FBI selidiki terorisme pada penembakan di festival bawang putih

id FBI ,penyelidikan terorisme,penembakan di AS,California

Gilroy Garlic Festival (https://www.gofundme.com/)

San Francisco (ANTARA) - Biro Penyelidik Federal Amerika Serikat (FBI) telah memulai penyelidikan terorisme atas penembakan massal di festival bawang putih di California pekan lalu, yang menewaskan tiga orang, kata seorang pejabat, Selasa (6/8).

Pihak berwenang mengatakan masih belum tahu motivasi si tersangka, Santino William Legan (19 tahun), memuntahkan peluru dari senjata serbu ke arah kerumunan orang di festival bawang putih di Gilroy, California, pada 28 Juli.

Legan menembak dirinya sendiri hingga tewas setelah terlibat adu tembak dengan polisi.

Dalam peristiwa itu, belasan orang mengalami luka.

Para penyelidik telah menemukan petunjuk bahwa Legan sebelumnya menyimpan daftar target serangan, kata John Bennett, agen khusus pada kantor FBI di San Francisco, dalam acara jumpa pers pada Selasa.

Salah satu target Legan adalah Festival Bawang Putih, acara tahunan yang telah digelar selama satu dasawarsa terakhir untuk merayakan hasil pertanian pedesaan di California.

"Sang penembak tampaknya punya ketertarikan pada berbagai ideologi yang bertentangan dan bermuatan kekerasan," kata Bennett.

"Berdasarkan penemuan daftar target tersebut, juga informasi yang kami dapatkan selama investigasi ini, FBI sudah membuka penyelidikan penuh terhadap terorisme dalam negeri pada penembakan massal ini," katanya, menambahkan.

Target-target dalam daftar Legan termasuk berbagai organisasi di seantero negeri serta lembaga keagamaan dan politik yang berhubungan dengan Partai Demokrat dan Partai Republik, ungkap Bennett.

FBI sudah memberi tahu kelompok-kelompok yang ada dalam daftar tersebut namun tidak akan memublikasikannya, katanya

Sumber: Reuters

Baca juga: Empat tewas dalam penembakan California termasuk tersangka penembak

Baca juga: Aksi 'koboi' di Festival California tewaskan seorang, lukai 11 lainnya

Pewarta : Tia Mutiasari
Editor: Chaidar Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar