Mabes TNI panen padi di Kapuas Hulu

id tim sergap ,tni,kapuas hulu

Ilustrasi - Personel Tentara Nasional Indonesia (TNI) membantu petani menanam padi. (ANTARA Foto)

Putussibau, Kapuas Hulu (ANTARA) - Tim serapan gabah petani (Sergab) Mabes TNI bersama Dinas Pertanian Kapuas Hulu melakukan panen perdana padi di Desa Sibau Hulu, Kecamatan Putussibau Utara, wilayah Kapuas Hulu Kalimantan Barat. "Kami hadir di Kapuas Hulu ingin melihat kendala yang dihadapi petani sekaligus memberikan semangat bagi petani," kata Tim Sergab Mabes TNI, Kolonel Czi Rahmad Setiawibawa, ditemui ANTARA di lokasi sawah Desa Sibau Hulu, Putussibau Utara, Kapuas Hulu, Selasa. Disampaikan Rahmat, TNI hadir dalam program Sergab untuk menumbuhkan kembali semangat petani dalam membantu pemerintah untuk memenuhi ketahanan pangan. Kondisi daerah di Kapuas Hulu memang berbeda dalam pengembangan sawah daerah lainnya dan perlu perhatian khusus, mulai dari pengairan sawah hingga pola pertanian yang diterapkan oleh petani. "Kapuas Hulu memang cukup berat untuk mencapai target dalam program Sergap, apalagi data yang kami peroleh Kapuas Hulu masih belum bisa swasembada pangan," kata Rahmat. Meski pun demikian, dia meyakini petani di Kapuas Hulu mampu meningkatkan produksi pertanian untuk membantu ketahanan pangan, minimal untuk daerah Kapuas Hulu itu sendiri. "Saya rasa perhatian pemerintah untuk pertanian sudah cukup banyak terutama alat-alat pertanian, hanya memang saya lihat kondisi daerah berbeda dengan pulau Jawa," kata Rahmat. Kepala Dinas Pertanian Kapuas Hulu, Abdurrasyid mengatakan Kapuas Hulu memang belum mampu swasembada pangan, rata-rata kekurangan 2.500 ton lebih dalam setahun. Menurut Abdurrasyid, berbagai upaya terus dilakukan pemerintah dalam meningkatkan produksi pertanian termasuk kerjasama dengan TNI untuk ketahanan pangan. "Sudah hampir tiga tahun kami bekerjasama dengan TNI dalam program Sergap, tetapi masih banyak kendala yang kami hadapi terutama di wilayah Kapuas Hulu," ucap Abdurrasyid. Disampaikan Abdurrasyid, beberapa kendala yang dihadapi dalam pengembangan potensi pertanian yaitu lahan pertanian yang berpotensi ada yang masuk dalam kawasan lindung. Kemudian, calon petani perlu mengubah pola pikir dalam bertani untuk panen tiga kali dalam setahun. "Harapan kita potensi pertanian Kapuas Hulu bisa tergali dan produksi padi lebih meningkatkan. Kalau untuk peralatan pertanian sudah cukup banyak perhatian pemerintah termasuk pembinaan untuk kelompok tani," kata dia.*

 Baca juga: Warga Jayawijaya-Papua bersama TNI panen padi organik

 

Pewarta : Teofilusianto Timotius
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA

Komentar