Gapki dorong perusahaan sawit terapkan ISPO

id gapki, ispo, keberlanjutan sawit,3rd borneo forum

Pembukaan 3rd Borneo Forum oleh Gubernur Kalbar. (dedi)

Pontianak (ANTARA) - Wakil Ketua Pengurus Pusat Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki), Kacuk Sumarto mendorong perusahaan sawit untuk melakukan sertifikasi dan menerapkan Indonesian Sustainable Palm Oil System (ISPO) agar bisa meningkatkan daya saing minyak sawit Indonesia di pasar dunia.

"ISPO yang juga selaras dengan Suistanable Development Goals atau SDGs tentu penting. Hal itu bisa meningkatkan daya saing minyak sawit kita di pasar dunia dan ikut berpartisipasi dalam rangka memenuhi komitmen Presiden Republik Indonesia untuk mengurangi gas rumah kaca serta memberi perhatian terhadap masalah lingkungan," ujarnya saat memberikan sambutan dalam kegiatan 3rd Borneo Forum yang digelar di Pontianak, Rabu.

Ia menjelaskan bahwa industri kelapa sawit memiliki peranan strategis di Indonesia. Hal itu karena menjadi penyumbang terbesar devisa untuk negara.

"Sebagai penyumbang devisa negara artinya menjadi tulang punggung ekonomi negara dan berkontribusi untuk pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional," kata dia.

Menurutnya hadirnya perkebunan sawit selamat ini juga telah mampu membuka akses kawasan terpencil yang sebelumnya terisolir. Kemudian dengan terbukanya akses juga dapat mendorong perputaran dan geliat ekonomi desa.

"Lapangan kerja juga terbuka. Dengan lapangan kerja terbuka maka pendapatan dan kesejahteraan masyarakat kian membaik. Hadirnya industri sawit juga membuka pemekaran daerah. Belum lagi melalui CSR bisa membantu kebutuhan masyarakat di sekitar seperti untuk bidang pendidikan, agama, infrastruktur dan lainnya," papar dia.

Menurutnya saat ini produksi sawit di Indonesia mencapai 47 ton dan sekitar 32 ton nya di ekspor. Dengan angka yang mengokohkan Indonesia sebagai produsen minyak sawit terbesar di dunia.

"Suplai minyak sawit kita di dunia itu mencapai 30 persen. Kita adalah negara sebagai produsen sawit terbesar di dunia," tegasnya.

Dengan kondisi yang ada menurutnya tentu menghadapi tantangan terutama kampanye negatif soal sawit di Indonesia. Hal itu tidak terlepas dari persaingan minyak nabati di dunia.

"Kita tahu bahwa komoditi sawit lebih efisien dan memiliki produktivitas tertinggi dibandingkan komoditi penghasil minyak nabati lainnya. Sehingga kampanye tentang sawit baik dari luar maupun di dalam sendiri terus menekan," papar dia.

Untuk itu pihaknya berharap terus memaksimalkan industri perkebunan sawit dengan penerapan ISPO dan usaha lainnya. Sehingga sawit terus memberikan manfaat luas bagi daerah dan negara ini.

"Semoga melalui forum yang digelar oleh Gapki se Kalbar ini juga dapat melihat peluang dan menjawab tantangan yang ada agar industri perkebunan sawit semakin maksimal," harap dia.

Baca juga: Luhut: Indonesia akan lawan Uni Eropa terkait diskriminasi sawit

Baca juga: Menko Luhut: Pemerintah Berikan Perhatian Besar Kepada Petani Sawit

Pewarta : Dedi
Editor: Budi Suyanto
COPYRIGHT © ANTARA

Komentar