Atikoh Ingatkan Pentingnya BPJS Kesehatan
Jumat, 18 September 2015 13:24 WIB
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo (kiri) ditemani istri Siti Atiqoh (kanan) bermain tenis meja di Car Free Day Solo, Jawa Tengah, Minggu (3/5). ANTARA FOTO/Maulana Surya/Rei/pd/15.
"Ingatlah sakit ketika sehat dan jaminan kesehatan berupa BPJS Kesehatan yang preminya terhitung murah harus disiapkan sejak dini, jangan hanya berpikir, saya kan lagi sehat, jadi tidak perlu asuransi kesehatan," katanya di Semarang, Jumat.
Atikoh menjelaskan bahwa kesehatan merupakan investasi jangka panjang sehingga perlu sosialisasi semua pihak, termasuk jajaran Tim Penggerak PKK di seluruh Jateng.
"Kami terus menyosialisasikan pentingnya menjaga kesehatan sesuai dengan program pokok PKK, termasuk mengenalkan BPJS Kesehatan kepada masyarakat," ujarnya.
Kepesertaan masyarakat dalam BPJS Kesehatan, kata dia, diharapkan dapat menekan resiko kematian pada ibu dan anak dengan jaminan pelayanan kesehatan yang semakin baik.
"Apalagi saat ini Pemprov Jateng sedang fokus untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi baru lahir di 35 kabupaten/kota se-Jateng," katanya.
Atikoh menyambut baik kebijakan pemerintah yang memberikan jaminan kesehatan bagi masyarakat tidak mampu, baik melalui APBN, APBD provinsi, maupun APBD kabupaten/kota.
"Kendati demikian, bagi mereka yang tidak termasuk kriteria perlu mendapatkan bantuan dan diharapkan dapat mengikuti asuransi kesehatan," ujarnya.
Atikoh menjelaskan bahwa kesehatan merupakan investasi jangka panjang sehingga perlu sosialisasi semua pihak, termasuk jajaran Tim Penggerak PKK di seluruh Jateng.
"Kami terus menyosialisasikan pentingnya menjaga kesehatan sesuai dengan program pokok PKK, termasuk mengenalkan BPJS Kesehatan kepada masyarakat," ujarnya.
Kepesertaan masyarakat dalam BPJS Kesehatan, kata dia, diharapkan dapat menekan resiko kematian pada ibu dan anak dengan jaminan pelayanan kesehatan yang semakin baik.
"Apalagi saat ini Pemprov Jateng sedang fokus untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi baru lahir di 35 kabupaten/kota se-Jateng," katanya.
Atikoh menyambut baik kebijakan pemerintah yang memberikan jaminan kesehatan bagi masyarakat tidak mampu, baik melalui APBN, APBD provinsi, maupun APBD kabupaten/kota.
"Kendati demikian, bagi mereka yang tidak termasuk kriteria perlu mendapatkan bantuan dan diharapkan dapat mengikuti asuransi kesehatan," ujarnya.
Pewarta : Wisnu Adhi Nugroho
Editor : Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Kesehatan
Lihat Juga
UMS perkuat literasi kesehatan masyarakat lewat edukasi obat antinyeri dan bahan alam
16 September 2026 19:44 WIB
Pemprov kerahkan dokter spesialis untuk membantu warga terdampak kebakaran TPA
05 September 2026 17:17 WIB
Banyumas menargetkan perolehan Bulan Dana PMI 2026 mencapai Rp2,5 miliar
02 September 2026 12:53 WIB
Skrining kesehatan mata menemukan 250 siswa SD di Kudus mengalami gangguan
01 September 2026 15:53 WIB