Menkes: 22.535 Orang Terkena ISPA Akibat Asap Kebakaran Hutan
Rabu, 16 September 2015 16:19 WIB
Sejumlah pengendara melintasi jalan yang diselimuti kabut asap di Jalan Tanjung Raya, Pontianak, Kalbar, Rabu (16/9/15). (ANTARA FOTO/Jessica Helena Wuysang)
"Data per 11 September 2015 jumlah penderita gangguan akibat kabut asap 22.535 orang dan ada kemungkinan akan terus bertambah karena kabut asap akibat kebakaran hutan masih terjadi," kata Menteri Kesehatan pada Simposium Nasional Komunikasi Kesehatan di Kampus Universitas Padjadjaran (Unpad) di Jatinangor Kabupaten Sumedang, Rabu.
Menkes mengatakan khusus untuk penyakit ISPA, Kementerian Kesehatan mencatat sebanyak 18.000-an orang. Menurutnya saat ini kondisi udara di Sumatera akibat kabut asap telah melebihi ambang batas. Polusi asap di sana, kata dia sudah masuk kategori berbahaya.
Menurut dia pihaknya sudah mengimbau kepada masyarakat untuk tidak keluar rumah. Terutama orang-orang yang berisiko tinggi, seperti orang tua, ibu hamil dan anak-anak, sebisa mungkin tidak keluar rumah tanpa menggunakan masker.
Sebagai upaya untuk menanggulangi semakin bertambahnya korban yang terkena gangguan pernafasan , Nila mengatakan sudah menyediakan masker gratis untuk warga.
"Penyediaan masker juga akan ditambah lagi hari ini ke kawasan yang terkena kabut asap," katanya.
Selain itu, pihaknya pun sudah melakukan koordinasi dengan dinas-dinas kesehatan untuk menerjunkan tenaga medis guna mengobati warga yang terkena dampak kabut asap, baik di wilayah Sumatera, Kalimantan, bahkan Garut dan Kabupaten Bandung yang sedang terjadi kebakaran hutan Gunung Papandayan.
"Sebenarnya tenaga medis setempat pun cukup. ISPA juga bukan untuk dirawat, kita hanya mengobati saja. Jadi kita bantu suplai obat-obatan, masker dan makanan tambahan. Tenaga medis juga kita akan dikirimkan," katanya.
Adapun Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Luhut Panjaitan mengatakan darurat asap di Indonesia masih berlangsung hingga dua bulan ke depan. Selain Sumatera dan Kalimantan, potensi asap terdapat pula di Sulawesi, Papua dan Jawa.
"Potensi masih tinggi ini harus diantisipasi oleh semua pihak, baik itu pemerintah dan warga itu sendiri," katanya.
Sementara itu untuk kebakaran hutan Gunung Papandayan yang saat ini sudah mulai merambat ke daerah Kabupaten Bandung, Nila mengimbau pemerintah setempat segera menanggulangi hal tersebut. Karena dikhawatirkan kebakaran tersebut meluas seperti yang terjadi di Sumatera atau Kalimantan.
"Saya harap semua lapisan masyarakat ikut bahu membahu memadamkan api di Gunung Papandayan, pasalnya jika mengandalkan hujan bisa membuat kebakarannya makin meluas saja. Jangan sampai menunggu terlalu lama hingga banyak warga yang terkena dampaknya," kata Nila.
Sementara itu prakirawan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) BMKG Bandung, Jadi Hendarmin memperkirakan hujan baru akan mengguyur Indonesia bagian barat pada Oktober nanti. Itu pun diprediksi hanya hujan ringan karena pengaruh El Nino.
Menkes mengatakan khusus untuk penyakit ISPA, Kementerian Kesehatan mencatat sebanyak 18.000-an orang. Menurutnya saat ini kondisi udara di Sumatera akibat kabut asap telah melebihi ambang batas. Polusi asap di sana, kata dia sudah masuk kategori berbahaya.
Menurut dia pihaknya sudah mengimbau kepada masyarakat untuk tidak keluar rumah. Terutama orang-orang yang berisiko tinggi, seperti orang tua, ibu hamil dan anak-anak, sebisa mungkin tidak keluar rumah tanpa menggunakan masker.
Sebagai upaya untuk menanggulangi semakin bertambahnya korban yang terkena gangguan pernafasan , Nila mengatakan sudah menyediakan masker gratis untuk warga.
"Penyediaan masker juga akan ditambah lagi hari ini ke kawasan yang terkena kabut asap," katanya.
Selain itu, pihaknya pun sudah melakukan koordinasi dengan dinas-dinas kesehatan untuk menerjunkan tenaga medis guna mengobati warga yang terkena dampak kabut asap, baik di wilayah Sumatera, Kalimantan, bahkan Garut dan Kabupaten Bandung yang sedang terjadi kebakaran hutan Gunung Papandayan.
"Sebenarnya tenaga medis setempat pun cukup. ISPA juga bukan untuk dirawat, kita hanya mengobati saja. Jadi kita bantu suplai obat-obatan, masker dan makanan tambahan. Tenaga medis juga kita akan dikirimkan," katanya.
Adapun Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Luhut Panjaitan mengatakan darurat asap di Indonesia masih berlangsung hingga dua bulan ke depan. Selain Sumatera dan Kalimantan, potensi asap terdapat pula di Sulawesi, Papua dan Jawa.
"Potensi masih tinggi ini harus diantisipasi oleh semua pihak, baik itu pemerintah dan warga itu sendiri," katanya.
Sementara itu untuk kebakaran hutan Gunung Papandayan yang saat ini sudah mulai merambat ke daerah Kabupaten Bandung, Nila mengimbau pemerintah setempat segera menanggulangi hal tersebut. Karena dikhawatirkan kebakaran tersebut meluas seperti yang terjadi di Sumatera atau Kalimantan.
"Saya harap semua lapisan masyarakat ikut bahu membahu memadamkan api di Gunung Papandayan, pasalnya jika mengandalkan hujan bisa membuat kebakarannya makin meluas saja. Jangan sampai menunggu terlalu lama hingga banyak warga yang terkena dampaknya," kata Nila.
Sementara itu prakirawan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) BMKG Bandung, Jadi Hendarmin memperkirakan hujan baru akan mengguyur Indonesia bagian barat pada Oktober nanti. Itu pun diprediksi hanya hujan ringan karena pengaruh El Nino.
Pewarta : Antaranews
Editor : Totok Marwoto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kemenkes Prioritaskan Kasus Kanker Payudara dan Serviks yang Banyak Diidap Perempuan
01 February 2017 14:42 WIB, 2017
Menkes: Konsumsi Buah Sayur Lokal Penting dalam Mewujudkan Gizi Seimbang
25 January 2017 15:32 WIB, 2017
Menko PMK Akui Layanan BPJS Kesehatan lebih Maju dibanding awal 2014
25 January 2017 12:32 WIB, 2017
Penelitian: Orang yang tinggal dekat Jalan Raya Berisiko Mengidap Demensia
05 January 2017 11:08 WIB, 2017
Presiden Minta Bayi yang masih dalam Kandungan Penting diberi Protein dan Gizi Cukup
05 December 2016 16:26 WIB, 2016
Terpopuler - Kesehatan
Lihat Juga
Kemenkes Prioritaskan Kasus Kanker Payudara dan Serviks yang Banyak Diidap Perempuan
01 February 2017 14:42 WIB, 2017
Menkes: Konsumsi Buah Sayur Lokal Penting dalam Mewujudkan Gizi Seimbang
25 January 2017 15:32 WIB, 2017
Menko PMK Akui Layanan BPJS Kesehatan lebih Maju dibanding awal 2014
25 January 2017 12:32 WIB, 2017
Penelitian: Orang yang tinggal dekat Jalan Raya Berisiko Mengidap Demensia
05 January 2017 11:08 WIB, 2017
Presiden Minta Bayi yang masih dalam Kandungan Penting diberi Protein dan Gizi Cukup
05 December 2016 16:26 WIB, 2016