Polisi kawal distribusi logistik pemilu di Palu

id logistik, pemilu,polisi, kawal

Polisi kawal distribusi logistik pemilu di Palu (Antara/Basri Marzuki)

Palu (ANTARA) - Sejumlah polisi dengan senjata lengkap terlihat mengawal ketat pendistribusian logistik Pemilu 2019 di sejumlah wilayah tergolong rawan di Palu, Ibu Kota Provinsi Sulawesi Tengah.

Distribusi logistik pemilu yang akan digunakan pada Pemilu Legislatif dan Presiden di Kota Palu diprioritaskan pada empat kecamatan yang rawan karena wilayahnya ada yang harus melalui perbukitan dan juga banyak sungai.

"Karena itu wilayah rawan diprioritaskan terlebih dahulu," kata Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Palu, Agussalim Wahid, Senin.

Empat kecamatan yang mendapat perhatian karena dianggap rawan tersebut adalah Mantikulore, Taweli, Ulujadi dan Palu Utara.

Pendistribusian logistik, kata Agusalim, mendapat pengawalan ketat dari aparat.

"Waktu pendistribusian dua hari dari tanggal 15-16 April 2019," katanya.

Dia menjelaskan logistik pemilu yang terdiri atas surat suara, bilik suara, kotak suara dan beberapa kebutuhan pemilu lainnya dari KPU langsung ke PPK (Panitia Perhitungan Suara (PPS) yang ada di masing-masing kecamatan.

Di Kota Palu ada delapan kecamatan, empat kecamatan lain adalah Palu Barat, Palu Timur, Palu Selatan dan Tatanga.

Empat kecamatan itu, katanya, titik-titik TPS (Tempat Pemungutan Suara) rata-rata masih sangat mudah dijangkau.

Sementara empat kecamatan lain memang sebaran titik TPS ada yang masih sulit dijangkau dengan kendaraan roda empat,sebab medan jalan belum memadai dan banyak sungai belum ada jembatannya.

Kalau hujan deras sewaktu-waktu bisa banjir dan dapat menghambat pendistribusian logistik pemilu.

Karenanya, pendistribusian logistik didahulukan bagi wilayah-wilayah yang rawan tersebut.

Jumlah pemilih di Kota Palu sesuai daftar pemilih tetap (DPT) yang ditetapkan KPU sekitar 213.000 jiwa tersebar di 1.075 TPS yang ada di 46 kelurahan dari delapan kecamatan.

Pewarta : Anas Masa
Editor: Yuniardi Ferdinand
COPYRIGHT © ANTARA

Komentar