Tanjungpinang (ANTARA) (ANTARA) - Musim durian telah tiba di Pulau Bintan, Kepulauan Riau, buah yang memiliki aroma khas ini mulai banyak dijual terutama di pinggir-pinggir jalan.

Tampak kios-kios yang menjajakan durian mulai diserbu pembeli. seperti di depan toko penukaran uang di Jalan Pos, Tanjungpinang, Sabtu (6/7) sore.

Pengunjung ramai di depan toko bukan untuk menukar uang, namun untuk menawar durian yang dijajakan.

Durian di toko itu yang dijual seharga Rp30 ribu per biji. Lalu ada juga durian yang dijual Rp100 ribu per tiga biji.

“Tapi kalau durian yang tiga biji Rp100 ribu ini pasti ada jeleknya, ada yang busuk. Kalau mau yang bagus, yang perkilo,” ujar Among, penjual durian di lokasi itu.

Durian juga dapat ditemukan dengan mudah di Jalan Bakar Batu. Tampak beberapa pembeli meminta pedagang memasukkan durian itu ke dalam kantong untuk dibawa pulang.

Di situ buah durian ditata rapi pada rak kayu. Pembeli tidak perlu repot memilah durian dari tumpukan. Karena telah diberi label, mulai dari durian kampong, durian mentega maupun durian tembaga. Juga asal durian, seperti durian Gesek, Bintan.

Durian di Bakar Batu itu juga dijual beragam harga. Ada yang bisa dibawa pulang seharga Rp200 ribu per lima buah.

Berbeda dengan di Jalan Pos, di Bakar Batu para pedagang turut menyediakan beberapa buah meja bagi pelanggan yang ingin menikmati durian di tempat juga disediakan air minum serta pencuci tangan. “Ayo, kak, silahkan dipilih. Ada rambutan juga, manis. Rp25 ribu saja per kilo,” kata pedagang, Tutut.

Selain di dua lokasi itu, buah berduri itu juga dapat ditemukan dengan mudah di sekitar kilometer sembilan dan sepuluh. Tak jarang para petani langsung membawa durian dari kebun mereka dengan menggunakan mobik bak terbuka.

Memang musim durian di Pulau Bintan menjadi daya tarik tersendiri. Tak jarang warga Batam khusus datang ke Pulau Bintan, untuk merasakan nikmatnya durian asli Pulau Bintan.*


Baca juga: Ribuan turis lokal dan asing meriahkan festival durian Bintan

Baca juga: Yuk ke Bintan, lagi laris manis durian Upin Ipin di sini


Pewarta: Ogen
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
Copyright © ANTARA 2019