Puan ajak negara-negara Pasifik kolaborasi budaya

id Puan Maharani,Kemenko PMK,Negara Pasifik,Budaya

Menko PMK Puan Maharani saat menghadiri The 1st Pacific Exposition and Pacific Cultural Forum di Auckland, Selandia Baru. (Dok Kemenko PMK)

Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani mengajak negara-negara Pasifik untuk berkolaborasi dalam budaya untuk menyatukan masyarakat internasional.

Dalam siaran pers Kemenko PMK yang diterima di Jakarta, Sabtu, Puan yang mewakili pemerintah Indonesia hadir pada acara The 1st Pacific Exposition and Pacific Cultural Forum di Auckland, Selandia Baru, menyatakan bahwa Indonesia adalah bagian dari negara pasifik.

Dari 34 provinsi, terdapat lima provinsi di Indonesia yang menghadap ke Pasifik yakni Papua, Papua Barat, Maluku, Maluku Utara, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.

"Sebagai masyarakat yang berada pada kawasan lokasi geografi yang sama, terdapat tradisi dan budaya yang dapat mendekatkan negara-negara pasifik untuk berkolaborasi," kata Puan saat memberikan sambutan di hadapan delegasi 20 negara peserta Pacific Culture Forum 2019.

Menurut Puan, budaya berperan penting untuk mengintegrasikan masyarakat dalam tatanan sosial, politik, dan ekonomi. Budaya setiap bangsa akan diwariskan, dipelajari, dikembangkan, dan diintegrasikan kepada generasi berikutnya.

Indonesia sebagai negara majemuk telah mampu mengintegrasikan beragam masyarakat menjadi satu bangsa melalui Pancasila dengan berasaskan nilai-nilai gotong royong.

"Jiwa gotong royong inilah yang mempersatukan keragaman budaya Indonesia," tegas Puan.

Menurut dia walaupun setiap bangsa hidup dalam budayanya dan membangun budayanya, akan tetapi setiap bangsa juga memiliki komitmen dalam membangun peradaban budaya dunia yang semakin baik.

Di tengah perkembangan zaman yang semakin pesat, era globalisasi membawa tantangan dalam pembangunan budaya meliputi tantangan pola hidup konsumerisme, informasi yang tidak terkendali seperti hoaks, serta tergerusnya nilai-nilai luhur agama, budaya, toleransi, dan kebersamaan.

"Sudah saatnya menjadi perhatian kita bersama bahwa globalisasi dan pasar bebas harus dapat dikelola dengan komitmen dan kolaborasi. Bersama membangun kualitas sumber daya manusia, mengatasi ketimpangan teknologi, sosial dan ekonomi antarnegara, serta mengatasi masalah lingkungan hidup dan sumber daya yang semakin rentan," tutur Puan.

Harapannya, melalui Pacific Cultural Forum 2019 dengan tema “Our Way Forward: Fostering Cultural Cooperation Among Pacific Nation”, setiap negara-negara pasifik dapat membagi pengalaman dan mendorong inisiatif baru untuk bekerja sama mempromosikan nilai-nilai budaya yang dapat membangun kesejahteraan, perdamaian, nilai-nilai toleransi, dan nilai-nilai kemanusiaan.

Salah satunya, ialah dengan memanfaatkan warisan budaya, seni budaya, dan produk kebudayaan lainnya yang dimiliki oleh negara-negara pasifik untuk dapat berkolaborasi mengembangkan “Towards One Pacific Destination” dengan menjadikan potensi kebudayaan sebagai branding kepariwisataan di kawasan pasifik.

"Ke depan, negara-negara pasifik juga dapat mengembangkan kolaborasi meningkatkan kapabilitas SDM, pengembangan kapasitas pemanfaatan inovasi teknologi, maupun kerjasama di bidang investasi," ucapnya.

Ia pun menegaskan bahwa Indonesia selalu berkomitmen untuk turut bekerja membangun peradaban dan budaya dunia yang lebih baik.

"Mari kita perkuat komitmen dan kolaborasi negara-negara pasifik, dalam membangun peradaban dan budaya dunia yang lebih baik, budaya yang dapat mewujudkan semua bangsa hidup dalam dunia yang damai dan penuh persaudaraan,"  katanya.

Hal senada disampaikan Puan sebelumnya dalam pertemuan bilateral dengan Menteri Komunitas Etnik Selandia Baru Y.M. Jennifer Theresia Salesa. Ia menuturkan bahwa sebagai sesama negara pasifik, Indonesia dan Selandia Baru memiliki banyak persamaan.

"Kiranya upaya ini dapat kita lakukan bersama dengan melihat potensi-potensi yang ada," ungkap Puan.

Tidak hanya budaya tradisional, menurut dia, kerja sama dapat dilakukan dalam hal pemberdayaan masyarakat komunitas terpencil guna meningkatkan taraf kehidupan mereka serta memajukan objek wisata budaya yang ada di Indonesia.

"Pertemuan ini merupakan momen yang sangat baik bagi Indonesia dan Selandia Baru untuk lebih meningkatkan kerja sama yang telah terjalin baik," kata Menko Puan.

Baca juga: Puan Maharani mengapresiasi Pagelaran Budaya 60 Tahun Hubungan Diplomatik Indonesia-Kamboja

Baca juga: Puan ajak bergotong royong lestarikan keluhuran budaya

 


Pewarta : Aditya Ramadhan
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar