Rupiah Menguat Tipis Menjadi Rp12.985
Rabu, 8 April 2015 12:06 WIB
Ilustrasi - Nilai tukar rupiah terhadap dolar. (ANTARA FOTO/Zabur Karuru)
"Laju nilai tukar rupiah bergerak mendatar dengan kecenderungan menguat menyusul masih adanya ekspektasi positif dari data cadangan devisa yang diperkirakan kembali meningkat," kata Kepala Riset NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada di Jakarta, Rabu.
Namun, menurut dia, laju penguatan rupiah tertahan oleh sentimen eksternal menyusul turunnya cadangan devisa Jepang sehingga menekan mata uangnya terhadap dolar AS. Situasi itu dapat mempengaruhi mata uang di kawasan Asia, salah satunya rupiah.
"Pelaku pasar uang di dalam negeri berpotensi memanfaatkan sentimen eksternal untuk mengakumulasi dolar AS. Tetap cermati dan antisipasi jika terjadi potensi pembalikan arah laju rupiah," katanya.
Apalagi, lanjut dia, menjelang pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC), biasanya akan membuat sejumlah mata uang utama dunia cenderung tertekan terhadap dolar AS.
Ekonom Samuel Sekuritas Rangga Cipta menambahkan bahwa minimnya sentimen data ekonomi domestik membuat pergerakan mata uang rupiah mendatar, sehingga ruang pelemahan masih ada.
"Pergerakan rupiah akan didominasi situasi global. Malam tadi, mayoritas data ekonomi AS yang dirilis mulai dari lowongan pekerjaan hingga kredit konsumer naik," katanya.
Menurut dia, dolar AS masih berpeluang untuk bergerak menguat di kawasan Asia, apalagi jika notulensi pertemuan FOMC kembali mengekspektasikan kenaikan suku bunga the Fed.
Namun, menurut dia, laju penguatan rupiah tertahan oleh sentimen eksternal menyusul turunnya cadangan devisa Jepang sehingga menekan mata uangnya terhadap dolar AS. Situasi itu dapat mempengaruhi mata uang di kawasan Asia, salah satunya rupiah.
"Pelaku pasar uang di dalam negeri berpotensi memanfaatkan sentimen eksternal untuk mengakumulasi dolar AS. Tetap cermati dan antisipasi jika terjadi potensi pembalikan arah laju rupiah," katanya.
Apalagi, lanjut dia, menjelang pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC), biasanya akan membuat sejumlah mata uang utama dunia cenderung tertekan terhadap dolar AS.
Ekonom Samuel Sekuritas Rangga Cipta menambahkan bahwa minimnya sentimen data ekonomi domestik membuat pergerakan mata uang rupiah mendatar, sehingga ruang pelemahan masih ada.
"Pergerakan rupiah akan didominasi situasi global. Malam tadi, mayoritas data ekonomi AS yang dirilis mulai dari lowongan pekerjaan hingga kredit konsumer naik," katanya.
Menurut dia, dolar AS masih berpeluang untuk bergerak menguat di kawasan Asia, apalagi jika notulensi pertemuan FOMC kembali mengekspektasikan kenaikan suku bunga the Fed.
Pewarta : Zubi Mahrofi
Editor : Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
35 kantor berita Asia Pasifik membahas penanganan disinformasi di Moskow
23 September 2026 21:11 WIB
Perum LKBN ANTARA galang kerja sama dengan tiga media Rusia berskala global
23 September 2026 9:00 WIB
Tim SAR kembali sisir daratan Carita hingga Pantai Anyer cari jurnalis dan kru kapal yang hilang
17 September 2026 9:31 WIB
TNI AU sebut empat tersangka penganiaya AMF hingga tewas terancam dipecat
16 September 2026 12:51 WIB
Perum LKBN ANTARA perkuat peran sebagai "gateway" Indonesia ke Asia dan dunia
15 September 2026 11:14 WIB
Korban selamat kecelakaan laut KMP Virgo dirawat sejumlah RS di Banjarmasin
15 September 2026 10:46 WIB
Basarnas mencari 129 korban KM Virgo hingga 2.600 mil laut dari titik koordinat
14 September 2026 14:40 WIB