Korban kapal meledak di perairan Nias-Sumut masih seorang belum ditemukan

id satu nelayan,kapal meledak di Nias,belum ketemu

ilustrasi kapal meledak (ANTARA News/Handry Musa/2016)

Medan,  (ANTARA News) - Satu nelayan bernama Nazar Naupal, korban KM Mujur Indah yang meledak di perairan Pulau Bintanah, Kabupaten Nias, Sumatera Utara, pada Rabu (134/2) hingga saat ini belum ditemukan, sementara sang nahkoda sudah ditemukan pada Kamis (14/2)  dalam keadaan meninggal.

"Satu nelayan asal Sibolga belum ditemukan, saya berharap tim SAR bekerja sama dengan nelayan lain untuk bisa menemukan nelayan tersebut," kata tokoh nelayan tradisional setempat Nazil di Medan, Jumat.

Seorang nelayan lainnya atas nama Kardiman Nazara (29) nahkoda kapal KM Mujur Indah, berhasil ditemukan dalam keadaan meninggal dunia oleh tim SAR di pinggir pantai Pulau Bintanah, Kamis (14/2) sekira pukul 13.00 WIB.

Almarhum Kardiman Nazara, merupakan warga Muara Lubuk Tukko, Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah. Jenazah Kardiman diangkut menggunakan Kapal Angkatan Laut (KAL) Mansalar ke RSU FL Tobing Sibolga.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, terbakarnya kapal penangkap ikan tersebut, akibat meledaknya tabung gas elpiji yang biasa digunakan nelayan untuk memasak nasi.

"Peristiwa yang terjadi itu, dapat dijadikan sebagai pengalaman yang sangat berharga bagi nelayan yang membawa tabung gas, di dalam kapal.Ke depan diharapkan tidak terulang lagi," ujar Nazli.

Ia mengingatkan kepada nelayan agar menyeleksi tabung gas elpiji sebelum dibawa melaut.Dan bisa saja tabung gas tersebut mengalami kebocoran dan akhirnya meledak.

"Kita berharap tidak ada lagi kapal nelayan yang menangkap ikan di laut meledak, karena tabung gas elpiji yang bermasalah," kata tokoh nelayan di Sumut itu.

Sebelumnya, kapal penangkap ikan KM. Mujur Indah, GT. 2 SUT 5, No. 131 membawa 4 orang, yakni Kardiman Nazara (nakhoda) dan 3 orang ABK, Nazar Naupal, Saifansyah Siregar, Azyun Amri Baeha, meledak di perairan Pulau Bintanah.

Dua orang nelayan berhasil diselamatkan yaitu, Saifansyah Siregar dan Azyun Amri Baeha, ketika sebuah kapal nelayan yang sedang? melintas di lokasi kejadian.

 Sedangkan, dua nelayan lainnya, yakni Kardiman Nazara (nakhoda) dan Nazar Naupal saat kejadian menghilang. Kapal tersebut terbakar dan tenggelam.

Baca juga: Lima tewas akibat kapal tenggelam di Nias

Baca juga: Basarnas Nias bantu cari korban KM Sinar Bangun

Pewarta : Munawar Mandailing
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar