Mahasiswa Filipina diperkalkan batik Pamekasan di Unira

id mahasiswa Filipina,dikenalkan batik pamekasan di Unira

Perajin menyelesaikan pembuatan batik bertepatan dengan Hari Batik Nasional, di sentra batik Desa Klampar, Pamekasan, Jatim, Rabu (2/10). Pemerintah menetapkan tanggal 2 Oktober sebagai hari batik nasional. (ANTARA FOTO/Saiful Bahri)

Pamekasan, Jatuim (ANTARA News) - Universitas Madura (Unira) Pamekasan, Madura, Jawa Timur memperkenalkan batik tulis hasil kerajinan warga di wilayah itu kepada mahasiswa asal Filipina yang mengikuti kegiatan pertukaran mahasiswa di Pamekasan, Pulau Madura.

Menurut Wakil Rektor (Warek) I Unira Pamekasan Faisal Estu Yulianto di Pamekasan, Sabtu, pihaknya sengaja memperkenalkan batik tulis Pamekasan kepada mahasiswa asal Filipina itu, sebagai upaya untuk memperkenalkan hasil kerajinan kreatif masyarakat yang kini telah diakui dunia sebagai warisan budaya nonbendawi tersebut.

"Mereka kami ajak untuk melihat secara langsung proses produksi batik Pamekasan ke Desa Klampar yang memang merupakan sentra batik di Kabupaten Pamekasan ini," kata Yulianto.

Di lokasi sentra batik ini, mahasiswa asal Filipina tersebut diperkenalkan tentang cara membatik, bahkan mereka juga mencoba membatik dengan meminta bimbingan kepada pengrajin batik di Desa Klampar, Kecamatan Proppo, Pamekasan.

Yulianto menjelaskan, ada beberapa pertimbangan pihak kampus Unira memperkenalkan batik tulis Pamekasan kepada mahasiswa yang sedang melakukan pertukaran mahasiswa itu.

Selain untuk memperkenalkan budaya membatik masyarakat Pamekasan, langkah itu juga untuk membantu Pemkab Pamekasan yang saat ini sedang gencar mempromosikan batik tulis.

Menurut Rektor Unira Pamekasan, Risqina, pertukaran mahasiswa ini berkat kerja sama dengan South Asean Minister Education Organization (SEAMEO), yakni organisasi yang dibentuk oleh seluruh Menteri Pendidikan yang ada dinegara-negara ASEAN.

"Dan Unira merupakan salah satu perguruan tinggi di Pamekasan ini yang menjadi jujukan pertukaran mahasiswa ASEAN tahun ini," kata Risqina.

Sebaliknya, mahasiswa Unira saat ini juga ada yang mengikuti pertukaran mahasiswa ke luar negeri dengan negara tujuan Thailand dan Filipina.

Tiga mahasiswa Unira mengikuti pertukaran mahasiswa dengan negara tujuan ke Filipina. Mereka adalah Ririn Setiafi Jannah dari Fakultas Ekonomi, kemudian Firman dan Sofyan dari Fakultas Teknik Informatika serta Baddrus Syamsih dari Fakultas Ilmu Administrasi, dan satu mahasiswa lagi dengan tujuan negara Thailand.

Pertukaran mahasiswa ini dalam bentuk pembelajaran selama 28 hari mulai dari tanggal 14 Januari sampai 10 Februari 2019, yang diikuti Filipina, Indonesia, Thailand, Malaysia dan Vietnam. Dalam satu tahun dilakukan sebanyak dua kali.

Sementara Unira sendiri baru mengikuti mahasiswa dari kampus tersebut awal tahun 2019 ini, dan juga menerima dua mahasiswa dari Filipina, yakni bernama Hannah dan Raymond.

"Fokus pertukaran ini pada bidang pendidikan, yakni membandingkan metode pembelajaran antara Indonesia dan Filipina," katanya.

Kendati demikian, kata rektor, pihaknya juga memandang perlu memperkenalkan banyak hal terkait potensi yang ada di Pamekasan kepada para peserta pertukaran mahasiswa itu, salah satunya batik tulis Pamekasan.

"Tujuannya, agar mereka mengetahui potensi budaya yang ada di Pamekasan ini disamping komitmen kami juga membantu pemkab yang saat ini sedang gencar mempromosikan batik tulis hasil kerajinan warga Pamekasan," demikian Rektor Unira, Risqina.

Baca juga: Pamekasan ingin melekatkan identitas sebagai Kota Batik

Baca juga: Batik jadi "identitas" 814 calon haji Pamekasan

Pewarta : Abd Aziz
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar