Gunung Sinabung Meletus Lagi
Sabtu, 3 Januari 2015 20:29 WIB
Luncuran awan panas Gunung Sinabung. (Foto: ANTARA/Rony Muharrman)
"Namun letusan dengan tinggi kolom mencapai 3 km itu tidak membuat warga panik.Tidak ada tambahan pengungsi," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho melalui siaran persnya, Sabtu.
Meski letusan pada Sabtu pagi itu jauh lebih besar dari biasanya, tetapi tampaknya tidak menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat.
"Mungkin warga sudah terbiasa dengan letusan yang terjadi sejak September 2013," katanya.
Berdasarkan laporan PVMBG, pada Sabtu siang tercatat 24 kali awan panas guguran dari puncak ke arah selatan sejauh 2-4 km dan tinggi abu 500-3.000 meter. Terjadi 56 kali guguran dan tremor menerus.
Hujan abu terjadi di beberapa desa seperti Desa Payung, Tiganderket, Selandi, Juhar dan Laubaleng.
Hujan abu itu akibat hembusan angin yang membawa abu itu. "Status Sinabung tetap Siaga. Tidak ada tambahan pengungsi," katanya.
Jumlah pengungsi Sinabung berjumlah 2.443 jiwa (795 KK) yang berada di tujuh titik pengungsian.
Dia menegaskan, hingga awal 2015, semua kebutuhan pengungsi tercukupi.
Petugas dari BPBD dan TNI juga terus melakukan patroli sepanjang jalur sungai Lau Borus untuk mengantisipasi ancaman banjir lahar dingin.
Pemerintah juga sudah selesai membangun 50 unit rumah di kawasan Siosar untuk relokasi bagi warga Desa Sukameriah, Bekerah dan Simacem.
Pembangunan jalan menuju lokasi hunian tetap itu juga telah selesai.
"Semua instruksi Presiden Jokowi (Joko Widodo) terkait pembangunan jalan dan rumah tahap pertama saat kunjungan ke Sinabung pada Oktober 2014 lalu telah diselesaikan semua," kata Sutopo.
Untuk tahapan lanjutan, pada 2015, akan dilanjutkan membangun 320 unit rumah secara bertahap dengan fasilitas umum lainnya.
"BNPB sudah mengingatkan agar Bupati Karo sebagai penanggung jawab pelaksanaan relokasi warga Sinabung perlu melakukan dan menjalankan kebijakan secara terarah dan terencana baik agar jangan sampai nantinya warga kembali lagi ke tempat asal setelah Gunung Sinabung normal," katanya.
Masyarakat diharapkan merasa mendapat jaminan kehidupan yang lebih baik di tempat baru.
Meski letusan pada Sabtu pagi itu jauh lebih besar dari biasanya, tetapi tampaknya tidak menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat.
"Mungkin warga sudah terbiasa dengan letusan yang terjadi sejak September 2013," katanya.
Berdasarkan laporan PVMBG, pada Sabtu siang tercatat 24 kali awan panas guguran dari puncak ke arah selatan sejauh 2-4 km dan tinggi abu 500-3.000 meter. Terjadi 56 kali guguran dan tremor menerus.
Hujan abu terjadi di beberapa desa seperti Desa Payung, Tiganderket, Selandi, Juhar dan Laubaleng.
Hujan abu itu akibat hembusan angin yang membawa abu itu. "Status Sinabung tetap Siaga. Tidak ada tambahan pengungsi," katanya.
Jumlah pengungsi Sinabung berjumlah 2.443 jiwa (795 KK) yang berada di tujuh titik pengungsian.
Dia menegaskan, hingga awal 2015, semua kebutuhan pengungsi tercukupi.
Petugas dari BPBD dan TNI juga terus melakukan patroli sepanjang jalur sungai Lau Borus untuk mengantisipasi ancaman banjir lahar dingin.
Pemerintah juga sudah selesai membangun 50 unit rumah di kawasan Siosar untuk relokasi bagi warga Desa Sukameriah, Bekerah dan Simacem.
Pembangunan jalan menuju lokasi hunian tetap itu juga telah selesai.
"Semua instruksi Presiden Jokowi (Joko Widodo) terkait pembangunan jalan dan rumah tahap pertama saat kunjungan ke Sinabung pada Oktober 2014 lalu telah diselesaikan semua," kata Sutopo.
Untuk tahapan lanjutan, pada 2015, akan dilanjutkan membangun 320 unit rumah secara bertahap dengan fasilitas umum lainnya.
"BNPB sudah mengingatkan agar Bupati Karo sebagai penanggung jawab pelaksanaan relokasi warga Sinabung perlu melakukan dan menjalankan kebijakan secara terarah dan terencana baik agar jangan sampai nantinya warga kembali lagi ke tempat asal setelah Gunung Sinabung normal," katanya.
Masyarakat diharapkan merasa mendapat jaminan kehidupan yang lebih baik di tempat baru.
Pewarta : Antaranews
Editor : Mugiyanto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Tim SAR kembali sisir daratan Carita hingga Pantai Anyer cari jurnalis dan kru kapal yang hilang
17 September 2026 9:31 WIB
TNI AU sebut empat tersangka penganiaya AMF hingga tewas terancam dipecat
16 September 2026 12:51 WIB
Perum LKBN ANTARA perkuat peran sebagai "gateway" Indonesia ke Asia dan dunia
15 September 2026 11:14 WIB
Korban selamat kecelakaan laut KMP Virgo dirawat sejumlah RS di Banjarmasin
15 September 2026 10:46 WIB
Basarnas mencari 129 korban KM Virgo hingga 2.600 mil laut dari titik koordinat
14 September 2026 14:40 WIB
Tiga kapal TNI AL dilibatkan untuk pencarian lima jurnalis di Selat Sunda
10 September 2026 11:32 WIB
KPK menduga ada tarif tertentu untuk promosi jabatan di lingkungan Pemkab Pemalang
10 September 2026 10:40 WIB