BPBD Lebak minta warga pengungsian bersabar

id lebak,tanah bergerak

Warga korban pergerakan tanah di Desa Sudamanik Kecanatan Cimarga Kabupaten Lebak di tenda pengungsian mengobrol bersama teman untuk menghilangkan kejenuhan.

Lebak (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, Banten, meminta masyarakat yang tinggal di pengungsian korban bencana pergerakan tanah di Kampung Jampang Cikuning, Kecamatan Cimarga, bersabar untuk direlokasikan ke tempat yang lebih aman dari ancaman longsor.

"Kita menunggu anggaran agar warga korban bencana alam bisa direlokasi," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, Kaprawi di Lebak, Selasa.

Pemerintah daerah menawarkan beberapa opsi untuk warga di Desa Sudamanik Kecamatan Cimarga.

Opsi pertama itu di antaranya pemerintah memberikan lahan seluas satu hektare untuk relokasi. Namun, lahan seluas 1 hektare itu berdasarkan penelitian Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVBMG) Bandung berada di zona merah.

Selanjutnya, pemerintah daerah mengeluarkan opsi kedua dengan mencari lahan yang lokasinya aman dari ancaman bencana alam. Opsi ketiga, mengimbau masyarakat yang tinggal di lokasi bencana agar membangun rumah tahan gempa sesuai kaedah-kaedah konstruksi tahan gempa.

Sedangkan, opsi keempat, pemerintah daerah memberikan dana stimulan kepada warga korban bencana pergerakan tanah.

"Kemungkinan penanggulangan adalah penyaluran dana stimulan untuk kembali membangun rumah," katanya.

Menurut dia, masyarakat korban pergerakan tanah di Kampung Jampang Cikuning, Kecamatan Cimarga kini tinggal ditenda pengungsian selama bulan suci Ramadhan.

Sebagian lainnya juga mengungsi ke sanak saudara maupun kerabat di lokasi yang aman dari zona merah.
BPBD menetapkan status tanggap darurat bencana pergerakan tanah selama dua bulan terhitung 6 Mei sampai 4 Juli 2019.

Dampak bencana pergerakan tanah juga menimbulkan kerusakan rumah dan tempat ibadah sebanyak 118 unit dan 44 unit di antaranya mengalami kerusakan berat serta 22 unit kerusakan ringan.

Namun, pihaknya sejauh ini belum menerima laporan korban jiwa akibat pergerakan tanah, tetapi kerugian material diperkirakan ratusan juta rupiah.

"Semua warga tinggal di tenda pengungsian untuk mengurangi risiko, terlebih cuaca buruk yang ditandai hujan deras disertai angin kencang dan petir masih berlangsung," katanya.*

Baca juga: BPBD Lebak melaporkan 15 rumah rusak berat akibat pergerakan tanah

Baca juga: Warga Lebak terdampak tanah bergerak mengungsi

Pewarta : Mansyur suryana
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA

Komentar