PDIP klaim pertahankan lima kursi DPRD Banjarmasin

id perolehan kursi legislatif dari PDIP,PDIP Banjarmasin,Suprayogi,Pemilu 2019

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (ANTARA News/Grafis)

Banjarmasin (ANTARA) - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mengklaim dapat mempertahankan lima kursi DPRD Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan dari hasil rekapitulasi perolehan suara pada Pemilu 2019 ini.

Menurut Ketua DPC PDIP Kota Banjarmasin Suprayogi di Banjarmasin, Rabu, dari hasil rapat pleno rekapitulasi perolehan suara oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) kota, partainya menduduki peringkat empat terbanyak memperoleh suara terbanyak pada pemilu legislatif kota setempat yang diselenggarakan 17 April 2019.

"Posisi tertinggi perolehan suara itukan PAN, Gerindra, Golkar lalu partai kita PDIP. Total perolehan suara partai kita hampir sama dengan pileg 2014 lalu," ujarnya.

Diungkapkan Suprayogi yang kini menjabat anggota DPRD Kota Banjarmasin tersebut, perolehan suara partainya pada pileg tingkat kota di pemilu 2019 ini sebanyak 37.677 suara atau sekitar 11,17 persen.

"Hampir sama jumlah ini pada pileg 2014 lalu, dan sama kita akan bisa mendapatkan satu kursi pimpinan dewan pada periode 2019-2024 nanti," kata Suprayogi yang kini menjabat wakil pimpinan periode 2014-2019.

Menurut dia, berdasarkan peraturan partainya, yang akan menjadi unsur pimpinan perwakilan partainya tentunya yang memiliki kedudukan tinggi di partai.

"Kalau ketua partai tidak terpilih, bisa sekretarisnya yang menduduki unsur pimpinan dewan, demikian aturan yang ada di partai kita," terangnya.

Untuk pertarungan pileg kali ini, Suprayogi mengakui cukup sengit bahkan berat, meski sudah menjadi pertahanan, sebab tidak menjamin terpilih lagi.

"Jadi ada badai politik terjadi di saat-saat hari H pencoblosan, hingga target kita memperoleh lebih banyak lagi kursi legislatif buyar," tuturnya.

Suprayogi berharap, politik uang benar-benar bisa diberantas nantinya di pemilu akan datang, sehingga semuanya bisa berkompetisi dengan baik dan adil," pungkasnya.

Pewarta : Sukarli
Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar