Rupiah Menguat Menjadi Rp13.308
Jumat, 3 Juli 2015 12:07 WIB
Petugas teller menumpuk mata uang rupiah, di Bank Permata, Jakarta. (FOTO ANTARA/Ismar Patrizki)
"Laju mata uang rupiah masih dapat bertahan di area positif meski cenderung terbatas karena pelaku pasar uang masih mengantisipasi hasil referendum Yunani dan respon kreditur terhadap hasil referendum tersebut," kata Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra di Jakarta, Jumat.
Ia menambahkan bahwa pelemahan dolar AS juga disebabkan oleh data penggajian non pertanian (non farm payrolls/NFP) bulan Juni yang dirilis di bawah ekspektasi pasar.
Ia mengatakan bahwa data ekonomi lainnya yang akan menjadi penggerak pasar diantaranya data indeks aktivitas sektor jasa di Spanyol dan Inggris, serta data penjualan ritel di kawasan Euro.
"Data aktivitas sektor jasa dan penjualan Eropa bisa berpengaruh terhadap pasar keuangan global," katanya.
Kepala Riset NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada menambahkan bahwa adanya harapan dari pelaku pasar terhadap percepatan penyerapan pembiayaan infrastruktur oleh pemerintah pada semester II yang akan maksimal menambah sentimen positif bagi mata uang domestik.
"Sentimen saat ini cukup berimbang sehingga membuat laju rupiah cenderung menguat," katanya.
Terkait Yunani, ia mengatakan bahwa Yunani diperkirakan menerima proposal pemberian dana talangan dari kreditur untuk menyelamatkan keuangan negara. Harapan itu cukup memberikan sentimen positif terhadap pasar keuangan di dalam negeri.
Ia menambahkan bahwa pelemahan dolar AS juga disebabkan oleh data penggajian non pertanian (non farm payrolls/NFP) bulan Juni yang dirilis di bawah ekspektasi pasar.
Ia mengatakan bahwa data ekonomi lainnya yang akan menjadi penggerak pasar diantaranya data indeks aktivitas sektor jasa di Spanyol dan Inggris, serta data penjualan ritel di kawasan Euro.
"Data aktivitas sektor jasa dan penjualan Eropa bisa berpengaruh terhadap pasar keuangan global," katanya.
Kepala Riset NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada menambahkan bahwa adanya harapan dari pelaku pasar terhadap percepatan penyerapan pembiayaan infrastruktur oleh pemerintah pada semester II yang akan maksimal menambah sentimen positif bagi mata uang domestik.
"Sentimen saat ini cukup berimbang sehingga membuat laju rupiah cenderung menguat," katanya.
Terkait Yunani, ia mengatakan bahwa Yunani diperkirakan menerima proposal pemberian dana talangan dari kreditur untuk menyelamatkan keuangan negara. Harapan itu cukup memberikan sentimen positif terhadap pasar keuangan di dalam negeri.
Pewarta : Zubi Mahrofi
Editor : Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Basarnas mencari 129 korban KM Virgo hingga 2.600 mil laut dari titik koordinat
14 September 2026 14:40 WIB
Tiga kapal TNI AL dilibatkan untuk pencarian lima jurnalis di Selat Sunda
10 September 2026 11:32 WIB
KPK menduga ada tarif tertentu untuk promosi jabatan di lingkungan Pemkab Pemalang
10 September 2026 10:40 WIB
Korps Marinir lintas negara mengasah kemampuan tempur di darat lewat SGS 2026
08 September 2026 15:56 WIB
Febrie Adriansyah diperiksa Tim 9 Kejagung terkait kasus korupsi dan TPPU
08 September 2026 10:55 WIB