Posisi Tawar Tinggi, Jateng Siap Hadapi MEA
Senin, 4 Januari 2016 16:31 WIB
Ilustrasi - Sejumlah karyawan menyelesaikan proses menjahit di pabrik garmen PT. Eco Smart Garment Indonesia di Sambi, Boyolali, Jawa Tengah, Selasa (27/10). Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Kota Semarang menyatakan perusahaan garmen di Jawa Ten
"Indonesia, khususnya Jateng punya posisi tawar yang tinggi terutama menyangkut sumber daya manusia dan sumber daya alam," katanya di Semarang, Senin.
Ia menilai bahwa kualitas dari berbagai produk yang dihasilkan termasuk kemajuan teknologi, tidak kalah dengan barang-barang dari Brunei Darussalam, Filipina, dan Malaysia.
Menurut dia, yang perlu dilakukan saat ini terkait dengan pelaksanaan MEA adalah pemahaman kepada masyarakat Jateng bahwa MEA bukan sesuatu yang ditakuti tapi harus dihadapi.
"Pada prinsipnya, MEA itu tidak ditakuti tapi dihadapi karena kita punya berbagai keunggulan, dari 35 kabupaten/kota se-Jateng masing-masing daerah mempunyai produk unggulan dan 17 produk di antaranya siap diekspor," ujarnya.
Sri Puryono menjelaskan bahwa fasilitas yang diberikan jajaran Pemerintah Provinsi Jateng bagi masyarakat setempat dalam menghadapi MEA antara lain, memberikan pendidikan dan pelatihan kepada tenaga kerja serta beasiswa di berbagai bidang.
"Sementara itu, fasilitasi dalam bentuk tata niaga ekspor-impor adalah memberikan kemudahan persyaratan perizinan, berikan stimulus kredit untuk melakukan 'packing' produk unggulan seperti batik," katanya.
Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Kependudukan Jawa Tengah Wika Bintang menambahkan bahwa secara umum Jateng siap menghadapi MEA.
"Kendati demikian, kompetensi tenaga kerja masih perlu ditingkatkan agar mampu bersaing dengan negara lain," ujarnya.
Ia menilai bahwa kualitas dari berbagai produk yang dihasilkan termasuk kemajuan teknologi, tidak kalah dengan barang-barang dari Brunei Darussalam, Filipina, dan Malaysia.
Menurut dia, yang perlu dilakukan saat ini terkait dengan pelaksanaan MEA adalah pemahaman kepada masyarakat Jateng bahwa MEA bukan sesuatu yang ditakuti tapi harus dihadapi.
"Pada prinsipnya, MEA itu tidak ditakuti tapi dihadapi karena kita punya berbagai keunggulan, dari 35 kabupaten/kota se-Jateng masing-masing daerah mempunyai produk unggulan dan 17 produk di antaranya siap diekspor," ujarnya.
Sri Puryono menjelaskan bahwa fasilitas yang diberikan jajaran Pemerintah Provinsi Jateng bagi masyarakat setempat dalam menghadapi MEA antara lain, memberikan pendidikan dan pelatihan kepada tenaga kerja serta beasiswa di berbagai bidang.
"Sementara itu, fasilitasi dalam bentuk tata niaga ekspor-impor adalah memberikan kemudahan persyaratan perizinan, berikan stimulus kredit untuk melakukan 'packing' produk unggulan seperti batik," katanya.
Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Kependudukan Jawa Tengah Wika Bintang menambahkan bahwa secara umum Jateng siap menghadapi MEA.
"Kendati demikian, kompetensi tenaga kerja masih perlu ditingkatkan agar mampu bersaing dengan negara lain," ujarnya.
Pewarta : Wisnu Adhi Nugroho
Editor : Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
KAI Daop IV siapkan layanan shuttle dari Kudus ke stasiun KA di Semarang
15 September 2026 22:55 WIB
Pemkab Kudus memanfaatkan bantuan CSR Bank Jateng untuk peningkatan UMKM
15 September 2026 22:32 WIB
Rembang terapkan metode tanam PM-AAS dengan harapan dongkrak produktivitas padi
15 September 2026 22:28 WIB
Terpopuler - Makro
Lihat Juga
Pemkab Kudus memanfaatkan bantuan CSR Bank Jateng untuk peningkatan UMKM
15 September 2026 22:32 WIB
Rembang terapkan metode tanam PM-AAS dengan harapan dongkrak produktivitas padi
15 September 2026 22:28 WIB
Realisasi penyaluran pupuk bersubsidi di Blora capai 64,97 persen tahun 2026
13 August 2026 19:52 WIB