Li Ning yang pembiayaannya didukung oleh TPG Capital dan GIC Singapura pada bulan Januari lalu mengatakan bahwa perusahaan tersebut berharap untuk dapat menutup kerugian selama tiga tahun terakhir akibat restrukturisasi, kurangnya produksi dan jumlah permintaan setelah Olimpiade 2008 di Beijing.

Upaya Li Ning untuk merebut kembali tahun-tahun kejayaannya dengan menarik generasi muda telah menjadi bagian dari strategi pemasarannya, seperti kesepakatannya dengan superstar NBA Dwayne Wade yang bernilai jutaan dolar pada tahun 2013.

Li Ning mengatakan kemitraannya dengan Huami Technology, perusahaan dibalik perangkat Mi band dan bagian dari ekosistem Xiaomi, merupakan kolaborasi pertama antara olahraga dengan teknologi "pintar" di Tiongkok.

"Kami telah memilih untuk berkolaborasi dengan Mi band karena kekuatan Huami Technology dalam perangkat "pintar" yang dapat dipakai," kata Li Ning dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip Reuters, Senin.

"Kami berharap dapat menggunakan kesempatan ini untuk menyediakan sepatu lari "pintar" untuk para penggemar lari di Tiongkok dengan harga yang terjangkau," tambah dia.

Sepatu "pintar" tersebut akan dilengkapi dengan smart chip yang ditempatkan di telapak sepatu dan akan terhubung dengan aplikasi mobile Xiaomi yang dapat menganalisis dan memantau kemajuan pengguna dalam berlari.

Pewarta : Antaranews
Editor : Totok Marwoto
Copyright © ANTARA 2024