Kaum perempuan diminta utamakan keluarga

id Bunda Elly,Hari Kartini,Ketua PKK Depok,Elly Farida

Ketua Tim Penggerak Pembinaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Depok, Elly Farida. (ANTARA/Feru Lantara)

Depok (ANTARA) - Kaum perempuan harus tetap menomorsatukan keluarga, kata Ketua Tim Penggerak Pembinaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Depok, Elly Farida di Depok, Minggu.

"Karena dimulai dari keluarga akan lahir generasi penerus bangsa. Dengan begitu, Ketahanan Keluarga akan semakin terwujud," katanya.

Ia mengharapkan peringatan Hari Kartini yang setiap tahun dilaksanakan ini bisa memberi motivasi dan semangat untuk kaum perempuan khususnya di Kota Depok.

Meskipun memiliki profesi sebagai wanita karier yang berkarya, namun tugas sebagai isteri dan sebagai seorang ibu jauh lebih berat dari profesi apapun, ujar dia.

Dirinya menambahkan bahwa Kartini masa kini merupakan refleksi semangat Kartini masa lalu. Sehingga dengan dedikasi dan cinta terhadap keluarga diharapkan keluarganya menjadi lebih baik.

"Bukan semata berekspresi untuk dirinya, akan tetapi harus menjadi ibu generasi untuk anak-anaknya. Semua dilakukan untuk membangun suatu peradaban dengan penuh cinta," ujarnya.

Semangat perjuangan RA Kartini, ujar dia, harus terus menjadi motivasi bagi perempuan untuk selalu bersemangat menghasilkan karya dan prestasi nyata di masyarakat.

"Kita sebagai kaum perempuan harus menunjukkan berbagai kreasi, karya, maupun prestasi. Namun hendaknya tidak melupakan kodrat yang memiliki tugas utama sebagai isteri dan sebagai seorang ibu di keluarga," tutur isteri dari Wali Kota Depok Mohammad Idris tersebut.

Menurut Bunda Elly peringatan Hari Kartini ini tidak hanya sekedar melaksanakan kegiatan bersifat sementara seperti lomba-lomba. Tetapi hendaknya lebih kepada menuju perjuangan yang berguna bagi perempuan, keluarga, bahkan pembangunan.

Baca juga: Peringati Hari Kartini, puluhan perempuan berkebaya naik vespa
Baca juga: Susi Pudjiastuti: Ingat jasa dan semangat Kartini
 

Pewarta : Feru Lantara
Editor: Dewanti Lestari
COPYRIGHT © ANTARA

Komentar