Pendamping desa asal Nias ikut studi banding ke China

id pendamping desa,asal nias,magang ke china, berita nias,berita sumut,berita sumut terkini,berita sumut hari ini,antara sumut

Pendamping Desa asal Kecamatan Gido, Kabupaten Nias, Sumatera Utara, Berkati Ndraha, mengikuti Benchmarking ke China yang merupakan program dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi. (Antara Sumut/irwanto)

Nias (ANTARA) - Pendamping Desa asal Kecamatan Gido, Kabupaten Nias, Sumatera Utara, Berkati Ndraha, mengikuti Program Benchmarking atau studi banding ke China yang merupakan program dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi.

"Iya bang, kami dikirim ke China untuk mengikuti Program Bencmarking," kata Berkati Ndraha melalui pesat singkat yang diterima, Sabtu.

Program Benchmarking merupakan upaya pemerintah memperkuat kepala desa, pendamping desa dan penggiat desa dalam mendukung program pembangunan desa dan pemberdayaan masyarakat desa.

Kepala desa dan pendamping desa yang dikirim mengikuti Benchmarking adalah kepala desa dan pendamping desa yang lolos evaluasi kinerja dan berdasarkan masukan dari berbagai pihak.

Menurut Berkati yang kini telah tiba di China, peserta program itu sebanyak 15 orang, yaitu lima orang kepala desa dan sepuluh orang pendamping desa.

"Ke-15 peserta dikirim ke China dan Korea, dan saya salah satu yang dikirim ke China," katanya yang menjadi pendamping desa di Desa Hilizoi, Kecamatan Gido, Kabupaten Nias.

Ia mengatakan dari 15 peserta Benchmarking, hanya ada dua peserta dari Sumatera Utara, selain dirinya dari Kabupaten Nias dan satu lagi dari Kabupaten Batubara.

"Kami kemarin dilepas langsung oleh Menteri Desa, PDTT Eko Putro Sandjojo," katanya yang mengikuti Benchmarking di China mulai tanggal 23 Maret sampai 2 April 2019, 

Sebelum berangkat, para peserta Benchmarking dijamu terlebih dahulu oleh Duta Besar China untuk Indonesia di kantor Kedutaan China.

Dia berharap bisa mendapat peningkatan dan wawasan tentang penataan desa dan pengembangan ekonomi pertanian selama mengikuti Benchmarking di China.

Sebelumnya Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo  studi banding ke luar negeri itu diharapkan dapat meningkatkan kompetensi dan memunculkan inovasi dalam pengelolaan dan pembangunan desa. Selain itu, para peserta dapat membangun jaringan, menambah pengetahuan dan membuka pasar antarkepala desa dengan mitra luar negeri.

Eko menambahkan bahwa untuk tahun ini, Kemendes PDTT telah merencanakan akan mengirim seribu peserta dari kepala desa, penggiat desa dan pendamping desa ke sejumlah negara lainnya untuk studi banding seperti ke negara Jepang, Thailand, Vietnam dan Malaysia.

Baca juga: Kemendes Maret ini berangkatkan 20 kades ke luar negeri
Baca juga: Menteri: Dana desa 2019 dapat difokuskan untuk pemberdayaan masyarakat
Baca juga: Mendes sebut pengelolaan dana desa semakin baik


Pewarta : Juraidi dan irwanto
Editor: Budi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA

Komentar