Warga Sidoarjo antusias ikuti deklarasi tolak kerusuhan

id Kabupaten Sidoarjo, polresta Sidoarjo, deklarasi tolak kerusuhan,kerusuhan 22 meui, jawa timur

Pelaksanaan deklarasi menolak kerusuhan yang ada di Kabupaten Sidoarjo, Minggu (16/6). (Foto: ANTARA-Indra)

Sidoarjo (ANTARA) - Ribuan Warga Sidoarjo, Jawa Timur, cukup antusias mengikuti deklarasi menolak kerusuhan yang berlangsung di alun-alun setempat sebagai bentuk dukungan demi terciptanya Kabupaten Sidoarjo yang kondusif menuju Indonesia damai.

Salah seorang warga, Suhendra, Minggu mengatakan dirinya bersama dengan teman-temannya sengaja datang demi mendukung deklarasi tersebut.

"Saya datang bersama dengan teman-reman saya ingin memberikan dukungan dan juga mengajak kepada masyarakat lainnya menjaga keamanan dan ketenteraman yang ada di Kabupaten Sidoarjo," katanya di sela mengikuti deklarasi menolak kerusuhan yang digagas oleh Polresta Sidoarjo.

Ia mengatakan, dalam kesempatan itu dirinya juga membubuhkan tanda tangan pada papan yang sudah disediakan oleh petugas kepolisian.

"Kami berharap Kabupaten Sidoarjo senantiasa aman dan damai, tidak muncul kerusuhan," ujarnya, berharap.

Sementara itu, Kepala Polresta Sidoarjo Kombespol Zain Dwi Nugroho mengatakan pihaknya mengucapkan terima kasih seluruh warga selama pelaksanaan agenda nasional Pemilu 2019 wilayah Sidoarjo, karena berlangsung paling kondusif di antara kabupaten lainnya di Jatim.

"Selama pemilihan presiden dan legislatif tidak ada satu pun kejadian menonjol, termasuk bukan suci Ramadhan dan Idul Fitri," ucapnya.

Ia mengatakan, sebagai aparat negara pihaknya selalu berusaha memberikan pelayanan kepada masyarakat, terutama membantu memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat.

"Terwujudnya keamanan di Sidoarjo ini juga tidak lepas dari kesadaran berbagai elemen masyarakat, termasuk juga TNI dan pemangku kepentingan Kabupaten Sidoarjo serta KPU dan Bawaslu Sidoarjo," paparnya.

Ia mengatakan, pihaknya tidak menginginkan kejadian anarkis saat menyampaikan pendapat di muka umum terjadi di Sidoarjo.

"Kami memberikan kebebasan kepada masyarakat untuk menyampaikan pendapat di muka umum, tetapi juga harus sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku," tuturnya.

Ia menjelaskan, berada pilihan itu boleh, beda partai itu boleh, terapi yang perlu diingat adalah hargai satu lainnya, hargai semuanya demi terciptanya Bangsa Indonesia yang damai.

"Kami berharap, Kabupaten Sidoarjo bisa tetap aman dan damai tanpa terjadi kerusuhan," katanya, berharap.

Kegiatan itu, kemudian diakhiri dengan pembacaan deklarasi tolak kerusuhan yang diikuti oleh seluruh peserta yang hadir.

Berikut isi deklarasi tersebut, "kami seluruh elemen masyarakat Sidoarjo sepakat dan bersikap menolak kerusuhan di Kabupaten Sidoarjo dan mendukung terciptanya situasi kamtibmas yang kondusif menuju Indonesia damai".

Pewarta : Indra Setiawan
Editor: Chandra Hamdani Noor
COPYRIGHT © ANTARA

Komentar