailendra itu mendapat sertifikat UNESCO sebagai Warisan Dunia, sedangkan hingga saat ini UNESCO memberikan status "Memory of The World" kepada empat peninggalan di Indonesia, yakni Babad Diponegoro, Kitab La Galigo, Arsip Konferensi Asia Afrika, dan Arsip VOC.
Ia menyebutkan berbagai arsip tentang Candi Borobudur yang sedang disiapkan itu, antara lain gambar dan peta kalkir berjumlah 6.043 lembar, foto pemugaran Candi Borobudur berjumlah 71.851 lembar, klise foto yang disebut sebagai "negatif kaca" 7.024 keping, negatif film 65.741 frame, foto slide 13.512 frame, film roll enam film.
Ia mengatakan sidang penentuan status "Memory of The World" oleh UNESCO pada Desember 2017.
Pada kesempatan itu, Marsis juga mengatakan bahwa tiga dokumen lainnya dari Indonesia yang diusulkan pada 2016 untuk mendapatkan sertifikat tersebut dari UNESCO, yakni arsip rekonstruksi Aceh pascatsunami 2004, arsip Gerakan Non-Blok, dan Cerita Panji dari Jawa Timur.
"Untuk dokumen-dokumen tentang Candi Borobudur sejak penanganan pada masa Belanda hingga restorasi pada 1973-1993 ada di Studio Restorasi di Kompleks Balai Konservasi Borobudur," katanya.
Ia mengatakan rencana tersebut sebagai bagian dari peringatan 25 tahun Candi Borobudur mendapatkan sertifikat "Warisan Dunia" dari UNESCO yang jatuh pada 13 Desember 2016.
Berbagai kegiatan disiapkan Balai Konservasi Borobudur terkait dengan peringatan tersebut, antara lain pameran konservasi Borobudur, lokakarya cagar budaya, bazar produk industri kerajinan masyarakat kawasan Candi Borobudur, dan seminar Candi Borobudur.