Hanafi Rais Minta BIN Beri Perhatian Khusus Gafatar
Rabu, 13 Januari 2016 15:13 WIB
Hanafi Rais (ANTARANews/Zul Sikumbang)
"Ternyata Gafatar ini tidak sekadar ormas, tetapi tampaknya banyak hal yang menjadi pertanyaan, tentu nanti kita minta BIN dan juga aparat yang lain untuk punya perhatian yang khusus," ujar Hanafi di Jakarta, Rabu.
Hanafi memandang Gafatar kerap merekrut perempuan berlatar belakang medis atau pekerja sosial, serta memutus hubungan kekerabatan dengan keluarga.
Menurut dia, hal ini jelas bisa merusak harmoni masyarakat, keluarga maupun kohesivitas masyarakat.
Dia juga menekankan perlunya penelusuran apakah Gafatar telah berganti nama dengan nama lain atau tidak.
"Pencegahan dan penanganan dini saya kira itu yang menjadi penting," kata dia.
Sementara itu berkaitan dengan pernyataan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo bahwa Gafatar organisasi terlarang, Hanafi menilai penegasan itu sebagai salah satu hal preventif pemerintah untuk melindungi masyarakat.
Beberapa hari belakangan organisasi Gafatar menjadi pembicaraan setelah dikaitkan dengan hilangnya sejumlah orang di daerah. Organisasi Gafatar ini dikenal sebagai organisasi sosial dan memiliki situs resmi sendiri, namun belakangan organisasi tersebut diduga menyimpang.
Hanafi memandang Gafatar kerap merekrut perempuan berlatar belakang medis atau pekerja sosial, serta memutus hubungan kekerabatan dengan keluarga.
Menurut dia, hal ini jelas bisa merusak harmoni masyarakat, keluarga maupun kohesivitas masyarakat.
Dia juga menekankan perlunya penelusuran apakah Gafatar telah berganti nama dengan nama lain atau tidak.
"Pencegahan dan penanganan dini saya kira itu yang menjadi penting," kata dia.
Sementara itu berkaitan dengan pernyataan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo bahwa Gafatar organisasi terlarang, Hanafi menilai penegasan itu sebagai salah satu hal preventif pemerintah untuk melindungi masyarakat.
Beberapa hari belakangan organisasi Gafatar menjadi pembicaraan setelah dikaitkan dengan hilangnya sejumlah orang di daerah. Organisasi Gafatar ini dikenal sebagai organisasi sosial dan memiliki situs resmi sendiri, namun belakangan organisasi tersebut diduga menyimpang.
Pewarta : Antaranews
Editor : Totok Marwoto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Presiden Prabowo: Alokasi anggaran mitigasi bencana harus ditambah signifikan
07 September 2026 14:38 WIB
Menhub: Penutupan sementara 8 bandara diperpanjang hingga Senin pukul 09.00 WIB
07 September 2026 9:23 WIB
ANTARA melatih mahasiswa UKM Pers teknik penulisan standar kantor berita
05 September 2026 10:21 WIB
Presiden Prabowo menjelaskan kesamaan filosofi Odin v pole ne voin-gotong royong
04 September 2026 6:26 WIB
Prabowo: Pertumbuhan ekonomi harus angkat jutaan orang keluar dari kemiskinan
03 September 2026 16:48 WIB
Presiden Prabowo yakini pelayaran langsung perkuat konektivitas RI-Rusia
03 September 2026 16:45 WIB
Presiden Prabowo: FTA Indonesia-EAEU membuka akses ke 290 juta konsumen RI
03 September 2026 16:44 WIB
Terpopuler - Politik dan Hankam
Lihat Juga
Zulkifli Hasan Berharap Jakarta Kembali Tenang dan Damai Setelah Pilkada
02 February 2017 6:50 WIB, 2017
Agus: Saya hanya Sampaikan "Salam Hormat" ke Pak Maruf dan Pengurus PBNU
01 February 2017 19:04 WIB, 2017
" Presiden Jokowi Ingin Bertemu Saya, Tapi Dilarang Dua-Tiga di Sekeliling Beliau," Kata SBY
01 February 2017 18:35 WIB, 2017
Tim Anies-Sandi: Kegiatan PT MWS pada Masyarakat Tentang Reklamasi Pulau G Memaksakan Ambisi
01 February 2017 17:17 WIB, 2017
Setnov: NU Salalu Hadir sebagai Organisasi yang Suarakan Perdamaian dan Kesejukan
01 February 2017 16:41 WIB, 2017
Ahok Menyayangkan ada Pihak yang Mengadu Domba bahwa Dia Menghina Integritas PBNU
01 February 2017 16:12 WIB, 2017
Din: Tudingan Ahok Terhadap Maruf Bernada Sarkastik dan Sangat Menghina
01 February 2017 15:58 WIB, 2017
SBY perlu Klarifikasi Pernyataan Kuasa Hukum Ahok yang Mengkaitkan Fatwa MUI
01 February 2017 14:56 WIB, 2017