Rupiah Melemah Jadi Rp14.220
Senin, 7 September 2015 11:05 WIB
Nilai Tukar Rupiah. (Istimewa)
"Nilai tukar rupiah kembali berada di area negatif terhadap dolar AS setelah data kerja Amerika Serikat yang dirilis beragam itu, menimbulkan ketidakjelasan di kalangan pasar kapan Federal Reserve akan menaikan suku bunganya," kata Kepala Riset NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada di Jakarta, Senin.
Ia mengemukakan angka penggajian non pertanian atau "non farm payrolls" (NFP) meningkat namun masih di bawah estimasi, sementara tingkat pengangguran bulan Agustus turun.
Di sisi lain, lanjut dia, pelemahan sejumlah indeks manufaktur di sejumlah negara Asia seperti China dan Korea Selatan menambah sentimen negatif bagi mata uang di negara berkembang.
Dari dalam negeri, ia mengatakan pelaku pasar juga masih bersikap menunggu terhadap rilis data neraca perdagangan Indonesia periode Agustus yang akan dirilis pada peryengahan bulan September ini sehingga membuat laju rupiah tertahan kenaikannya.
"Minimnya sentimen positif baik dari dalam negeri maupun eksternal membuat laju rupiah masih mengalami tekanan," katanya.
Ekonom Samuel Sekuritas Rangga Cipta menambahkan bahwa melemahnya nilai tukar domestik akan mengurangi daya tarik aset investasi berdenominasi rupiah, situasi itu akan mempengaruhi investor asing di dalam negeri.
Selain itu, pelaku pasar sedang menanti data cadangan devisa pada pekan ini. Meski Bank Indonesia menyatakan level cadangan devisa saat ini cukup aman tetapi jika turun dapat mempengaruhi kenyamanan investor asing.
Ia mengemukakan angka penggajian non pertanian atau "non farm payrolls" (NFP) meningkat namun masih di bawah estimasi, sementara tingkat pengangguran bulan Agustus turun.
Di sisi lain, lanjut dia, pelemahan sejumlah indeks manufaktur di sejumlah negara Asia seperti China dan Korea Selatan menambah sentimen negatif bagi mata uang di negara berkembang.
Dari dalam negeri, ia mengatakan pelaku pasar juga masih bersikap menunggu terhadap rilis data neraca perdagangan Indonesia periode Agustus yang akan dirilis pada peryengahan bulan September ini sehingga membuat laju rupiah tertahan kenaikannya.
"Minimnya sentimen positif baik dari dalam negeri maupun eksternal membuat laju rupiah masih mengalami tekanan," katanya.
Ekonom Samuel Sekuritas Rangga Cipta menambahkan bahwa melemahnya nilai tukar domestik akan mengurangi daya tarik aset investasi berdenominasi rupiah, situasi itu akan mempengaruhi investor asing di dalam negeri.
Selain itu, pelaku pasar sedang menanti data cadangan devisa pada pekan ini. Meski Bank Indonesia menyatakan level cadangan devisa saat ini cukup aman tetapi jika turun dapat mempengaruhi kenyamanan investor asing.
Pewarta : -
Editor : Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Tim SAR kembali sisir daratan Carita hingga Pantai Anyer cari jurnalis dan kru kapal yang hilang
17 September 2026 9:31 WIB
TNI AU sebut empat tersangka penganiaya AMF hingga tewas terancam dipecat
16 September 2026 12:51 WIB
Perum LKBN ANTARA perkuat peran sebagai "gateway" Indonesia ke Asia dan dunia
15 September 2026 11:14 WIB
Korban selamat kecelakaan laut KMP Virgo dirawat sejumlah RS di Banjarmasin
15 September 2026 10:46 WIB
Basarnas mencari 129 korban KM Virgo hingga 2.600 mil laut dari titik koordinat
14 September 2026 14:40 WIB
Tiga kapal TNI AL dilibatkan untuk pencarian lima jurnalis di Selat Sunda
10 September 2026 11:32 WIB
KPK menduga ada tarif tertentu untuk promosi jabatan di lingkungan Pemkab Pemalang
10 September 2026 10:40 WIB