MPR: Pemuda Indonesia Perlu Disiapkan Hadapi MEA
Senin, 28 Desember 2015 13:15 WIB
Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid (Antara News / Try Reza Essra)
"Saya tidak melihat keseriusan pemerintah untuk menyiapkan anak muda Indonesia menghadapi MEA, padahal itu sangat penting," katanya di ruang kerjanya, Gedung Nusantara III, Jakarta, Senin.
Hal itu dikatakannya saat menerima kunjungan pengurus Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) di ruang kerjanya.
Dia mengatakan, persiapan pemuda dalam menghadapi MEA harus diseriusi karena positif atau negatif dampak MEA tergantung peran anak muda.
Menurut dia, jangan sampai Indonesia hanya menjadi pasar bagi negara-negara di Asia Tenggara karena itu kesiapan pemuda menghadapi MEA, mutlak diperlukan.
"Nanti anak muda Indonesia akan bersaing dalam MEA sehingga perlu keseriusan pemerintah dalam menyiapkannya. Jangan sampai maksud ingin untuk namun malah buntung," ujarnya.
Hidayat mengatakan, dirinya pernah mengunjungi Thailand dan banyak pemuda di negara tersebut mempelajari bahasa Indonesia.
Menurut dia, pemuda Thailand telah membaca situasi bahwa Indonesia merupakan pasar yang besar dalam perdagangan di ASEAN.
"Mereka sadar bahwa Indonesia merupakan pasar yang besar sehingga mereka belajar bahasa Indonesia," katanya.
Dia mempertanyakan kesiapan masyarakat Indonesia dalam menghadapi MEA, misalnya penguasaan bahasa asing agar mereka tidak gagap dalam era perdagangan bebas.
Hal itu dikatakannya saat menerima kunjungan pengurus Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) di ruang kerjanya.
Dia mengatakan, persiapan pemuda dalam menghadapi MEA harus diseriusi karena positif atau negatif dampak MEA tergantung peran anak muda.
Menurut dia, jangan sampai Indonesia hanya menjadi pasar bagi negara-negara di Asia Tenggara karena itu kesiapan pemuda menghadapi MEA, mutlak diperlukan.
"Nanti anak muda Indonesia akan bersaing dalam MEA sehingga perlu keseriusan pemerintah dalam menyiapkannya. Jangan sampai maksud ingin untuk namun malah buntung," ujarnya.
Hidayat mengatakan, dirinya pernah mengunjungi Thailand dan banyak pemuda di negara tersebut mempelajari bahasa Indonesia.
Menurut dia, pemuda Thailand telah membaca situasi bahwa Indonesia merupakan pasar yang besar dalam perdagangan di ASEAN.
"Mereka sadar bahwa Indonesia merupakan pasar yang besar sehingga mereka belajar bahasa Indonesia," katanya.
Dia mempertanyakan kesiapan masyarakat Indonesia dalam menghadapi MEA, misalnya penguasaan bahasa asing agar mereka tidak gagap dalam era perdagangan bebas.
Pewarta : Antaranews
Editor : Totok Marwoto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
35 kantor berita Asia Pasifik membahas penanganan disinformasi di Moskow
23 September 2026 21:11 WIB
Perum LKBN ANTARA galang kerja sama dengan tiga media Rusia berskala global
23 September 2026 9:00 WIB
Tim SAR kembali sisir daratan Carita hingga Pantai Anyer cari jurnalis dan kru kapal yang hilang
17 September 2026 9:31 WIB
TNI AU sebut empat tersangka penganiaya AMF hingga tewas terancam dipecat
16 September 2026 12:51 WIB
Perum LKBN ANTARA perkuat peran sebagai "gateway" Indonesia ke Asia dan dunia
15 September 2026 11:14 WIB
Korban selamat kecelakaan laut KMP Virgo dirawat sejumlah RS di Banjarmasin
15 September 2026 10:46 WIB
Basarnas mencari 129 korban KM Virgo hingga 2.600 mil laut dari titik koordinat
14 September 2026 14:40 WIB
Terpopuler - Politik dan Hankam
Lihat Juga
Zulkifli Hasan Berharap Jakarta Kembali Tenang dan Damai Setelah Pilkada
02 February 2017 6:50 WIB, 2017
Agus: Saya hanya Sampaikan "Salam Hormat" ke Pak Maruf dan Pengurus PBNU
01 February 2017 19:04 WIB, 2017
" Presiden Jokowi Ingin Bertemu Saya, Tapi Dilarang Dua-Tiga di Sekeliling Beliau," Kata SBY
01 February 2017 18:35 WIB, 2017
Tim Anies-Sandi: Kegiatan PT MWS pada Masyarakat Tentang Reklamasi Pulau G Memaksakan Ambisi
01 February 2017 17:17 WIB, 2017
Setnov: NU Salalu Hadir sebagai Organisasi yang Suarakan Perdamaian dan Kesejukan
01 February 2017 16:41 WIB, 2017
Ahok Menyayangkan ada Pihak yang Mengadu Domba bahwa Dia Menghina Integritas PBNU
01 February 2017 16:12 WIB, 2017
Din: Tudingan Ahok Terhadap Maruf Bernada Sarkastik dan Sangat Menghina
01 February 2017 15:58 WIB, 2017
SBY perlu Klarifikasi Pernyataan Kuasa Hukum Ahok yang Mengkaitkan Fatwa MUI
01 February 2017 14:56 WIB, 2017