"Saat ini nelayan baru persiapan melaut. Sebagian nelayan yang berangkat pagi pulang sore sudah berangkat melaut, sedangkan kapal-kapal yang di atas 30 gross tonage masih persiapan," katanya di Cilacap, Jumat.

Ia mengatakan nelayan di Cilacap sempat libur melaut selama lebaran namun pasokan ikan tetap tersedia.

Menurut dia, pasokan ikan itu tetap berasal dari nelayan Cilacap yang melaut sebelum lebaran dan selanjutnya ditampung dalam "freezer" untuk dipasarkan selama mereka libur.

Disinggung masa panen ikan, dia mengharapkan hal itu sesuai yang diperkirakan, yakni pada awal bulan Agustus.

"Insya Allah tidak ada perubahan. Mudah-mudahan lebih awal sehingga pada bulan Agustus nelayan bisa panen," katanya.

Kendati demikian, dia mengakui bahwa sebelum lebaran, hasil tangkapan nelayan sudah mulai meningkat karena beberapa jenis ikan mulai bermunculan di perairan selatan Cilacap.

Menurut dia, hal itu diketahui dari hasil tangkapan nelayan di bebeberapa tempat pelelangan ikan (TPI) yang dikelola KUD Mino Saroyo.

"Di Lengkong, Kemiren, dan Tegal Katilayu berupa udang rebon dan krosok. Khusus nelayan yang menggunakan kapal-kapal di bawah 30 gross tonage menangkap tongkol, udang, dan cakalang," katanya.

Ia memperkirakan nelayan panen ubur-ubur yang bisa diolah pada bulan September.

"Ubur-ubur ada yang bisa diolah dan ada yang menyengat. Kalau yang menyengat seperti di Gunungkidul mungkin sudah ada tapi kalau ubur-ubur yang bisa diolah diperkirakan baru muncul sekitar bulan September," katanya.

Akan tetapi, kata dia, ubur-ubur sangat rentan terhadap musim hujan sehingga jika berlangsung kemarau panjang, ubur-ubur sangat banyak dan segera hilang saat turun hujan.