Rupiah Rabu Pagi Menguat Tipis
Rabu, 26 November 2014 10:48 WIB
Karyawan melayani penukaran Dollar Amerika di salah satu jasa penukaran valuta asing kawasan Kuningan, Jakarta, Kamis (18/9). (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)
Ekonom Samuel Sekuritas Rangga Cipta di Jakarta, Rabu mengatakan bahwa data kepercayaan konsumer Amerika Serikat yang mengalami penurunan menekan dolar AS terhadap rupiah meski masih cenderung terbatas.
"Namun, produk domestik bruto (PDB) AS yang direvisi lebih tinggi dan melebihi perkiraan pasar menahan penguatan rupiah lebih tinggi," katanya.
Ia memperkirakan bahwa nilai tukar rupiah masih berpeluang bergerak menguat melihat dolar AS yang cenderung tertekan oleh data ekonomi AS yang kurang memuaskan. Di sisi lain, harga minyak yang berbalik turun juga berpeluang membantu membawa sentimen penguatan terhadap rupiah.
Sementara itu, Analis PT Platon Niaga Berjangka Lukman Leong mengatakan bahwa pelaku pasar uang di dalam negeri masih terus mengawasi inflasi pasca penaikan harga bahan bakar minyak bersubsidi.
"Sejauh ini ekspektasi dari inflasi masih terjaga, fundamental ekonomi Indonesia juga masih bagus karena fokus pemerintah yang cukup gencar membangun infrastruktur. Kondisi internal penting untuk diawasi," katanya.
Kendati demikian, ia mengharapkan bahwa harga minyak dunia tetap bergerak stabil, karena jika harga minyak dunia naik maka dapat menghilangkan efek positif dari penaikan BBM bersubsidi.
"Namun, produk domestik bruto (PDB) AS yang direvisi lebih tinggi dan melebihi perkiraan pasar menahan penguatan rupiah lebih tinggi," katanya.
Ia memperkirakan bahwa nilai tukar rupiah masih berpeluang bergerak menguat melihat dolar AS yang cenderung tertekan oleh data ekonomi AS yang kurang memuaskan. Di sisi lain, harga minyak yang berbalik turun juga berpeluang membantu membawa sentimen penguatan terhadap rupiah.
Sementara itu, Analis PT Platon Niaga Berjangka Lukman Leong mengatakan bahwa pelaku pasar uang di dalam negeri masih terus mengawasi inflasi pasca penaikan harga bahan bakar minyak bersubsidi.
"Sejauh ini ekspektasi dari inflasi masih terjaga, fundamental ekonomi Indonesia juga masih bagus karena fokus pemerintah yang cukup gencar membangun infrastruktur. Kondisi internal penting untuk diawasi," katanya.
Kendati demikian, ia mengharapkan bahwa harga minyak dunia tetap bergerak stabil, karena jika harga minyak dunia naik maka dapat menghilangkan efek positif dari penaikan BBM bersubsidi.
Pewarta : -
Editor : Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
35 kantor berita Asia Pasifik membahas penanganan disinformasi di Moskow
23 September 2026 21:11 WIB
Perum LKBN ANTARA galang kerja sama dengan tiga media Rusia berskala global
23 September 2026 9:00 WIB
Tim SAR kembali sisir daratan Carita hingga Pantai Anyer cari jurnalis dan kru kapal yang hilang
17 September 2026 9:31 WIB
TNI AU sebut empat tersangka penganiaya AMF hingga tewas terancam dipecat
16 September 2026 12:51 WIB
Perum LKBN ANTARA perkuat peran sebagai "gateway" Indonesia ke Asia dan dunia
15 September 2026 11:14 WIB
Korban selamat kecelakaan laut KMP Virgo dirawat sejumlah RS di Banjarmasin
15 September 2026 10:46 WIB
Basarnas mencari 129 korban KM Virgo hingga 2.600 mil laut dari titik koordinat
14 September 2026 14:40 WIB