47.954 unit rumah tahan gempa di NTB rampung

id Rumah Tahan Gempa,BPBD NTB,Gempa Lombok,Gempa NTB

Progres rehabilitasi dan rekonstruksi pembangunan rumah tahan gempa (RTG) dan penyaluran dana bantuan yang diberikan ke masyarakat pascagempa bumi Nusa Tenggara Barat (NTB). (ANTARA/Nur Imansyah).

Mataram (ANTARA) - Sebanyak 47.954 unit rumah tahan gempa di Nusa Tenggara Barat berhasil dirampungkan pemerintah menjelang satu tahun bencana gempa bumi yang terjadi di provinsi itu.

 "Yang terbangun sudah ada 47.954   unit RTG," ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB H Ahsanul Khalik di Mataram, Sabtu, saat menyampaikan progres rehabilitasi dan rekonstruksi Rumah Tahan Gempa (RTG) di NTB.

Sebanyak 47.954  unit rumah itu terdiri dari 11.230 unit rumah kategori rusak berat (RB), 8.004 unit rumah kategori rusak sedang (RS) dan 28720 unit rumah kategori rusak ringan (RS).

Ahsanul Khalik mengatakan, selain rumah yang sudah rampung dikerjakan, terdapat 79.986 unit rumah yang masih dalam proses pengerjaan. Rinciannya, 21.924 unit rumah katagori RB, selanjutnya 51.706 unit rumah katagori RS dan 35.356 unit rumah katagori RR.

Sedangkan, untuk kelompok masyarakat (Pokmas) yang sudah terbentuk menurut mantan Kepala Dinas Sosial NTB ini, sudah sebanyak 8.988 atau sama dengan 165.297 kepala keluarga (KK). Terdiri dari 4.957 Pokmas RB atau 62.578 KK, 1.087 Pokmas RS atau 23.015 KK, dan 2.944 Pokmas RR atau 79.704 KK.

Sementara, jumlah dana bantuan yang sudah diberikan pemerintah mencapai Rp5,1 triliun lebih, dengan rincian dana yang telah disalurkan ke masyarakat Rp4,9 triliun lebih, dana yang masih di rekening masyarakat sebesar Rp1 triliun lebih dan dana yang sudah di transfer ke rekening Pokmas sebesar Rp3,8 triliun lebih.

"Tenaga fasilitator yang tersedia yakni RB 1.985 personel dan fasilitator RB dan RR sebanyak 1.437 personel dan tenaga bantuan dari Zeni TNI sebanyak 1.000 personel," katanya.

Baca juga: Pemerintah rampungkan pengerjaan 29.944 rumah korban gempa NTB
Baca juga: Pembangunan rumah korban gempa NTB butuhkan perpanjangan waktu
 


Pewarta : Nur Imansyah
Editor: Dewanti Lestari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar