SMK Muhammadiyah Kudus Gandeng Axioo
Rabu, 6 Januari 2016 21:20 WIB
Seorang siswa SMKN 4 Kendari (kanan) menunjukan cara merakit komputer kepada pengunjung di stan Dinas Pendidikan Sultra saat Sultra Ekspo di Kendari, Sultra. Jumat (14/10). FOTO ANTARA/Zabur Karuru/ss/Spt/11
Menurut Kepala SMK Muhammadiyah Kudus Supriyadi di Kudus, Rabu, jalinan komunikasi dengan perusahaan Axioo sudah dilakukan dan dalam waktu dekat kerja sama tersebut akan diresmikan.
Supriyadi menjelaskan bahwa kelas industri tersebut untuk siswa jurusan teknik komputer dan Jaringan (TKJ).
Perbedaannya dengan kelas reguler, kata dia, pada kelas industri akan ada tambahan kurikulum industri, sedangkan kelas reguler hanya menerapkan kurikulum nasional dan Cisco.
Untuk merealisasikan kerja sama tersebut, kelak akan ada perwakilan guru yang akan mengikuti pelatihan untuk pelatih (training of trainer/TOT) di perusahaan Axioo tersebut.
"Setelah mengikuti TOT, guru tersebut diproyeksikan menjadi instruktur di bidang teknologi informasi bagi siswa SMK Muhammadiyah maupun guru lainnya," ujarnya.
Informasinya, lanjut dia, perusahaan tersebut juga akan membantu penyediaan peralatan pendukung dalam pembelajaran kelas industri.
Ia mengatakan bahwa siswa yang akan masuk ke kelas industri akan mengikuti seleksi terlebih dahulu karena diutamakan siswa yang memang secara akademik lebih unggul.
Adanya kerja sama tersebut, kata Supriyadi, siswa akan diuntungkan karena tidak perlu mengeluarkan biaya dalam memperoleh sertifikat internasional di bidang perakitan dan perbaikan laptop hingga sembilan kali.
"Kelak, SMK Muhammadiyah Kudus juga akan menjadi rujukan perusahaan Axioo dalam berbagai hal terkait dengan produk mereka," ujarnya.
Supriyadi mengatakan bahwa siswa tidak hanya belajar merakit laptop, tetapi juga menyervis laptop yang mengalami kerusakan.
Terkait dengan peluang kerja di perusahaan Axioo, dia mengatakan bahwa tidak ada perjanjian mengenai hal itu. Namun, dengan kemampuan yang dimiliki siswa, tentunya tidak terlalu sulit mencari pekerjaan mengingat banyak perusahaan serupa.
Supriyadi menjelaskan bahwa kelas industri tersebut untuk siswa jurusan teknik komputer dan Jaringan (TKJ).
Perbedaannya dengan kelas reguler, kata dia, pada kelas industri akan ada tambahan kurikulum industri, sedangkan kelas reguler hanya menerapkan kurikulum nasional dan Cisco.
Untuk merealisasikan kerja sama tersebut, kelak akan ada perwakilan guru yang akan mengikuti pelatihan untuk pelatih (training of trainer/TOT) di perusahaan Axioo tersebut.
"Setelah mengikuti TOT, guru tersebut diproyeksikan menjadi instruktur di bidang teknologi informasi bagi siswa SMK Muhammadiyah maupun guru lainnya," ujarnya.
Informasinya, lanjut dia, perusahaan tersebut juga akan membantu penyediaan peralatan pendukung dalam pembelajaran kelas industri.
Ia mengatakan bahwa siswa yang akan masuk ke kelas industri akan mengikuti seleksi terlebih dahulu karena diutamakan siswa yang memang secara akademik lebih unggul.
Adanya kerja sama tersebut, kata Supriyadi, siswa akan diuntungkan karena tidak perlu mengeluarkan biaya dalam memperoleh sertifikat internasional di bidang perakitan dan perbaikan laptop hingga sembilan kali.
"Kelak, SMK Muhammadiyah Kudus juga akan menjadi rujukan perusahaan Axioo dalam berbagai hal terkait dengan produk mereka," ujarnya.
Supriyadi mengatakan bahwa siswa tidak hanya belajar merakit laptop, tetapi juga menyervis laptop yang mengalami kerusakan.
Terkait dengan peluang kerja di perusahaan Axioo, dia mengatakan bahwa tidak ada perjanjian mengenai hal itu. Namun, dengan kemampuan yang dimiliki siswa, tentunya tidak terlalu sulit mencari pekerjaan mengingat banyak perusahaan serupa.
Pewarta : Akhmad Nazaruddin
Editor : M Hari Atmoko
Copyright © ANTARA 2026
Terpopuler - Pendidikan
Lihat Juga
UMS wisuda 2.259 lulusan, rektor tekankan ilmu harus berbuah karya dan manfaat
25 September 2026 14:39 WIB
DPRD Blora awasi penimbunan lahan untuk lokasi pembangunan sekolah rakyat
24 September 2026 16:52 WIB
Studium Generale FISIP UIN Walisongo bahas pemuda dan kejahatan digital di era disrupsi
24 September 2026 8:47 WIB
Dua pejabat Baru UIN Walisongo dilantik, Rektor: Jadilah bagian dari solusi
24 September 2026 8:40 WIB
Walisongo PRC UIN Walisongo raih juara 1 Nasional Communication Scenario Competition Commfest 2026
23 September 2026 8:48 WIB