Di awal tahun ajaran sekolah 2015/2016 Wali Kota Magelang melakukan rutinitas di awal pekan berkunjung ke sekolah di wilayahnya. Didampingi pejabat terkait, Sigit mengunjungi SMK Negeri 1 Kota Magelang, Senin.
Pada kunjungan tersebut wali kota memimpin upacara bendera di sekolah tersebut. Sigit mendapati empat guru terlambat masuk kantor. Dia menyayangkan kejadian tersebut.
"Saya sayangkan, masih ada beberapa guru yang terlambat. Seharusnya bisa datang lebih awal, agar bisa memberikan pelayanan pendidikan dengan baik," katanya saat memberikan pengarahan pada para guru.
Beberapa guru tersebut terlambat sekitar lima hingga10 menit. Meskipun yang terlambat ada yang berasal dari luar kota, wali kota mengingatkan agar bisa berangkat ke sekolah lebih awal lagi.
"Seharusnya bisa diantisipasi dengan baik dengan datang lebih awal, yang rugi juga para siswa, jam belajar mereka berkurang dan proses mengajar pun tidak optimal," katanya.
Saat menjadi inspektur upacara, Sigit banyak memberikan nasihat kepada peserta upacara terutama para siswa baru. Dia meminta para siswa tidak menyia-nyiakan jerih payah orang tua yang telah membiayai sekolah.
"Jangan sekali-sekali terpengaruh atau terjerumus mengkonsumsi minuman keras atau narkoba. Kalian ini adalah garda terdepan, jadilah anak yang membanggakan orang tua, guru, dan negara," katanya.
SMK Negeri 1 Kota Magelang merupakan salah satu sekolah favorit di kota tersebut, kini memiliki anak didik sekitar 1.800 siswa dan 185 guru.
Pada kunjungan tersebut wali kota memimpin upacara bendera di sekolah tersebut. Sigit mendapati empat guru terlambat masuk kantor. Dia menyayangkan kejadian tersebut.
"Saya sayangkan, masih ada beberapa guru yang terlambat. Seharusnya bisa datang lebih awal, agar bisa memberikan pelayanan pendidikan dengan baik," katanya saat memberikan pengarahan pada para guru.
Beberapa guru tersebut terlambat sekitar lima hingga10 menit. Meskipun yang terlambat ada yang berasal dari luar kota, wali kota mengingatkan agar bisa berangkat ke sekolah lebih awal lagi.
"Seharusnya bisa diantisipasi dengan baik dengan datang lebih awal, yang rugi juga para siswa, jam belajar mereka berkurang dan proses mengajar pun tidak optimal," katanya.
Saat menjadi inspektur upacara, Sigit banyak memberikan nasihat kepada peserta upacara terutama para siswa baru. Dia meminta para siswa tidak menyia-nyiakan jerih payah orang tua yang telah membiayai sekolah.
"Jangan sekali-sekali terpengaruh atau terjerumus mengkonsumsi minuman keras atau narkoba. Kalian ini adalah garda terdepan, jadilah anak yang membanggakan orang tua, guru, dan negara," katanya.
SMK Negeri 1 Kota Magelang merupakan salah satu sekolah favorit di kota tersebut, kini memiliki anak didik sekitar 1.800 siswa dan 185 guru.