Sandiaga janjikan masyarakat bisa hemat Rp50 ribu per hari

id Pemilu 2019,Pilpres 2019,Pemilu damai,Sandiaga uno,Kampanye sandiaga di palembang,Kampanye 02,Sandiaga palembang,Hilirisasi Karet

Contoh lima surat suara untuk Pemilu serentak 17 April 2019.(reprensi pihak ketiga) (/)

Palembang (ANTARA) - Calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno menyebut kebijakan ekonomi yang akan dijalankannya  bersama Prabowo Subianto jika terpilih bisa membuat masyarakat hemat biaya hidup hingga Rp50.000 per hari.

"Kami berencana memangkas biaya rumah tangga hingga 20 persen, tarif listrik, BBM, sembako akan dipangkas, jadi per bulan bisa hemat Rp1,5 juta," kata Sandiaga Uno saat orasi kampanye akbar di Sultan Convention Center Palembang, Jumat.

Sandiaga yang mengenakan penutup kepala Tanjak menilai saat ini harga-harga kebutuhan dasar masih kurang dijangkau masyarakat akibat beberapa kali kenaikan.

Bila biaya hidup bisa dihemat Rp50.000 per hari, masyarakat dapat menggunakannya untuk biaya pendidikan, tabungan hingga membayar hutang piutang, selain itu Program Keluarga Harapan (PKH) plus diyakini membantu masyarakat miskin mendapatkan kehidupan layak.

Di hadapan pendukungnya Sandiaga berjanji mengupayakan pertumbuhan ekonomi melebihi 6 persen dengan optimalisasi dua sektor utama yakni pertanian dan energi.

"Kami ingin Indonesia swasembada pertanian dan energi, sektor perumahan serta industri juga kami maksimalkan, sehingga bisa menyerap 15 juta lapangan kerja," ujar Sandiaga.

Sumsel sebagai daerah penghasil karet terbesar dinilainya harus memiliki industri hilirisasi minimal pabrik ban karena pasar otomotif sedang bergeliat dan potensial menyerap produk ban Indonesia.

"Jangan lagi ekspor barang mentah, sudah saatnya buat produk sendiri, OK Oce dan Rumah Siap Kerja bisa mewujudkannya," tambahnya.

Sementara saat disindir mengenai target elektabilitas pilpres 2019 di Sumsel, Sandiaga memberi isyarat kepada Ketua Kami BERANI Prabowo - Sandi Sumsel M Akbar Alfaro untuk menjelaskannya.

"Elektabilitas 80 persen mutlak di Sumsel, dapat dilihat selisih dengan petahana sudah sangat jauh, sasaran kami jelas kaum milenial," jelas Alfaro.

Pewarta : Aziz Munajar
Editor: Yuniardi Ferdinand
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar