Budiman Sudjatmiko dorong BUMDes jadi perusahaan "big data"

id Revolusi industri 4.0, industri 4.0, budiman Sudjatmiko,Bumdes

Ketua Umum Inovator 4.0 Indonesia Budiman Sudjatmiko. (ANTARA/Ade Irma Junida)

Jakarta (ANTARA) - Ketua Umum Inovator 4.0 Indonesia Budiman Sudjatmiko mendorong badan usaha milik desa atau BUMDes bisa bertransformasi menjadi perusahaan big data seiring perkembangan teknologi dan persiapan menghadapi revolusi industri 4.0.

"Kita ingin agar orang desa memiliki kesadaran teknologi, kesadaran entrepreneurship (kewirausahaan). Ke depan kalau bisa BUMDes di Indonesia jadi perusahaan big data," kata Budiman Sudjatmiko seusai diskusi bertajuk "Kemandirian Teknologi Revolusi Industri 4.0 Indonesia" di Jakarta, Sabtu.

Menurut Budiman, perkembangan teknologi akan sangat membantu desa tumbuh dan mendukung roda perekonomian. Pendanaan pun, lanjut dia, bukan lagi masalah karena sudah tersedianya dana desa.

Politisi PDI Perjuangan itu menilai dana desa yang digelontorkan seharusnya bisa dimanfaatkan untuk pengembangan sumber daya manusia agar siap menghadapi revolusi industri 4.0.

"Jadi dana desa bisa digunakan untuk mengembangkan sumber daya manusia Indonesia supaya bisa memberikan vokasional untuk bisa mengejar ketertinggalan teknologi," imbuhnya.

Sayangnya, lanjut Budiman, separuh dari sumber daya manusia berpengalaman justru berada di luar negeri atau berada di kota. Padahal, dibanding mereka mengabdi kepada perusahaan besar, akan lebih baik jika mereka kembali ke desa dan membangun desa.

"Karena itu pertama kita harus panggil ulang sumber daya manusia Indonesia ini, minimal pulangkan ilmu. Mereka punya koneksi dengan komunitas (desa karena dulu berasal dari desa), maka kembangkan SMK, BLK (Balai Latihan Kerja) dan merevitalisasi BUMDes," tuturnya.

Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) Jamalul Izza menilai secara keseluruhan, sumber daya manusia belum siap menghadapi revolusi industri 4.0. Pasalnya, sumber daya manusia juga meliputi masyarakat di desa yang saat ini belum siap menghadapi perubahan teknologi.

Oleh karena itu, Jamal mendorong pemerintah untuk terus mempersiapkan masyarakat agar bisa menghadapi industri 4.0.

"Karena semua diambil teknologi, dijalankan teknologi, SDM sudah siap atau belum? Kalau banyak yang tidak bekerja karena teknologi, pemerintah sudah siapkan upaya belum? Ini jadi tantangan," pungkasnya.

Baca juga: Bappenas sebut "Blockchain" dapat optimalkan distribusi dana desa
Baca juga: Survei: pemerintah kurang beri insentif bisnis terapkan industri 4.0
Baca juga: Hadapi revolusi industri 4.0, media wajib bertransformasi

 

Pewarta : Ade irma Junida
Editor: M Razi Rahman
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar